RiderTua.com – Mobil hybrid kini sudah bisa terjual hingga ribuan unit per bulannya. Seharusnya ini sudah menjadi sesuatu yang bagus, karena mobil jenis ini dapat membantu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan. Namun entah mengapa penjualan mobil hybrid sepanjang bulan Maret lalu mengalami penurunan hingga lima persen. Meski penurunannya cukup kecil, tapi perbedaannya sudah terlihat jelas jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Baca juga: Chery Tiggo 8 Pro Jadi Pakai Mesin PHEV atau Hybrid Biasa?
Mobil Hybrid Menurun Penjualannya Bulan Lalu
Sebenarnya tidak semua model mengalami penurunan penjualan, hanya Toyota Kijang Innova Zenix dan Suzuki Ertiga Hybrid saja yang tidak ikut terkena dampaknya. Bulan lalu, Innova Zenix Hybrid terjual sebanyak 1.078 unit dan Ertiga Hybrid 783 unit. Bandingkan dengan hasil di bulan Februari 2023, dimana keduanya hanya menjual 979 unit dan 539 unit saja.
Hanya saja yang menjadi masalahnya yaitu, hampir semua mobil hybrid yang ada di Indonesia mengalami penurunan. Seperti Toyota Corolla Cross Hybrid yang sebelumnya bisa menjual 267 unit kini turun menjadi 139 unit. Lalu ada Lexus RX 350h dan Wuling Almaz Hybrid, masing-masing terjual sebanyak 50 unit dan 36 unit.

Bakal Meningkat Lagi?
Masih dari Lexus, ada model ES 200h dengan 26 unit yang terjual. Toyota Camry Hybrid dan Nissan Kicks e-Power masing-masing mencatatkan hasil sebanyak 21 unit dan 13 unit saja. Disusul oleh Toyota Corolla Altis Hybrid dengan 11 unit, Toyota C-HR Hybrid 6 unit, dan Lexus RX 450h 4 unit.
Entah apakah penurunan ini disebabkan oleh peralihan minat konsumen ke model yang lebih murah, atau ingin mencari model yang sudah tersedia di dealer-nya. Apalagi mengingat harga Kijang Innova Zenix dan Ertiga Hybrid lebih terjangkau jika dibandingkan dengan mobil hybrid lainnya. Memang karena keduanya, termasuk Almaz Hybrid, sudah dirakit lokal, walau harganya masih lebih mahal dari versi konvensionalnya.
Penjualan mobil hybrid mungkin bisa meningkat lagi. Asalkan kondisi pasarnya sudah mendukung penjualannya.