RiderTua.com – Buat kalian pembaca setia RiderTua, simak yang satu ini, masih seputar pra musim MotoGP 2026… Pit Beirer (Diretur Motorsport KTM) mengaku tidak terkejut dengan peningkatan besar yang dialami Honda musim lalu. Sebagai informasi, pada 2024 KTM berhasil menempati peringkat 2 dalam klasemen konstruktor dengan mengumpulkan 327 poin, sementara Honda menjadi juru kunci dengan hanya mencetak 75 poin.
Tapi hanya dalam 1 tahun terakhir, pabrikan motor terbesar didunia itu berhasil membuat kemajuan yang signifikan. Honda naik ke peringkat 4 dengan mengoleksi 281 poin dan berhasil naik dari peringkat konsesi D ke C. Sementara KTM turun ke peringkat 3 dengan menorehkan 372 poin.
Pit Beirer (KTM): Honda Berhasil Mempersempit Gap Tetapi Belum Mampu Menyalip Kami

Pit Beirer menegaskan bahwa peningkatan tersebut karena Honda diuntungkan dengan konsesi dan juga guyuran anggaran yang sangat besar. “Semua orang terkejut, Honda mampu mempersempit gap. Tentu saja karena mereka terus berinovasi dan punya anggaran dua kali lipat. Hal ini membuat saya semakin bangga dengan apa yang berhasil dicapai oleh tim kami. Honda memang berhasil mempersempit gap, tetapi sama sekali belum mampu menyalip kami,” tegasnya.
Musim lalu, KTM kesulitan karena krisis keuangan yang menimpa pabrikan asal Austria itu. Bahkan di awal musim, mereka tidak mampu melakukan pengembangan. Namun mereka bangkit di paruh kedua musim, pembalapnya Pedro Acosta tampil sangat impresif. Meskipun gagal meraih kemenangan, berkat rider muda asal Murcia itu KTM berhasil meraih podium. Akhirnya Acosta menempati peringkat 4 dalam klasemen pembalap, bahkan mampu mengalahkan pembalap tim pabrikan Ducati Pecco Bagnaia yang berada di peringkat 5.

Menurut Bierer, hasil apik tersebut juga berkat ‘cawe-cawe’ dari CEO mereka yang baru Gottfried Neumeister. “Saya sangat bersyukur bahwa CEO baru kami adalah seorang penggemar balap sejati. Semua orang sadar bahwa balap, merek, dan penjualan saling berkaitan. Hal ini memungkinkan kami untuk mulai mengembangkan motor 2027 lebih awal,” ujar bos asal Jerman itu.
KTM menjadi pabrikan pertama di MotoGP yang menjajal mesin prototipe 850cc. “Kami adalah pabrikan pertama yang dapat menguji motor 2027. Semua yang ada di MotoGP sudah kami pelajari selama beberapa tahun terakhir dan akan diintegrasikan ke dalam motor baru. Tentu saja kami juga mengerjakan motor saat ini (2026), tetapi kami lagi sebebas sebelumnya. Saya sangat antusias dengan proyek 2027 tetapi juga akan fokus pada 2026,” ungkap Bierer.

Dengan beralihnya ke format MotoGP yang baru dengan mesin 850cc, aerodinamika yang dibatasi, larangan penggunaan rider height device, dan ban Pirelli akan menjadi tantangan besar bagi para pabrikan yang terlibat. Hal ini membuat keputusan untuk membekukan pengembangan mesin mulai dari 2025 hingga 2026 menjadi semakin penting.
Pit Bierer menjelaskan, “Saya sangat mendorong untuk melanjutkan pembekuan pengembangan mesin. Jika dilihat kembali, itu adalah keputusan terbaik. Mesin kami sudah benar-benar matang dan full power. Kami menghemat biaya karena kamiΒ menggunakan suku cadang yang sudah ada. Selain itu insinyur kami jadi punya kapasitas dan waktu untuk fokus pada pengembangan mesin baru.”
“Namun kurangnya pengembangan mesin untuk musim terakhir di era mesin 1000cc juga berdampak negatif bagi beberapa pabrikan. Hanya HondaΒ dan Yamaha yang punya kelonggaran karena konsesi. Mereka bisa terus mengembangkan mesin sepanjang musim, sementara kami tidak bisa. Kami tetap stagnan, sementara mereka dapat membuka diri dan mengembangkan mesin mereka lebih lanjut setelah setiap balapan. Di sisi lain, selama 2 tahun kami balapan dengan mesin yang sama, yang tidak dapat dimodifikasi,” pungkas Beirer.






