Home MotoGP Aki Ajo (KTM): Setiap Tahun Selalu Ada yang Harus Diperbaiki, Tidak Mungkin...

    Aki Ajo (KTM): Setiap Tahun Selalu Ada yang Harus Diperbaiki, Tidak Mungkin Membuat Peningkatan Besar Sekaligus

    Aki Ajo
    Aki Ajo

    RiderTua.com – Untuk pembaca RiderTua yang setia mantengin balapan, selama beberapa dekade, Aki Ajo merupakan salah satu sosok penting di paddock GP. Bersama KTM, pemilik Ajo Motorsport tersebut meraih gelar dunia Moto3 pertama pada 2012 berkat Sandro Cortese. Dan setelah sukses meraih gelar dunia ke-10 pada 2024 dan berkat kontribusi besarnya kepada KTM, Ajo dipromosikan menjadi manajer tim pabrikan MotoGP.

    Sejak 2025, semua kontrak pembalap KTM MotoGP dikonsolidasikan di bawah kepemimpinan Aki Ajo. Meskipun tim hanya terdiri dari Brad Binder dan Pedro Acosta, Ajo memberikan perhatian yang sama kepada keempat pembalap KTM dengan Maverick Vinales dan Enea Bastianini dari tim Tech3. Target utama KTM adalah mengambil langkah penting menuju gelar dunia MotoGP di musim ke-10 mereka.

    Aki Ajo (KTM): Setiap Tahun Selalu Ada yang Harus Diperbaiki, Tidak Mungkin Membuat Peningkatan Besar Sekaligus

    KTM MotoGP 2026 - Pedro Acosta - Brad Binder - Maverick Vinales - Enea Bastianini
    KTM MotoGP 2026 – Pedro Acosta – Brad Binder – Maverick Vinales – Enea Bastianini

    Saat presentasi tim KTM MotoGP 2026 pada 27 Januari lalu, Aki Ajo mengatakan, “Setiap tahun selalu ada yang harus diperbaiki, tetapi musim 2025 cukup spesial. Pada akhirnya, hal terpenting adalah kami berhasil berkembang lebih jauh dan mencapai peningkatan yang signifikan terutama di bagian akhir musim.”

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Red Bull KTM - Pedro Acosta - Brad Binder - Enea Bastianini - Maverick Vinales-2
    BACA JUGA:

    Aki Ajo (KTM): Senang dengan Hasil dan Peningkatan Kami Secara Keseluruhan Musim Ini

    "Tetapi yang paling membuat saya bahagia adalah kemajuan yang berhasil kami buat…

    “Hal yang mungkin lebih banyak kita pelajari dari sebelumnya adalah bahwa tidak mungkin untuk membuat peningkatan besar sekaligus. Ini lebih tentang fondasi dan pemahaman yang baik tentang hal-hal yang tampaknya sederhana. Dan kami berhasil mencapainya.”

    “Hanya ketika kita benar-benar memahami sesuatu, hasilnya akan datang secara bertahap. Ini membutuhkan penyederhanaan beberapa hal dan menyesuaikan cara kami berkomunikasi. Ini juga membutuhkan kesabaran, dibutuhkan waktu agar keadaan bisa berbalik dan mengarah pada kesuksesan,” imbuh bos berusia 57 tahun itu.

    Aki Ajo
    Aki Ajo

    Pandangan ini juga disampaikan Aki Ajo kepada para pembalapnya. “Ketika menjalani musim seperti 2026, yang dimulai dengan ekspektasi tinggi namun hasilnya tidak kunjung datang, secara mental itu menyulitkan para pembalap. Dalam kondisi seperti itu, menurutku kita harus sedikit mengerem dan memperlambat semuanya. Dan seperti yang selalu saya katakan kepada para pembalap saya, ketika mereka berada dalam situasi seperti itu, satu-satunya hal yang membantu adalah mengabaikan semua gangguan dari luar dan fokus sepenuhnya pada diri sendiri,” pungkas Aki Ajo.

    2026 akan menjadi musim yang luar biasa sekaligus menantang bagi Aki Ajo. Selain menjalankan misi untuk mengejar ketertinggalan dari Ducati dan membantu KTM memenangkan gelar dunia MotoGP, dia harus berhasil bernegosiasi untuk mempertahankan talenta hebat Pedro Acosta di KTM.

    KTM MotoGP 2026 - Pit Beirer
    KTM MotoGP 2026 – Pit Beirer

    Tantangan lain yang kalah berat adalah, Aki Ajo juga harus mampu mengembalikan Brad Binder ke performa terbaiknya seperti sebelumnya. Setelah hanya menempati peringkat 11 dalam klasemen pembalap 2025, situasinya kini menjadi lebih rentan bagi pembalap Afrika Selatan itu. Yang dipertaruhkan bukan sekedar performa melainkan posisinya sebagai pembalap pabrikan.

    Di sisi lain, persoalan terkait tim Tech3 bisa terselesaikan dengan sendirinya. Di bawah kepemilikan yang baru Gunther Steiner dan dengan dimulainya era MotoGP baru pada 2027, ada indikasi kuat bahwa tim Tech3 akan mengambil alih perekrutan pembalapnya sendiri tidak lagi terlalu bergantung pada struktur tim pabrikan seperti sebelumnya.

    Gunther Steiner - Herve Poncharal - Richard Coleman
    BACA JUGA:

    Gunther Steiner : Sebelum Membeli Tim Tech3 Awalnya Saya Ingin Membentuk Tim Baru

    Bagaimana ceritanya Steiner bisa tertarik dengan MotoGP mengingat selama ini dia bergelut…

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini