RiderTua.com – Marco Rigamonti mengklaim bahwa Marc Marquez belum mengerahkan 100 persen kemampuannya musim ini. Kepala kru the Baby Alien itu menegaskan, “Yang bisa saya katakan, tahun ini ada beberapa balapan di mana dia tidak mengerahkan 100 persen kemampuannya. Itulah yang dia katakan kepada kami.”
“Atau dia gas pol selama dua lap, membuka gap, dan kemudian mengatur ritmenya. Memang dia pernah mengerahkan tenaga maksimal, tidak bisa disangkal, seperti di Misano di mana dia mengerahkan 100 persen kemampuannya sepanjang balapan,” imbuh Rigamonti…
Kepala Kru Marc Marquez Memperingatkan Para Rivalnya: Musim Ini Dia Belum Gas Pol 100 Persen

Marc Marquez sukses memenangkan gelar dunia MotoGP ke-7nya dengan 5 seri tersisa bersama tim pabrikan Ducati Lenovo. Dia mencetak poin sempurna (37 poin) dalam 7 seri berturut-turut antara GP Aragon hingga GP Hungaria. Rider berusia 32 tahun itu memenangkan 11 grand prix dan 14 sprint musim ini. Namun sayangnya, cedera usai crash di Mandalika menghentikan lajunya untuk melanjutkan rentetan kesuksesannya musim ini. Dia absen hingga balapan pamungkas di Valencia dan juga tidak berpartisipasi pada tes pasca-musim hari Selasa disana.
Marco Rigamonti menjelaskan, “Dia jujur soal itu, bukan berarti dia setengah-setengah dalam balapan. Dia tetap mengerahkan tenaganya semaksimal mungkin. Jadi, jika kita menempatkannya dalam situasi di mana dia selalu harus memberikan 100 persen kemampuannya, apa yang akan terjadi? Mungkin akan ada lebih banyak crash, kita tidak pernah tahu.”

“Banyak pembalap bilang, ‘Tidak, saya sudah mengerahkan tenaga maksimal’. Kita jawab, ‘oke, baik’, tetapi kita lupa bahwa gas pol itu berarti berada tepat di batas kemampuan. Jadi sulit untuk menilainya. Bagi saya, dalam situasi itu dia bisa melangkah lebih jauh, tetapi saya tidak bisa mengungkapkan di mana batasnya,” imbuhnya.
Sepanjang kariernya, Marquez terkenal sebagai pembalap yang mampu melakukan hal-hal di atas motor yang sulit dipahami oleh orang-orang yang menganalisa datanya. “Keajaiban yang dia lakukan terlihat ketika dia menyelamatkan motor dari kecelakaan. Di situlah kita benar-benar melihatnya. Bagi saya, itu bukan sihir melainkan fakta bahwa sepanjang kariernya dari sikapnya, mentalitasnya, caranya bekerja, dia terbentuk untuk melakukan hal-hal luar biasa. Itu sama sekali bukan sihir, melainkan hasil kerja keras di garasi, di rumah, dan di lintasan yang telah membawanya ke level itu,” pungkas Rigamonti.






