RiderTua.com – Dua pembalap asal Italia, Marco Melandri dan Valentino Rossi bersahabat ketika mereka masih kecil yang memulai dengan minibike. Namun sayangnya, hubungan dekat tersebut memudar ketika mereka berdua bersaing di kelas elit. Hingga hari ini dimana mereka berdua sama-sama sudah pensiun dari dunia balap motor, Melandri mengaku bahwa hubungannya dengan The Doctor belum membaik meski dia tak menaruh dendam pada Rossi.
“Rossi? Sebenarnya hubungan kami tidak terlalu dekat, dalam arti bahwa kami praktis tidak pernah bertemu lagi. Tapi saya membangun kembali hubungan baik dengan semua orang, bahkan dengan Max Biaggi. Kami saling berkirim pesan, dengan mereka, juga dengan Loris Capirossi. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan semua orang,” ungkap Melandri yang secara halus menekankan bahwa keretakan hubungan hanya khusus terjadi dengan The Doctor.
Marco Melandri: Gara-gara Valentino Rossi Saya Nyaris Kehilangan Motor

Mengenang kembali ke masa lalu, dimana Marco Melandri dan Valentino Rossi menjalani masa kecil yang indah saat mereka pertama kali terjun ke dunia balap motor. “Kami berteman dekat sejak kecil, dan kami tetap berteman hingga saya terjun ke MotoGP. Ayah saya menjemput Rossi lalu kami bersama-sama pergi ke tempat latihan, ketika malam kami tidur di rumah masing-masing, dan melakukan perjalanan bersama dengan mobil van kecil yang sudah tua. Kami selalu ada untuk satu sama lain, terlepas dari segalanya saat itu kami bukan siapa-siapa, tetapi kami sangat dekat,” kenang Melandri menceritakan kenangannya bersama Rossi, bahkan mereka pernah sama-sama mewarnai rambut dengan tiga warna setelah Grand Prix.
Mantan pembalap yang kini berusia 42 tahun itu menambahkan, “Kemudian karena keadaan, jalan kami berbeda. Karena ketika kita memiliki tujuan yang sama, kita berada di tempat yang sama, dan hal itu cukup wajar.”

Ketidakharmonisan semakin dalam ketika Rossi datang ke Yamaha pada 2004, menggantikan posisi yang ditinggalkan Melandri. “Itu adalah situasi khusus, karena saya hampir kehilangan motor. Pada saat kritis itu, saya menunggu sinyal dukungan yang ternyata tidak pernah datang. Dalam hati saya berpikir, ‘saya paham soal kepentingan dan semuanya, tetapi setidaknya beri saya pemahaman bahwa saya harus mulai mencari tim lain, kalau kita benar-benar berteman’,” ungkap Melandri.
Sejak saat itu, dinamika hubungan Melandri dan Rossi berubah selamanya. Persaingan di lintasan, ditambah dengan kekuatan media Rossi yang luar biasa, yang menyerang semua rivalnya melalui media, menciptakan penghalang untuk ‘rujuk’. “Mungkin saya tidak cukup kuat untuk menahannya saat itu,” ungkap Melandri terkait tekanan yang dihadapinya, tidak hanya sebagai pembalap tetapi juga karena fenomena tersebut.

“Jika kami bertemu lagi, saya tidak punya masalah atau dendam terhadap siapa pun, karena saya sudah paham bahwa masa lalu adalah masa lalu dan masa depan adalah masa depan,” imbuhnya.
Melandri juga menegaskan bahwa dia selalu berusaha memisahkan antara kehidupan pribadinya dengan karier balapnya. Tapi dia mengakui bahwa dengan Rossi hal itu lebih sulit. “Fakta bahwa dulu kami berteman, mungkin justru membuat lebih sulit untuk ‘rujuk’, tetapi waktu menyembuhkan semua luka,” pungkasnya.






