Home MotoGP Marc Marquez: Saya akan Pensiun Lebih Cepat Karena Kondisi Tubuh Bukan Karena...

    Marc Marquez: Saya akan Pensiun Lebih Cepat Karena Kondisi Tubuh Bukan Karena Kondisi Mental 

    Marc Marquez
    Marc Marquez

    RiderTua.com – Halo Bro-Sis pecinta otomotif, balik lagi bareng RiderTua, ketika cedera parah pada 2020, Marc Marquez mengalami konflik batin yang sangat luar biasa. Rasa sakit yang luar biasa ditambah dengan jadwal medis yang intensif dan pemulihan fisik yang tidak mudah, adalah tahapan yang harus dilalui Marquez untuk bisa keluar dari ‘masa suram’nya.

    “Setelah cedera, ada sekitar tiga periode yang harus saya lewati. Periode pertama sangat menghancurkan, di mana kita tidak ingin tahu apa pun tentang apa pun. Saya menghabiskan waktu berminggu-minggu mengisolasi diri karena rasa sakit mengubah kepribadian kita,” ungkap rider berusia 32 tahun itu.

    Marc Marquez: Saya akan Pensiun Lebih Cepat Karena Kondisi Tubuh Bukan Karena Kondisi Mental

    Marc Marquez
    Marc Marquez

    Kemudian muncul fase tengah yang ‘menipu’, dimana Marc Marquez merasa semuanya tampak kembali normal seperti biasa. Tapi faktanya tubuhnya belum siap. “Saya mulai bisa bergerak dan mencoba berbagai hal, di situlah mereka menahan saya dan saya membiarkan mereka menghentikan saya,” ujarnya.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Dan tibalah pada fase yang paling rumit bagi seorang pembalap yang kompetitif seperti dia. “Fase terakhir adalah kesabaran, karena kita tidak bisa langsung naik motor secepat yang kita mau,” imbuh juara dunia 9 kali itu.

    Apakah kelak Marquez mengijinkan anaknya menjadi pembalap? Dengan tegas dia menjawab, “Saya tidak ingin mereka melakukannya, saya hanya berpikir, ‘kasihan anak itu’.”

    Marc Marquez - Davide Tardozzi, Kontrak Marc Marquez
    Marc Marquez – Davide Tardozzi -Berbicara tentang Kontrak Marc Marquez?

    Di samping risiko besar yang nyaris selalu melekat pada balap motor, ‘anak’nya nanti akan menanggung beban nama besar sang ayah. Dan menurut Marquez itu bisa menjadi penghalang. “Warisan, membawa nama keluarga sama sekali tidak akan membantu mereka. Mereka akan berpikir mereka sampai di sana karena mereka adalah putra dari… Tidak, tidak, tidak seperti itu. Ada banyak pilihan lain di luar lintasan balap. Sepak bola, tenis, apa saja,” ujarnya.

    Saat mengenang masa kecilnya, Marquez mematahkan anggapan sebagai anak yang sempurna yang selalu dilekatkan padanya. “Saat kecil, saya adalah anak yang bandel. Tetapi yang selalu ketahuan justru adik saya. Di rumah, aturan terkait tugas sekolah sangat ketat. Ketika saya direkrut oleh tim, mereka selalu meminta nilai rapor saya. Jika nilainya jelek atau kita menjadi siswa yang buruk, mereka akan mendepak kita. Saya sangat menyukai matematika, saya tidak begitu pandai dalam pelajaran bahasa atau sastra,” ungkap rider Ducati Lenovo itu sambil tertawa.

    Marc Marquez - Tifosi Ducati
    Marc Marquez – Tifosi Ducati

    Marquez juga mengakui bahwa saat kecil dia termasuk introvert. “Saya sangat pemalu dan saya tidak suka ada orang yang berbicara tentang balap. Namun rasa malu ini memudar seiring berjalannya waktu,” ujarnya.

    Jelas sifat pemalunya ini sangat bertolak belakang dengan masa-masa ketika Marquez meraup kesuksesan. Ketika melakukan selebrasi, dia selalu tampil atraktif. “Hari yang luar biasa. Saya lelah, ini sulit. Dalam selebrasi saya, ketika adrenalin masih terpompa, saya suka mengekspresikannya,” ujarnya sambil tersenyum.

    Terkait pensiun, Marquez menegaskan bahwa saat ini dia tidak fokus pada hal itu, tetapi dia tak menampik bahwa momen itu pasti akan datang. “Pada akhirnya, hal tersulit adalah mengetahui kapan dan bagaimana, apakah akan memperpanjangnya atau tidak. Selama hasrat masih ada dan tubuh masih sanggup, niat saya adalah terus balapan. Saya tahu saya akan pensiun lebih cepat karena kondisi tubuh saya, bukan karena kondisi mental saya,” tegasnya.

    Marc Marquez - Valentino Rossi
    Marc Marquez – Valentino Rossi

    Marquez mengaku bahwa cedera yang kembali dialaminya menjelang akhir musim lalu, tidak membuatnya menyesal. “Bisa dibilang bahwa di bagian akhir ini, cedera tidak berpihak kepada saya. Tetapi mengingat risiko yang telah saya ambil, cedera justru berpihak kepada saya. Saya harus memahami bagaimana kondisi tubuh saya dari tahun ke tahun. Secara mental, saya tahu saya sedang dalam performa puncak, tetapi saya harus memahami bagaimana dan kapan mempertahankannya,” pungkas the Baby Alien.

    Valentino Rossi pensiun umur 42 tahun.. paling tidak sekitar itu harusnya Marc masih mampu juga… mungkin….ojo nesuuu… 🙂

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini