RiderTua.com – Setelah berkompetisi di MotoGP dan WSBK, Ducati mulai merambah dunia balap off-road pada 2025. Claudio Domenicali (CEO Ducati) mengatakan, “Setiap kelas balap yang kami ikuti harus menguntungkan secara finansial. Meski begitu, kita juga harus tetap memperhatikan gambaran besarnya. Keterlibatan kami di balap off-road terbilang masih baru, tetapi meskipun masih dalam fase awal kami juga harus memastikan bahwa investasi kami sebanding dengan dampak dan manfaat yang kami peroleh melalui keterlibatan kami.”
“Angka pastinya bersifat rahasia, tetapi kami memiliki sistem pengawasan untuk setiap proyek, di mana para mitra kami di masing-masing kejuaraan juga berperan. Tentu saja, MotoGP adalah kelas balap yang paling mahal dan itu tidak bisa dipungkiri. Namun ketika kami melakukan evaluasi secara menyeluruh, hasilnya justru berbeda,” imbuh bos asal Italia itu.
Claudio Domenicali (Ducati): MotoGP adalah Kelas Balap Paling Mahal Tapi Angka Pastinya Rahasia

Domenicali lebih lanjut menjelaskan, “Karena di MotoGP, kami justru menghasilkan pendapatan yang jauh lebih besar. Ini berasal dari promotor (Dorna Sports), tim satelit, dan tentu saja sponsor kami. Dengan cara ini, bagi kami MotoGP sama sekali tidak jauh lebih mahal dibandingkan dengan kelas balap lain.”
“Yang tidak boleh kita lupakan adalah bahwa MotoGP juga terus-menerus menuntut investasi yang besar. Di sini, kami sangat bergantung pada hasil. Persaingan sangat ketat, dan investasi besar dalam penelitian dan pengembangan merupakan pos pengeluaran yang sangat signifikan.”

Namun Domenicali juga melihat ada nilai tambah dari perluasan aktivitas balap mereka. “Saya rasa kami berada di posisi yang baik, terutama karena MotoGP, Superbike, dan Offroad tidak berdiri sendiri tetapi berkaitan erat. Ada pertukaran data yang dinamis dan perluasan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan teknologi di Ducati Corse dan juga Ducati secara keseluruhan, pengetahuan secara keseluruhan telah meningkat. Pada akhirnya itu meningkatkan nilai Ducati, termasuk partner kami,” pungkas Domenicali di Bologna.






