Pol Espargaro: Masalah Honda adalah Grip!

RiderTua.com – Honda masih berkutat pada masalah motornya, Marquez belum bisa menutupi kekurangan motor RCV-nya, masalah fisik sepertinya tidak dominan karena sudah bisa agresif lagi. Sementara Pol Espargaro berujar, “Cengkeraman (grip) di bagian belakang adalah masalah utama motor ini (RC213V).. Pol Espargaro hanya mampu sesaat memimpin atas rekan setimnya Marc Marquez setelah restart di balapan MotoGP Spielberg-1. Kemudian Pol melakukan kesalahan sendiri. Bahkan di garis finis, pembalap dengan nomor start #44 itu harus legowo melepaskan posisinya dan diambil Luca Marini (Ducati) dan Iker Lecuona (KTM) karena long lap penalti yang diterimanya. Oleh karena itu rider asal Spanyol itu kehilangan poin kejuaraannya (P-16). Sejumlah pembalap lain juga diberikan penalti long lap karena melanggar batas lintasan. Seperti Pecco, Vinales, Bastianini dan Lecuona.

Pol Espargaro: Masalah Honda adalah Grip

Di garis finis, adik Aleix Espargaro (Aprilia) itu tertinggal lebih dari 0,5 menit di belakang rekan senegaranya sekaligus pemenang Jorge Martin (Pramac Ducati). Espargaro mengatakan, “Ini dimulai pada hari Sabtu. Sayangnya saya melewatkan Q2 dengan 0,017 detik. Kemudian saya tidak menggunakan ban yang tepat, saya memulai balapan dengan ban medium bekas karena kami sudah menggunakannya.”

Pol Espargaro menambahkan satu hal lagi, “Itu adalah bencana mulai dari lap pertama hingga terakhir. Itu sangat mengecewakan untuk memulai dari sejauh ini. Saya sangat kuat di sini pada tahun 2020 dan juga meraih pole position. Itu benar-benar mengecewakan.”

Pembalap berusia 29 tahun itu mencoba menganalisis, “Cengkeraman di bagian belakang adalah masalah utama motor ini. Itu terjadi di Qatar. Jika kita tidak mengubah apa pun, masalahnya tetap ada. Dulu saya sering menggunakan rem belakang untuk melindungi ban depan. Tapi saya tidak bisa melakukannya sekarang. Jika kita melepas rem belakang, itu seperti hanya membalap dengan tangan kiri. Dengan grip di belakang seperti yang lain, kami akan lebih unggul di kualifikasi. Kami kemudian juga tidak akan punya masalah dengan bagian depan karena kami tidak akan terlalu membebani mereka.”

Pol menambahkan, “Grip roda belakang adalah kuncinya. Jika kita tidak memilikinya, kita akan mati. Kami juga tidak bisa memanfaatakn rem mesin (engine brake). Kita tidak dapat melakukannya jika tidak ada adhesi pada ban bagian belakang..”

Selain itu Pol juga menerima long lap penalti. “Saya kehilangan 4 detik. Tapi bukan itu masalahnya. Masalahnya kami memulai balapan kedua dengan ban yang sudah melahap 5 lap. Itu adalah kesalahan saya, saya menggunakan ban bekas latihan untuk melaju dengan lebih baik, itu masalah utama saya,” pungkas Pol.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page