RiderTua.com – Model bekas yang dijual di pasar cukup beragam modelnya, walau mobil ramah lingkungan masih tersedia dalam jumlah yang sedikit. Terlebih sebagian besar model yang terjual adalah mobil dari merek asal Jepang, tapi tren tersebut diprediksi akan berubah di tahun ini.
Mobil Baru dan Bekas Banyak Dicari Konsumen
Pasar mobil bekas berjalan cukup kondusif di tengah penurunan kondisi pasar roda empat yang terjadi sepanjang tahun lalu. Sejauh ini banyak pilihan yang bisa ditemukan di pasar ini, walau masih didominasi oleh produk dari produsen Jepang. Terlebih Toyota yang cukup mendominasi pasarnya dengan model seperti Fortuner hingga Kijang Innova yang banyak dicari.

Namun prediksi tahun ini menyebut kalau mobil dari merek asal Negeri Tirai Bambu bakal banyak dicari konsumen di pasar mobil bekas. Kalau dilihat, sudah ada banyak merek dari negara tersebut yang berjualan mobil disini, dari BYD, Denza, Aion, sampai Wuling. Tentu kalau ada banyak mobil baru yang dijual, ada peluang model bekasnya sudah dijual di pasarnya.
Sebagian besar merek mobil ini memang menjual mobil listrik, dan mobil jenis ini cukup sulit terjual di pasar mobil bekas. Sebab harganya tidak menentu akibat garansi baterainya, dan biasanya banderolnya anjlok cukup tajam dibandingkan dengan mobil bensin atau hybrid. Walau ada juga mobil dengan selisih harga yang tidak jauh berbeda dengan model barunya.

Ada Model Bekas yang Berkurang Peminatnya
Walau demikian, ada mobil dari merek tertentu yang disebut menurun peminatnya lebih jauh lagi di tahun ini. Yaitu mobil dari Honda, dimana tren ini sudah terlihat sejak tahun lalu, dan ternyata Honda tidak hanya mengalaminya, karena Mazda juga mengalami hal serupa. Padahal model seperti Brio cukup laris terjual, tapi sepertinya itu belum cukup untuk membuatnya lebih laris lagi di pasar mobil bekas.

Merek mobil asal Negeri Tirai Bambu akan semakin mendominasi pasar mobil di Indonesia, setidaknya kalau kondisi pasarnya sudah kondusif.






