RiderTua.com – Hasil penjualan tahun lalu dipastikan bakal menjadi hasil terendah yang didapat selama lima tahun terakhir. Memang ini sudah menjadi sesuatu yang tidak bagus, dan seharusnya penjualannya bisa dibantu dengan adanya insentif.
Insentif Mobil akan Meringankan Harga Jualnya
Penjualan mobil di Indonesia sudah tidak terlalu memuaskan, bahkan bisa dikatakan cukup mengkhawatirkan karena penurunannya cukup signifikan. Kalau ini dibiarkan, maka hasil penjualannya akan terus menurun di tengah kondisi pasar yang tidak menentu akibat sejumlah faktor. Seperti keadaan ekonomi yang tidak menentu, yang membuat konsumen menunda membeli mobil.

Kalaupun ada banyak mobil baru yang dirilis, itu belum cukup untuk meyakinkan konsumen untuk membeli model anyar. Apalagi dengan harga yang cukup mahal, dan ini menjadi salah satu alasan mengapa konsumen tidak ingin membeli mobil baru untuk sekarang. Sehingga muncul rencana untuk menghadirkan insentif untuk mobil di Indonesia tahun ini, walau memang masih dalam tahap perundingan.
Dengan adanya insentif ini, maka penjualan mobil bisa lebih maksimal dari tahun lalu walaupun kondisi ekonomi sedang tidak begitu kondusif. Hal serupa juga terjadi sekitar tahun 2021, dimana pasar roda empat terpuruk akibat keadaan yang terjadi sepanjang 2020, sehingga insentif diberlakukan. Alhasil, penjualannya berangsur-angsur memulih dan bisa mencatatkan penjualan lebih tinggi bahkan setelah insentifnya tidak berlaku lagi karena kondisi pasarnya yang sudah pulih.

Semua Jenis Mobil?
Sebelumnya insentif ini hanya diberikan untuk mobil listrik dan hybrid saja, tentunya dengan potongan harga yang cukup bervariasi. Tapi insentif yang satu ini bisa diberikan untuk semua jenis mobil, walau untuk mobil mewah masih belum dipastikan. Meskipun begitu, setidaknya ini bisa membantu penjualan mobil yang terpuruk sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, insentif mobil listrik sudah membantu meningkatkan penjualannya hingga ratusan persen tahun lalu. Apalagi ada banyak model dengan harga terjangkau yang ditawarkan di pasarnya, dan BYD Atto 1 dipastikan menjadi model BEV terlaris tahun 2025.






