RiderTua.com – Langkah Honda rekrut Diogo Moreira memicu efek domino di pasar pembalap MotoGP, talenta Moto2 itu siap melakukan lompatan besar.. Ducati harus waspada..
Selama bertahun-tahun, filosofi Ducati memang layak dipuji… Filosofinya adalah mengamankan pembalap berbakat terbaik dari Moto2, berinvestasi untuk masa depan mereka, dan membentuk mereka agar klop dengan Desmosedici GP. Sebuah filosofi sukses yang diadaptasi dari pihak lain. Persaingan untuk talenta Moto2 saat ini tidak dapat menawarkan motor paling kompetitif di grid, melainkan sebuah proyek..Dan itulah yang dilakukan Honda terhadap Moreira.
Langkah Cepat Honda untuk Diogo Moreira Bikin Pasar MotoGP Bergeser, Ducati Harus Waspada

Setelah kehilangan Ai Ogura, yang telah mereka bina sejak kelas pemula, Honda bergerak jauh lebih cepat dengan Moreira. Dengan tawaran kontrak tiga tahun di musim panas, membuatnya yakin dan menolak tawaran Yamaha. Diogo saat itu belum menjadi pemimpin klasemen Moto2, tetapi ia telah menunjukkan banyak hal menjanjikan. Cukup untuk meyakinkan jajaran HRC akan potensinya dan merebutnya dari tim lain….
Dengan kembalinya MotoGP ke Goiania, Brasil, dan kepentingan komersial Honda di Brasil, ada yang mengatakan bahwa keputusan ini lebih merupakan langkah dengan tujuan lain, menyebut langkah ini lebih bernuansa non-olahraga.. Hal itu mungkin benar (Strategi pemasaran Honda Brasil), tetapi tidak sepenuhnya benar. Moreira adalah Juara Dunia Moto2, yang sangat kuat di akhir musim… Jika juara Moto2 saja tidak layak naik ke MotoGP, lalu siapa lagi..??

Perjalanan karier balap Diogo, penuh dengan pengorbanannya meninggalkan Brasil menuju Eropa dan menembus panggung dunia…membuktikan bahwa ia mampu mengendarai motor apa pun… tahu seluk-beluk semua motor. Di trek maupun off-road. Debutnya dengan RC213V bersama tim LCR di tes Valencia sungguh meyakinkan… Selisih waktu yang tipis (1,8 detik) dari pembalap di posisi teratas, peningkatan di setiap run, tanpa kesalahan, dan pendekatan kerja yang tepat..
Diogo bekerja dengan kepala kru barunya, Klaus Nohles, mantan pembalap 125cc dan 250cc yang sempat dianggap sebagai harapan besar Jerman di awal 2000-an, Nohles kemudian membangun reputasi sebagai teknisi yang bekerja di Bridgestone, Tim Penguji HRC, dan dalam beberapa tahun terakhir bersama LCR Honda mendampingi Takaaki Nakagami dan Somkiat Chantra…

Bersama Moreira, Honda ingin membangun kembali fondasi untuk masa depan, kembali ke akar sejarahnya… Sebelum debutnya di Isle of Man TT 1959, kompetisi internasional pertama yang diikuti Honda adalah Grande Prêmio IV Centenário da Cidade de São Paulo tahun 1954, sebuah event di Interlagos untuk merayakan 400 tahun Kota São Paulo..
Saat itu Honda hanya membawa Mikio Omura sebagai pebalap dan Toshiji Baba sebagai mekanik dan teknisi, Honda memulai debut di dunia balap sepeda motor di luar Jepang dengan R125 yang terlambat didaftarkan.., sehingga terpaksa mengandalkan kompetitornya, Meguro, untuk perjalanan dari Jepang ke Brasil. Meguro kini merupakan merek yang dimiliki Kawasaki, pabrikan tempat Moreira memulai kariernya di motocross junior Brasil…






