Home Otomotif Produksi Mobil di Asia Tenggara Turun Drastis

    Produksi Mobil di Asia Tenggara Turun Drastis

    Toyota Rush GR Sport 2024 TAM
    Toyota Rush GR Sport 2024 TAM

    RiderTua.com – Hasil penjualan mobil dalam beberapa bulan terakhir pada tahun ini memang tidak begitu bagus. Sebab dengan kondisi pasar global yang tidak menentu dan beberapa penyebab lainnya telah membuat produsen kesulitan untuk berjualan mobil. Begitupun dengan hasil produksi mobil yang didapat sepanjang semester pertama di kawasan Asia Tenggara. Tercatat hasil yang didapat turun 12,7 persen dari tahun lalu.

    Mobil yang Dirakit di Semester Pertama Turun 12,7 Persen

    Mungkin sudah tidak bisa dipungkiri lagi kalau kondisi pasar mobil di seluruh dunia tidak begitu bagus dengan banyaknya faktor seperti inflasi. Termasuk di Indonesia, dimana hasil penjualan yang didapat tidak begitu bagus, sehingga dipastikan penjualan untuk tahun ini tidak akan mencapai target satu juta unit. Bahkan dengan sisa tiga bulan lagi, produsen sudah tidak dapat mengejar target tersebut.

    Tidak hanya penjualan mobil, produksi mobil juga mengalami penurunan hingga 20 persen, dengan 561.772 unit yang diproduksi di semester pertama 2024. Tidak hanya Indonesia, Thailand juga mengalami nasib serupa dengan penurunan 20 persen, sehingga hanya dapat merakit sebanyak 761.240 unit.

    Toyota Avanza Motor Philippines
    Toyota Avanza Motor Philippines

    Kondisi Pasar Roda Empat

    Sementara Malaysia yang justru mencatatkan kenaikan hasil produksi mobil pada semester pertama, dengan hasil mencapai 392.052 unit. Negara lainnya seperti Vietnam dan Filipina malah mencatat adanya penurunan hasil yang didapat, yaitu 72.240 unit dan 54.333 unit. Terakhir ada Myanmar yang naik drastis dari 229 unit di tahun 2023 menjadi 1.068 unit.

    Walau ada dua negara yang mencatat kenaikan, itu saja belum cukup untuk meningkatkan hasil produksi yang didapat di semester pertama tahun ini. Hasil yang didapat mengalami penurunan hingga 12,7 persen dari tahun sebelumnya. Memang kondisi yang terjadi di negara masing-masing membuat produsen kesulitan untuk meningkatkan produksinya.

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini