RiderTua.com – Balik lagi bareng RiderTua, Suzuki GN125 ABS dan Yamaha SZ RR menjadi dua opsi menarik di pasar Kolombia, masing-masing menawarkan pendekatan berbeda terhadap kebutuhan rider harian.
Mulai dari gaya klasik sampai komuter fungsional yang lebih bertenaga. Di jalanan kota besar seperti Bogotá atau Medellín, pilihan motor harian sering kali jatuh pada model 125–150 cc yang ringan, irit, dan praktis.
▶Daftar Isi
Suzuki GN125 ABS: Klasik Sederhana yang Suka Dipakai Harian

Suzuki GN125 ABS di Kolombia dipasarkan dengan harga sekitar 7.399.000 Peso Kolombia (termasuk pajak) atau sekitar Rp 34,2 jutaan. Menjadikannya salah satu motor 125cc yang kompetitif secara harga di segmen motor sport retro kecil.
Secara desain, GN125 ABS bernuansa retro klasik dengan headlamp bulat, garis bodi sederhana, dan posisi riding tegak yang nyaman. Mesin 1 silinder 125cc karburator berpendingin udara, menghasilkan tenaga sekitar 10,46 HP pada 8.500 rpm dan torsi 9,6 Nm pada 6.500 rpm. Sangat cukup untuk selap-selip di lalu lintas kota dan rute harian yang santai.

Yang menarik adalah keberadaan ABS monokanalis di roda depan, fitur keselamatan yang tidak selalu hadir di motor kecil 125cc tradisional. Sistem rem ini membantu menjaga kendali saat melakukan pengereman mendadak, terutama di jalan licin atau kondisi stop-and-go urban.
Posisi jok yang rendah 735 mm dan bobot ringan di 119 kilogram memberi impresi maneuverability yang mudah bagi rider pemula maupun yang sudah berpengalaman. Tenaga mesinnya tidak besar, karakter halus yang sederhana membuat GN125 ABS terasa sangat mudah dioperasikan, terutama untuk commuting kasual sehari-hari.
GN125 ABS bukan motor yang mengejar performa. Ia lebih soal efisiensi, kesederhanaan, dan kemudahan pakai, cocok bagi kamu yang mengutamakan biaya operasional rendah, perawatan simpel, dan sensasi klasik ringan di rute urban.
Yamaha SZ RR: Komuter 150 cc yang Lebih Bertenaga dan Siap Harian

Di lain sisi, Yamaha SZ RR hadir di Kolombia dengan harga sekitar 9.500.000 Peso Kolombia (termasuk pajak) atau sekitar Rp 43,6 jutaan. Memakai mesin 1 silinder 149cc SOHC berpendingin udara, yang menghasilkan tenaga 11,9 HP pada 7.500 rpm dan torsi 12,8 Nm pada 6.000 rpm.
Kapasitas mesin yang lebih besar dibanding GN125 membuat respons powernya lebih berasa, terutama saat dibawa di kecepatan menengah dan menanjak. Ini penting di rute harian yang bervariasi atau yang ingin sedikit akselerasi ekstra dibanding motor 125cc biasa.

Desain SZ RR cenderung klasik-modern dengan garis bodi yang ramping, posisi riding yang tegak, dan suspensi belakang monoshock yang memberi kesan lebih sporty daripada GN125. Posisi joknya lebih tinggi 800 mm dan bobotnya lebih berat 131 kilogram memberi sensasi stabil di kecepatan sedang.
Kapasitas tangki lebih besar di 14 liter memberikan jangkauan perjalanan yang lebih jauh dibanding GN125, yang hanya punya tangki sekitar 9,3 liter. Yamaha SZ RR juga dikenal punya konsumsi BBM efisien dan karakter mesin yang smooth untuk penggunaan harian.
Sayangnya, di Kolombia model SZ RR tidak dilengkapi ABS sebagai standar, sehingga dari sisi keselamatan aktif, GN125 ABS punya keunggulan yang menarik untuk pengguna urban yang peduli soal rem modern.
Baca Juga: https://ridertua.com/2026/01/21/elegan-suzuki-gn125-abs-classic-edition/
| Segmen | Suzuki GN125 ABS Motor naked klasik 125 cc | Yamaha SZ RR Motor komuter 150 cc |
|---|---|---|
| Mesin | 1 silinder 125 cc SOHC, karburator Pendingin udara | 1 silinder 149 cc SOHC, injeksi Pendingin udara |
| Tenaga | ± 10,4 hp @ 8.500 rpm | 11,9 hp @ 7.500 rpm |
| Torsi | ± 9,6 Nm @ 6.500 rpm | 12,8 Nm @ 6.000 rpm |
| Transmisi | Manual 5-percepatan | Manual 5-percepatan |
| Sistem Pengereman | Cakram depan + ABS Rem belakang tromol | Cakram depan Rem belakang tromol (tanpa ABS) |
| Suspensi Belakang | Twin shock | Monoshock |
| Tinggi Jok | 735 mm | 800 mm |
| Bobot | 119 kg | 131 kg |
| Kapasitas Tangki | 9,3 liter | 14 liter |
| Karakter Berkendara | Santai & mudah dikendalikan Fokus harian urban | Lebih bertenaga & stabil Cocok rute lebih variatif |
| Harga | 7.399.000 Peso (sekitar Rp 34,2 jutaan) | 9.500.000 Peso (sekitar Rp 43,6 jutaan) |
| Cocok Untuk | Rider pemula, pencinta klasik, commuting santai | Rider harian yang butuh tenaga ekstra & jarak tempuh jauh |






