Home MotoGP Fabiano Sterlacchini (Aprilia): Memperhalus Wheelie Control dan Mengejar Peningkatan Akselerasi Super Mikro...

    Fabiano Sterlacchini (Aprilia): Memperhalus Wheelie Control dan Mengejar Peningkatan Akselerasi Super Mikro 0,0001g di RS-GP 2026

    Fabiano Sterlacchini
    Fabiano Sterlacchini

    RiderTua.com – Selamat bergabung kembali di obrolan hangat khas RiderTua, Bro sekalian, Fabiano Sterlacchini (Direktur Teknis Aprilia) mengungkapkan bahwa karena desain mesin sudah dibekukan untuk musim 2026 atau musim terakhir era mesin 1000cc di MotoGP, maka pabrikan asal Noale Italia itu hanya ingin fokus pada elektronik dan aerodinamika…

    Elektronik RS-GP telah disempurnakan demi meningkatkan kepercayaan diri pembalap dan mengejar keuntungan sekecil apapun dalam akselerasi. “Dalam hal elektronik, dengan berdasar pada masukan para pembalap, mungkin kita bisa melihat bahwa selama musim ini kami cukup fokus untuk membuat motor yang mudah dikendarai dan lebih stabil,” ungkap Sterlacchini saat peluncuran tim Aprilia Racing beberapa hari yang lalu.

    Fabiano Sterlacchini (Aprilia): Membuat Wheelie Control Lebih halus dan Mengejar Tambahan Akselerasi 0,0001g

    Fabiano Sterlacchini - Marco Bezzecchi
    Fabiano Sterlacchini – Marco Bezzecchi

    Fabiano Sterlacchini menambahkan, “Karena saya selalu bilang bahwa motor boleh saja punya performa setinggi apapun, tetapi jika motor sulit untuk digas pol hingga limitnya, pembalap akan mempertahankan beberapa margin, bukan? Jadi pada akhirnya, mereka menjadi lebih lambat. Itulah sebabnya di sektor elektronik kami benar-benar bekerja keras terutama di area kontrol traksi, khususnya saat keluar dari tikungan dan juga saat memasuki tikungan.”

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    “Karena setiap kali kita dapat memanfaatkan keuntungan ban belakang untuk menghentikan motor, kita dapat melakukan late braking atau mengerem lebih lambat. Dan itu bukan hanya membuat manuver menyalip menjadi lebih efektif, tetapi juga mencetak catatan waktu yang lebih baik. Jadi secara garis besar, itulah aspek-aspek utama yang sedang kami kerjakan,” imbuhnya.

    Fabiano juga menyebut istilah ‘eksotis’ apa maksudnya? “Membuat wheelie control menjadi lebih halus dan mengejar tambahan akselerasi sekecil 0,0001g. Karena semuanya harus presisi dan benar,” jawab insinyur yang pernah bekerja di Ducati dan KTM itu.

    Fabiano Sterlacchini - Aprilia
    Fabiano Sterlacchini – Aprilia

    Selain itu, menurut Fabiano dalam aerodinamika selalu ada kompromi antara downforce dan drag. “Karena jika kita meningkatkan downforce depan, kita juga meningkatkan drag,” tegasnya. Namun hubungan itu tidak selalu mutlak, karena beberapa downforce menghasilkan drag yang lebih kecil daripada yang lain. Dan drag itu sendiri tidak selalu merupakan hal yang buruk. Bahkan, itu bermanfaat saat pengereman.

    Fabiano menjelaskan, “Yang kami inginkan dalam hal aerodinamika adalah untuk ‘memperluas cakupan’, yakni mendapatkan perilaku aerodinamis paling optimal di setiap fase berkendara. Kami ingin mendapatkan efisiensi yang lebih baik sehingga kita dapat menghasilkan gaya aerodinamis yang lebih baik, yang berguna untuk meningkatkan performa tanpa harus ‘membayar’ mahal dengan efek negatifnya.”

    Marco Bezzecchi
    Marco Bezzecchi

    “Tetapi hambatan udara/drag misalnya, justru membantu menghentikan motor. Jadi kita harus menghasilkan drag saat pengereman, tetapi tidak saat melaju di sepanjang lintasan lurus yang panjang untuk kecepatan puncak. Jadi pada dasarnya, itulah pekerjaan berkelanjutan yang dilakukan semua pabrikan. Dan jika kita lebih pintar dan lebih cepat daripada yang lain, kita dapat memperoleh hasil yang lebih baik,” pungkas Fabiano Sterlacchini.

    Sterlacchini memberikan dampak besar dalam debutnya sebagai direktur teknis Aprilia. RS-GP versi 2025 sukses memenangkan 4 grand prix, 3 Sprint, menempatkan Aprilia di peringkat 2 di klasemen konstruktor MotoGP atau torehan terbaik hingga saat ini, dan pembalapnya Marco Bezzecchi menempati peringkat 3 di klasemen pembalap pada 2025.

    Marco Bezzecchi - Jorge Martin - Aprilia MotoGP 2026
    Marco Bezzecchi – Jorge Martin – RS-GP2026

    Note:

    • Satuan ‘g’ di sini bukan gram (meski dalam sains biasanya g kecil = gram), tapi mengacu pada percepatan dalam satuan gaya gravitasi…
    • 1 g = percepatan akibat gravitasi Bumi = ±9,81 m/s².
    • Jadi 0,0001 g = 0,0001 Ɨ 9,81 m/s² ā‰ˆ 0,000981 m/s².
    • Ini artinya Aprilia sedang mengejar peningkatan akselerasi yang sangat kecil tapi krusial, karena di MotoGP, perbedaan 0,0001 g bisa berarti keunggulan saat wheelie, keluar tikungan, atau pengereman…

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini