RiderTua.com – CEO Aprilia Racing Massimo Rivola tidak akan mengubah line-up pembalapnya untuk 2024. Mereka akan tetap bersama Aleix Espargaro dan Maverick Vinales. Rivola tidak perlu berpikir dua kali saat ditanya mengenai alasan kesepakatan jangka panjang dengan Vinales (hingga 2024).
“Saya percaya pada stabilitas, karena membawa performa. Ditambah lagi, saya percaya pada Maverick. Itu sebabnya saya mencoba untuk memastikan stabilitas,” kata bos berusia 51 tahun itu.
Massimo Rivola : Marc Marquez dan Fabio Quartararo? Saya Percaya Maverick Vinales
Sebagai informasi, Aleix Espargaro memenangkan balapan MotoGP untuk pertama kalinya pada April 2022 di GP Argentina. Kemenangan itu juga merupakan yang pertama bagi Aprilia di kelas utama. Aleix menempati peringkat 4 secara keseluruhan sementara rekan setimnya Vinales berada di peringkat 11 dalam klasemen pada 2022.
Namun masalahnya, RS-GP yang kompetitif di setiap lintasan pada tahun 2022 kini tak lagi garang tahun ini. “Menurut saya, DNA motor kami tidak berubah. Jadi kami harus kencang di sirkuit seperti Termas de Rio Hondo, Mugello, dan Assen, tapi kami tidak benar-benar melakukan hal itu. Balapan mendatang digelar di Silverstone dan kemudian Phillip Island, di mana kita seharusnya berada di depan, begitu pula di trek dengan karakter mengalir,” ungkap Rivola.
Bos asal Italia itu melanjutkan, “Setidaknya di masa lalu kami selalu kompetitif di sana. Mungkin kami sedikit meningkat di trek stop-and-go, tapi kami kehilangan sebagian power kami di trek cepat. Menurutku itu juga sangat tergantung pada posisi di mana kami menyelesaikan putaran kami di balapan. Jika kami terlibat di lini depan sejak awal, kami bisa start dengan kecepatan yang berbeda dari saat saya start di lini tengah.”
Di tim pabrikan, Aleix Espargaro dan Maverick Vinales memiliki kontrak hingga akhir 2024. Bagi Aleix, kontrak baru untuk 2 tahun sudah jelas, meskipun dia serius mempertimbangkan untuk menjadi atlet sepeda balap profesional di tim MoviStar.
Prestasinya untuk tim pabrikan Aprilia tidak diragukan lagi. Pembalap berusia 33 tahun itu bergabung dengan pabrikan asal Noale itu setelah berpisah dari Suzuki Ecstar pada tahun 2017. Dia membentuk RS-GP menjadi motor pemenang dan melewati beberapa tahun yang suram dengan motor yang lambat dan tidak dapat diandalkan.

Tapi mengapa kontrak Vinales sampai akhir 2024, meskipun ada tanda-tanda bahwa beberapa pembalap muda akan masuk ke pasar transfer pada musim 2023? Sebut saja Marco Bezzecchi, Tony Arbolino, mungkin Alex Rins, Joan Mir, Pedro Acosta, Augusto Fernandez, dan lainnya. Bahkan Marc Marquez sedang mencari motor yang lebih baik. Begitu juga Fabio Quartararo.
Melihat bursa transfer saat ini, apakah Rivola tidak pernah menyesali keputusannya tersebut? “Tentu saja kita bisa mulai bermimpi ketika menyadari bahwa pembalap seperti Marquez dan Fabio sedang kesulitan dengan motor mereka. Tetapi pada saat yang sama kami harus tetap rendah hati dan percaya pada apa yang kami lakukan,” jawab Rivola.
“Jika kita terus membalikkan semuanya dan juga memberikan kesan kepada pembalap bahwa mereka dapat diganti dalam waktu singkat, maka itu tidak akan terjadi. Hal itu tidak akan membawa kemajuan,” pungkas Massimo Rivola.