RiderTua.com – RiderTua readers, ada update penting dari berbagai sumber, salah satu merek asal China tengah mengalami kondisi yang tidak menentu akibat proses restrukturisasi yang dijalaninya. Sehingga membuat penjualannya di pasar global terganggu, termasuk di Indonesia, dan ini membuatnya harus menutup sejumlah dealer-nya disini.
Penjualan Mobilnya Terganggu Akibat Restrukturisasi?
Neta awalnya hadir sebagai salah satu merek mobil asal China yang cukup menjanjikan di Indonesia. Mereka sempat menampilkan sejumlah mobil listrik yang akan dijualnya dalam beberapa tahun ke depan, tapi mereka baru menjual dua model disini. Yaitu V-II yang merupakan versi facelift dari model V, serta model X yang menjadi andalannya karena berupa mobil SUV listrik.

Tapi tahun lalu mereka dilanda masalah, lebih tepatnya masalah keuangan yang cukup rumit membuat penjualan mobilnya terganggu di kampung halamannya, sehingga membuatnya terancam bangkrut. Akibatnya mereka harus melakukan restrukturisasi besar-besaran agar bisa menyelamatkan penjualannya di sana, dan ternyata ini tidak hanya berdampak di China saja. Di Indonesia, mereka perlahan menutup sejumlah dealer-nya, dan disebut hanya ada dua dealer mobil yang tersisa.

Neta Kini Berada di Ujung Tanduk!
Merek Mobil Asal Negeri Tirai Bambu Ini Terancam Bangkrut Meski hanya menjual…
Meskipun begitu, Neta memastikan kalau ketersediaan suku cadang mobilnya masih terjaga dengan baik. Mereka juga tetap melayani penjualan mobil bagi konsumen, walau hanya mengandalkan dua dealer saja di Indonesia. Tapi sepertinya mereka tidak akan menghadirkan lebih banyak mobil baru lainnya di tengah kondisinya yang tidak menentu, setidaknya untuk sekarang.

Tetap Bertahan di Pasarnya
Tahun lalu Neta hanya menjual 406 unit mobil secara retail, dan hasil ini menurun dari hasil di tahun sebelumnya yang mencapai 570 unit. Tapi untuk penjualan wholesales-nya meningkat dari 607 unit menjadi 657 unit, bahkan di tengah ketatnya persaingan di pasarnya. Terlebih merek senegaranya seperti BYD, Chery, hingga Geely terus menghadirkan produk ramah lingkungannya disini, baik model BEV maupun PHEV.

Sejauh ini mereka masih menjadi salah satu penyumbang penjualan di pasar mobil listrik di Indonesia sepanjang tahun 2025. Walau kini jumlah dealer yang dimilikinya hanya bisa dihitung dengan jari, setidaknya mereka bisa tetap bertahan lebih lama ketika mereka melakukan restrukturisasi.

Adu Mobil Listrik Rp 200 Jutaan Terbaru BYD dan Geely
Duel Harga Beda Rupa... Sebab dua bulan lalu Geely menghadirkan EX2 sebagai…






