RiderTua.com – Mobil bekas masih didominasi oleh mobil bensin, sementara mobil ramah lingkungan masih sangat terbatas jumlahnya. Kalaupun ada, model seperti mobil listrik tidak banyak dicari oleh konsumen karena harganya yang anjlok akibat sejumlah faktor seperti garansi baterainya.
Mobil Listrik Bekas Belum Banyak Dijual
Untuk mobil BYD, jumlahnya di pasar mobkas memang tidak terlalu banyak, itupun dengan pilihan yang masih terbatas. Setelah dijual lebih dari setahun, M6 terpantau sudah muncul di pasar ini, hanya saja dengan harga di atas Rp 300 jutaan, dan itu tergantung dari kondisi mobilnya. Harga ini tidak jauh berbeda dengan harga mobil baru yang dibanderol Rp 400 jutaan lebih, meski dengan selisih sekitar Rp 100 jutaan.

Penurunan harganya masih cukup drastis, tapi ini mungkin dianggap biasa di pasar mobkas, apalagi untuk mobil listrik. Karena harganya yang tidak jauh berbeda dengan model anyar, tentu ini membuat konsumen lebih memilih untuk membeli mobil baru ketimbang bekas. Walau masalah lainnya yaitu soal garansi baterai yang membuat konsumen enggan membeli model bekasnya.
BYD sebenarnya tidak hanya menjadi merek yang mengalami ini, karena Wuling Air EV juga punya masalah serupa. Awalnya mobil mungil ini dijual dengan harga sekitar Rp 200 juta, tapi setelah menjadi mobkas harganya turun drastis. Padahal tren penurunan harga jual ini tidak terjadi pada mobil bensin, diesel, maupun hybrid.

Masih Banyak Dicari
Banyaknya mobil listrik yang dijual di Indonesia tentu membuat persaingan menjadi lebih sengit, dan tentunya model seperti M6 mendapat perlawanan dari kompetitornya. Tapi jelas M6 masih bisa menjadi salah satu BEV terlaris, bahkan dengan kehadiran Atto 1 yang langsung merebut posisi pertama meski baru seumur jagung. Meskipun begitu, M6 masih tetap menjadi mobil yang banyak dicari di pasar roda empat di tengah banyaknya mobil hybrid yang dijual.

Mobil listrik bekas mungkin tidak banyak yang dicari karena masalah garansi baterainya. Tapi siapa tahu dalam beberapa tahun ke depan, ada solusi untuk menjaga harganya.






