Pecco Bagnaia : India Lebih Panas dari Malaysia

Pecco Bagnaia

RiderTua.com – Pecco Bagnaia hanya menempati posisi ke-15 di FP1 pagi hari, kemudian rider Ducati Lenovo itu berada di posisi ke-7 di akhir kualifikasi dan berhasil masuk Q2 di GP India.  “Seperti biasa, kami memiliki banyak pekerjaan dengan basis paket motor pada hari Jumat. Apalagi di pagi hari, saya mengalami masalah pengereman dan motor bergerak dengan liar. Sore harinya saya merasa lebih baik dan memiliki ritme yang bagus, namun sayangnya saya hanya mampu meningkatkan kecepatannya dalam satu lap saat time Attack,” ungkap juara dunia MotoGP 2022 itu.

Seperti kebanyakan rekan-rekannya, Francesco Bagnaia juga kesulitan menemukan titik pengereman yang tepat. “Cengkeraman di sini sangat bagus, tapi hanya di racing line ideal. Ada jalur sempit dan cocok di tikungan pertama, dan jika kita mengerem 1 meter saja, kita akan meleset dari racing line ideal dan melebar terlalu jauh. Hal itu terjadi pada saya berulang kali,” jelas rider asal Turin-Italia itu.

Pecco Bagnaia : India Lebih Panas dari Malaysia

Pecco Bagnaia melanjutkan, “Saya telah menempuh lebih dari satu jarak balapan dengan ban belakang. Dengan casing jenis ini, penurunan performa sangat konsisten dan mudah dikelola. Meski demikian, kami harus berhati-hati dan mengatur grip karena cuaca sangat panas saat balapan dimulai pukul 15.30 dan ban mudah menjadi terlalu panas.”

Temperatur yang tinggi menjadi tantangan tidak hanya bagi ban tetapi juga bagi pembalap. Di back straight, tenggorokan dan kakiku rasanya seperti terbakar. Di Malaysia panas, tapi tidak sepanas di sini,” keluh pembalap berusia 26 tahun itu.

Fabio Quartararo - Pecco Bagnaia
Fabio Quartararo – Pecco Bagnaia

Namun hal itu tidak terlalu mengganggu Bagnaia karena tiga rekan semereknya berada di atasnya dalam daftar hasil latihan hari Jumat (Luca Marini ke-1, Jorge Martin ke-2 dan Marco Bezzecchi ke-5).

“Jika saya membandingkan diriku dengan Jorge (Martin) yang memiliki motor yang sama persis denganku, sepertinya dia telah menemukan set-up dasar dalam beberapa balapan terakhir yang memungkinkan dia beradaptasi dengan cepat dan baik di trek mana pun. Kami setiap saat harus bekerja lebih lama untuk menyiapkan paket motor kita. Tetapi pada hari Sabtu, kami selalu bisa mengejar dan setara dalam hal set-up. Kali ini juga akan demikian!” pungkas rider murid VR46 Riders Academy itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *