Home MotoGP Penjelasan Michelin Soal Ban Belakang Soft yang Banyak Dikeluhkan Pembalap di Motegi

    Penjelasan Michelin Soal Ban Belakang Soft yang Banyak Dikeluhkan Pembalap di Motegi

    Piero Taramasso - Michelin
    Piero Taramasso - Michelin

    RiderTua.com – Michelin memutuskan untuk menarik ban belakang soft dari opsi ban untuk balapan di Motegi, setelah sejumlah pembalap mengalami masalah dengan ban tersebut saat sprint race hari Sabtu. Beberapa bagian karet kompon pada bagian tengah ban terkelupas dan meninggalkan semacam alur atau cekungan bekas terkikis pada permukaan ban.

    Kerusakan tersebut terjadi akibat ‘blistering’ yaitu munculnya gelembung atau bagian karet yang rusak akibat panas berlebih. Ban soft lebih mudah mengalami blistering dibandingkan ban medium. Menurut Piero Taramasso (manajer Michelin untuk motorsport roda dua) kompon medium memiliki konstruksi yang lebih kuat dibandingkan kompon soft.

    Penjelasan Michelin Soal Ban Belakang Soft yang Banyak Dikeluhkan Pembalap di Motegi

    Michelin
    Michelin

    Oleh karena itu, Michelin memutuskan ban medium tetap dipertahankan dalam alokasi untuk race hari Minggu, bersama dengan opsi ban hard yang memiliki konstruksi penyebar panas sama seperti yang digunakan di Red Bull Ring kemarin.

    Pembalap yang mengalami blistering saat sprint race, salah satunya adalah Jack Miller (Pramac Yamaha). Taramasso membenarkan masalah tersebut setelah balapan. Meski begitu, dia menyatakan bahwa masalah tersebut sebenarnya bisa dihindari oleh para pembalap dengan cara meminimalkan tekanan atau beban pada ban belakang.

    Piero Taramasso menjelaskan, “Ada dua tipe ban belakang medium yang kami alokasikan saat Sprint, satu dipakai oleh Marco Bezzecchi dan satu lagi oleh Jack Miller. Ban milik Marco kondisinya bersih dan baik-baik saja, sementara milik Jack sedikit melepuh.”

    “Hal yang harus dilakukan adalah berupaya semaksimal mungkin untuk membatasi gejala ban selip (wheelspin) dan mengurangi energi yang diterima ban belakang agar suhunya tetap serendah mungkin. Jadi, ini soal manajemen ban,” imbuhnya.

    Taramasso kembali menegaskan posisi Michelin. Dia merekomendasikan para pembalap untuk menggunakan opsi ban hard untuk balapan utama 24 lap hari Minggu. Menurutnya, ban ini menggunakan kompon karet yang sama dengan opsi ban soft, namun memiliki konstruksi tahan panas yang sama seperti yang digunakan di Austria dua pekan lalu.

    “Saran Michelin adalah menggunakan ban hard. Kami tahu bahwa ban medium lebih berisiko, namun keputusan untuk mengambil risiko tersebut atau tidak berada di tangan tim atau pembalap. Namun yang pasti, ban medium akan berisiko,” jelas Taramasso.

    Motegi -Japan
    Motegi -Japan

    Sebelumnya, Miller sempat mengkritik ban hard pada hari Kamis atau menjelang balapan akhir pekan di Motegi. Saat itu bahkan dia bercanda bahwa lebih baik dia pulang saja jika ban itu yang menjadi pilihan untuk balapan.

    Pada hari Kamis, Luca Marini juga mengungkaplan bahwa dirinya juga tidak menyukai ban tersebut. Rider tim pabrikan Honda itu mengatakan bahwa jika tersedia opsi ban yang lebih soft, maka opsi itulah yang akan menjadi pilihan utama. Usai sprint race, dia bercanda dengan mengatakan bahwa bahwa masalah ban yang dihadapi pembalap lain di Motegi bukanlah masalah baginya. Alasannya, Honda RC213V yang dia kendarai memang selalu kekurangan grip.

    Apakah Marini mengalami masalah ban selama sprint race? “Tidak, tidak. Tidak ada masalah apa pun. Bagi saya, performanya sempurna. Sangat bagus. Saya tidak punya grip, tidak pernah. Jadi, saya tidak terlalu membebani ban! Itulah sebabnya ban saya bekerja dengan sempurna,” pungkas Marini sambil tertawa.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini