RiderTua.com – Secara mengejutkan Raul Fernandez tampil impresif pada paruh kedua musim 2025. Rider tim TrackHouse Racing itu berhasil memenangkan GP Australia dan finis ke-2 di GP Valencia. Sebelumnya, dia finis di posisi ke-3 dalam sprint di Mandalika dan finis ke-2 dalam sprint di Phillip Island.
“Awal musim yang sangat sulit, dengan cedera dan tanpa hasil. Tapi kami menemukan sesuatu. Kami mulai bekerja bersama-sama sebagai tim. Dan pada akhirnya kami berhasil mengapai salah satu impian saya, memenangkan balapan MotoGP yang luar biasa,” ujar rider berusia 25 tahun itu.
Raul Fernandez: Aprilia Melakukan Perubahan Besar

Di paruh pertama musim 2025 performa Raul Fernandez terbilang pas-pasan, hasil terbaiknya adalah finis ke-5 di GP Brno. Kemudian runner-up Moto2 2021 itu bangkit di paruh kedua musim. Apa yang menjadi rahasia kemajuannya?
“Saya rasa dalam situasi ini, kuncinya adalah mencoba menjalaninya sehari demi sehari dan satu balapan demi satu balapan. Ketika berada dalam situasi sulit seperti ini, kita harus tetap tenang, percaya pada pekerjaan kita, dan percaya pada tim kita. Jangan mulai berpikir yang tidak masuk akal. Kita harus percaya pada tim. Inilah kunci untuk bangkit kembali. Saya juga memiliki kemampuan pribadi yang istimewa yakni mentalitas saya. Karena saya selalu percaya pada diri saya sendiri,” jawab rider Spanyol itu.

Rail melanjutkan, “Menurutku dalam olahraga apa pun, kita dapat membuat banyak kesalahan. Hal baiknya adalah kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan itu. Saya banyak belajar ketika saya berada di titik terendah. Semua hal semacam ini, kesalahan-kesalahan ini, pada akhirnya membantu saya meraih kemenangan pertama saya.”
Tahun lalu Aprilia berhasil membuat peningkatan yang sangat signifikan dengan meraih 3 kemenangan, 2 diantaranya diraih oleh pembalap tim pabrikan Marco Bezzecchi dan 1 oleh Raul. Meskipun Ducati masih mendominasi musim, namun RS-GP terbukti menjadi penantang utama pabrikan asal Borgo Panigale itu.
“Aprilia memberi kami banyak peningkatan sepanjang tahun, seperti paket aerodinamis, sasis, dan banyak hal lainnya. Tapi saya tidak tahu alasan pasti, mengapa kami menjadi begitu kuat. Saya hanya mencoba memaksimalkan motor yang mereka berikan dan mencoba memahami apa yang perlu saya lakukan untuk meningkatkan performa. Saya benar-benar fokus pada diri sendiri dan mencoba memanfaatkan semua yang saya miliki saat itu,” tegas Raul.

Dari ke-4 pembalap Aprilia MotoGP, hanya Raul yang sudah punya pengalaman dengan RS-GP. Juara bertahan Jorge Martin, Bezzecchi dan rekan setimnya Ai Ogura merupakan pendatang baru.
Apakah RS-GP 2025 berbeda dengan motor 2024? “Motor 2025 benar-benar berbeda dari motor 2024. Aprilia melakukan perubahan besar. Semua orang bilang, mereka sudah mengenal motornya tetapi yang ini benar-benar berbeda. Tidak sama. Kami harus mulai dari nol. Itulah mengapa, ketika saya mengalami cedera saya tidak punya waktu untuk mempersiapkan set-up dasar saya. Kemudian di awal musim, kami mengalami banyak masalah. Jadi meskipun itu masih Aprilia, tetapi rasanya tidak sama,” ungkap Raul.
Raul tak menampik bahwa dirinya juga melihat data Bezzecchi yang tampil luar biasa tahun lalu. “Data memang membantu, tetapi kami juga tahu betul cara menggunakannya. Awal musim cukup sulit bagi saya, dan di sisi lain Ai tampil sangat kuat. Tetapi pada saat itu saya bilang ke tim pribadi saya, ‘Ai melakukan pekerjaan yang baik. Marco melakukan pekerjaan yang baik. Aprilia bekerja dengan baik. Tetapi saat ini saya tidak bisa membandingkan diri saya dengan mereka, karena saya tidak mampu mengeluarkan 100 persen kemampuan saya. Saya benar-benar fokus pada diri sendiri untuk mencapai 100 persen atau setidaknya 90 persen, dan setelah itu saya bisa mulai memperhatikan detail-detail kecil,” jelas kakak dari Adrian Fernandez (Moto3) itu.

Terkait musim 2026, Raul mengatakan, “Menurutku pada 2026 motor-motor akan hampir sama untuk semua pembalap. Maksud saya, para pabrikan tidak akan mengubah banyak hal karena mereka akan sangat fokus pada proyek mereka untuk 2027. Tentu saja akan ada beberapa peningkatan, tetapi saya rasa 90 persen orang di dalam pabrikan akan mengerjakan motor-motor untuk tahun 2027.”
Jika pembalap tidak mampu tampil apik dalam kualifikasi, maka kemungkinan besar dia juga akan teringggal dalam balapan. Raul Fernandez menekankan akan pentingnya kualifikasi. “Sulit, karena sistem di MotoGP sekarang cukup ketat, terutama jika kita tidak langsung lolos ke Kualifikasi 2 (Q2) setelah sesi Practice Jumat. Kalau itu terjadi, kita akan berada di Q1 dan hanya ada 2 tempat tersisa untuklolos ke Q2. Jadi ini bukan tugas yang mudah. ββTapi bagaimanapun, begitulah kondisinya dan kita harus melakukan yang terbaik saat ini,” pungkasnya.






