RiderTua.com – Terkait klausul kontrak yang memungkinkannya hengkang dari Aprilia sebelum waktunya, Jorge Martin mengungkapkan, “Ketika kami menandatanganinya, saya setuju dengan Aprilia bahwa jika keadaan tertentu tidak terpenuhi maka saya berhak memutuskan masa depan saya untuk 2026.”
Menurut dua manajer pembalap top Paco Sanchez dan Simone Battistella mereka belum pernah melihat atau menjumpai ada klausul kontrak pembalap seperti itu sebelumnya. “Klausul performa motor dan/atau pembalap tidak umum dalam kontrak MotoGP. Tetapi selama karier saya, kami pernah memasukkannya dalam beberapa kasus terutama yang lebih kompleks atau berisiko tinggi ke dalam kontrak tertentu,” ujar Sanchez.
Klausul Kontrak Jorge Martin dengan Aprilia Mengejutkan 2 Manajer Pembalap Top Ini
Paco Sanchez yang saat ini menjadi manajer Joan Mir (Honda) dan sebelumnya pernah memanajeri Aleix dan Pol Espargaro serta Maverick Vinales itu mengatakan bahwa klausul kontrak Martin dan Aprilia itu ‘tidak biasa’. “Tanpa mengetahui detail klausul yang mungkin telah mereka masukkan dalam kontrak Aprilia dengan Martin, mustahil untuk memberikan pendapat tentang efektivitasnya. Karena ini bergantung pada kata-kata dan ketentuan yang telah ditetapkan untuk menilai daya saing motor dan/atau pembalap,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sanchez menjelaskan, “Biasanya klausul pemutusan awal jenis ini karena kurangnya daya saing disertakan, ketika ada keraguan tentang performa motor di masa mendatang. Misalnya, ketika sebuah merek memulai debutnya dalam kategori tersebut atau ketika merek tersebut meragukan performa pembalap, seperti halnya dengan seorang pemula atau pembalap yang baru saja mengalami cedera parah.”
“Tetapi memasukkan klausul seperti itu dalam kasus pembalap mapan yang juga juara dunia saat ini, hal yang tidak biasa karena penampilannya tidak dapat diragukan lagi. Dan untuk motor, dalam beberapa tahun terakhir Aprilia berhasil menunjukkan tingkat persaingan yang sangat tinggi berkat Aleix Espargaro dan Maverick Vinales. Yang pasti setelah Ducati, motor terbaik kedua di grid dengan pabrikan lainnya semakin dekat,” pungkas Sanchez.
Simone Battistella yang dulu menjadi manajer Andrea Dovizioso dan sekarang bersama Alvaro Bautista itu sependapat dengan Paco Sanchez. “Saya tidak pernah menangani klausul seperti itu dalam kontrak saya. Jika klausulnya jelas dan transparan, semuanya akan diputuskan dengan cepat. Jika abu-abu, akan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya dan tidak akan membawa sesuatu yang baik bagi hubungan kontraktual kedua belah pihak,” tegasnya.

Saat ini pasar pembalap tengah menanti langkah Jorge Martin selanjutnya setelah lepas dari Aprilia. Honda menjadi pabrikan yang kerap dikaitkan dengan sang Martinator, mengingat sahabatnya yang kini menjadi tes rider HRC Aleix Espargaro berada disana.
BTW, Honda melalui manajer timnya Alberto Puig menegaskan bahwa mereka tidak akan mendekati pembalap mana pun yang masih terikat kontrak. Namun, klausul Martin untuk pergi dari pabrikan asal Noale Italia itu dapat membuka peluang untuk pindah ke Honda.