RiderTua.com – Sejauh ini penjualan Atto 1 dalam dua bulan terakhir sudah memuaskan, dengan lebih dari 8 ribu unit mobil terjual tiap bulannya. Tapi ini juga membuatnya lebih unggul dari mobil LCGC yang dijual di Indonesia, dimana semua model LCGC terjual kurang dari 5 ribu unit sepanjang bulan lalu. Kecuali kalau seluruh penjualannya ditotal.
Atto 1 Unggul Jauh Dari Kijang Innova Dkk
Boleh dibilang BYD menjadi rajanya penjualan mobil listrik di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, karena mereka mampu mencetak hasil penjualan yang begitu memuaskan dari sejumlah modelnya. Termasuk Atto 1, dimana mobil listrik mungil ini bisa terjual lebih dari 8 ribu unit bulan lalu, serta lebih dari 9 ribu unit di bulan Oktober. Padahal modelnya terhitung baru dirilis, tapi sudah bisa mencetak hasil penjualan yang cukup tinggi.

Dengan Atto 1 yang terjual 8.333 unit, ini membuat BYD unggul atas rival terkuat di pasar roda empat, yaitu Toyota Kijang Innova. Bahkan penjualannya ini masih membuatnya menyenggol segmen LCGC, meski Atto 1 tidak menargetkan segmen ini sejak awal. Tapi kalau melihat dari penjualan LCGC bulan November, total ada 8.879 unit yang terjual, jadi selisihnya hanya 612 unit saja.
Walau demikian, kalau membandingkan penjualan Atto 1 dengan mobil LCGC yang dijual disini, selisihnya sudah sangat jauh. Daihatsu Sigra yang masih menjadi mobil terlaris di segmennya hanya terjual 3.122 unit, kemudian Toyota Sigra terjual 2.105 unit dan Honda Brio Satya 1.839 unit. Disusul Toyota Agya dan Daihatsu Ayla yang masing-masing terjual 1.416 unit dan 520 unit.

Tidak Menyasar Segmen LCGC?
Memang BYD menghadirkan Atto 1 sebagai mobil termurahnya di Indonesia, tapi ini bukan berarti modelnya dihadirkan untuk menyasar segmen LCGC. Justru Atto 1 menjadi lawan baru bagi Wuling Air EV, Seres E1, hingga Changan Lumin yang dirilis bulan lalu. Pasar mobil listrik mungil di Indonesia memang tidak seramai SUV listrik, tapi bukan berarti peminatnya sedikit.

Walau dengan adanya model seperti Air EV hingga Lumin, mereka tetap mengandalkan Atto 1 di Indonesia.






