Kevin Schwantz Pensiun 10 Tahun Lebih Muda dari Rossi

1

RiderTua.com – Kevin Schwantz berujar bahwa pembalap tertua kedua di MotoGP (Aleix Espargaro) yang 10 tahun lebih muda dari Rossi juga kesulitan… Satu pertanyaan yang hingga kini masih menggelayut di paddock MotoGP, akankah Valentino Rossi tetap di MotoGP atau akankah dia mengakhiri karirnya? Kevin Schwantz, yang pernah menjadi juara dunia kelas 500 cc pada 1993, ikut merasakan kesulitan yang dialami Valentino Rossi. Pembalap senior asal Italia itu hanya berada di peringkat 19 dalam klasemen keseluruhan. Sangat jauh jika dibandingkan dengan masa keemasannya, meskipun menurut Schwantz, semangat Valentino untuk balap motor masih ‘brutal’.. Schwantz yang pensiun di usia 31 tahun berujar,” (Dulu saat masih balapan), secara fisik, saya tidak punya kelemahan dibandingkan dengan pembalap yang lebih muda. Tapi saya tidak akan bisa mendekati usia seperti Valentino di kejuaraan (42 tahun),”.. Mungkin jika ingin menikmati balapan, Rossi bisa membalap di timnya sendiri Aramco VR46, 100% tanpa tekanan, karena timnya sendiri dan ‘pangeran’ juga mendukung dia tetap balapan, Bezzecchi yang kini peringkat ke-3 dunia, bolehlah dilepas ke Petronas (masuk kriteria Razlan Razali)..

Kevin Schwantz Pensiun 10 Tahun Lebih Muda dari Rossi

Kevin Schwant dengan simpatik berkata, “Valentino tidak terlihat seperti Rossi. Sangat menyakitkan melihatnya sejauh ini. Pembalap Aprilia Aleix Espargaro adalah pembalap tertua kedua di lintasan dengan usia 31 tahun, pembalap asal Spanyol itu masih 10 tahun lebih muda dari Rossi. Tapi dia juga menderita sama seperti juara dunia 9 kali itu. Semangat Valentino untuk balap motor masih brutal tapi tidak lagi kompetitif.”

“Sayangnya, setiap akhir pekan kami melihat bahwa dia tidak lagi punya kebugaran seperti sebelumnya. Itu membuat saya kesal, karena saya ingin melihat Valentino ada di puncak. Maksud saya dengan sepenuh hati, tapi itu sangat sulit. Saat performa saya masih bagus dalam beberapa tahun. Secara fisik, saya tidak punya kelemahan dibandingkan dengan pembalap yang lebih muda. Tapi saya tidak akan bisa mendekati usia seperti Valentino di kejuaraan.”

Angka-angka tersebut menggarisbawahi masalah Rossi, dalam 5 tahun terakhir dia hanya menang sekali (Assen 2017). Dia tidak bisa mengatasi ban belakang dan banyak pembalap muda mampu melampauinya. Hasil balapan terbaik tahun ini adalah finis di tempat ke-10 di Mugello. Baru pada tahun 1996, saat Rossi melakukan debut di Kejuaraan Dunia, dia tidak pernah berhasil masuk 5 besar di paruh pertama musim. Saat itu dia masih mengendarai di kelas 125 cc.

Tim balapnya Petronas Yamaha SRT sedang menunggu keputusan Rossi. Baru-baru ini manajer tim Razlan Razali mengatakan tentang kemungkinan spekulasi dengan Andrea Dovizioso. “Ini adalah ide yang menarik. Tapi dengan rasa hormat untuk Valentino, kami tidak ingin menemukan diri kami dalam situasi yang mirip dengan tahun ini. Mereka berdua pembalap yang fantastis, tetapi tingkat persaingan telah meningkat pesat. Valentino lebih cepat dari tahun lalu, tetapi dia kesulitan untuk mendapatkan poin. Dovizioso cuti selama setahun. Kami ingin pembalap yang bisa kami bentuk seperti yang kami lakukan dengan Fabio Quartararo. “

1 COMMENT

Leave a Reply