Fabio Quartararo: Hengkang dari Yamaha? ke Honda atau Suzuki?

RiderTua.com – Fabio Quartararo pilih mana Yamaha, Honda, atau Suzuki?… Tentang kapan dia akan membuat keputusan masa depannya, akan terjadi sebelum musim panas (Juni). Kurang dari sebulan lagi, Kejuaraan Dunia MotoGP akan tiba di Le Mans, trek khusus untuk Fabio Quartararo yang akan balapan di depan para penggemarnya. Tentang mau kemana setelah ini (tetap atau hengkang dari Yamaha), bagi Quartararo dia percaya apa kata manajernya (Eric Mahé),” Manajer saya menjaga masa depan saya dengan baik dan masa depan saya akan ditentukan mungkin sebelum musim panas.”

Kontrak juara dunia MotoGP asal Prancis itu di tim pabrikan Yamaha berakhir pada akhir 2022. Lin Jarvis selaku Managing Director Yamaha Motor Racing, berharap untuk perpanjangan kontrak dan menganggap Yamaha dapat menawarkan paket yang kuat kepada pembalap berjuluk El Diablo itu ke depannya. Namun pada empat balapan pertama tahun 2022, pembalap berusia 22 tahun itu hanya menyelesaikan balapan di tempat ke-9 (Qatar), ke-2 (Mandalika), ke-8 (Argentina) dan ke-7 (Amerika). Di klasemen pembalap, kini dia hanya menempati peringkat 5.

Fabio Quartararo: Hengkang dari Yamaha? ke Honda atau Suzuki?

Tentu saja, situasi kontrak dari talenta luar biasa yang memenangkan 3 seri di tim satelit Petronas Yamaha pada 2020 dan 5 seri di tim pabrikan pada 2021, membangkitkan keinginan dari beberapa pabrikan lain.

Sejak lama Quartararo dibidik oleh Repsol-Honda. Pertama, karena Marc Marquez yang sering cedera, selalu dipertanyakan apakah juara dunia MotoGP 6 kali itu suatu hari nanti harus mengambil cuti selama 1 musim atau berhenti sama sekali karena cedera permanen? Yang kedua, manajer HRC merasa ragu karena setelah Jorge Lorenzo, Alex Marquez dan kini Pol Espargaro (saat ini peringkat 10 dalam klasemen) juga tidak akan menjadi penantang gelar dengan Honda RC213V.

Bisa dibayangkan selain Honda, Suzuki Ecstar dan Aprilia Racing juga mengejar juara dunia itu. Karena kontrak Joan Mir dengan Suzuki akan berakhir, dan di Aprilia masih belum pasti apakah Alex Espargaro akan melanjutkan dan apakah Vinales akan memenuhi harapan mereka. “Ini akan menjadi kontrak terakhir saya,” kata Vinales pada Mei 2020 sebelum perpanjangan kontrak dengan Aprilia.

Minggu lalu, bos balap Aprilia Massimo Rivola sambil tertawa mengatakan, “Saya ingin terus membalap dengan Aleix selama 10 tahun.”

Ducati memiliki beragam pembalap papan atas, tetapi akhir-akhir ini Pecco Bagnaia kurang berani dan semua pembalap lain mulai dari Jack Miller, Enea Bastianini hingga Jorge Martin belum mencapai level Quartararo di MotoGP.

Mungkin Gigi Dall’Igna akan membutuhkan superstar sekaliber Quartararo di beberapa titik, jika akhirnya dia ingin memenangkan kejuaraan dunia pembalap MotoGP setelah 2 kali meraih gelar juara dunia konstruktor.

Quartararo mungkin tidak akan menjadi masalah di KTM, karena Brad Binder dan Miguel Oliveira selalu bagus untuk meraih kesuksesan. Dan dengan Remy Gardner dan Raul Fernandez, dua rookie ini sudah terikat kontrak di Tech3, yang diperkirakan akan membuat kejutan paling lambat pada tahun 2023.

Tapi Direktur Motorsport KTM Pit Beirer tidak melihat hal itu sebagai keuptusan yang tepat. “Kami memiliki rider yang sangat baik,” adalah jawaban yang agak mengelak untuk pertanyaan ini.

Monster Yamaha ingin tetap balapan dengan Quartararo dan Morbidelli pada 2023. Tapi Juara Dunia Superbike Toprak Razgatlioglu berambisi pindah ke MotoGP tapi dia tidak ingin bersaing di tim satelit.

Di Yamaha, jika Morbidelli tidak berhasil, bisa juga dipertimbangkan apakah pembalap asal Italia itu dapat ditransfer kembali ke tim satelit WithU-RNF, dengan timnya saat ini termasuk kepala kru Patrick Primmer dan masih dengan kontrak pabrikan Yamaha, seperti yang dimiliki Dovizioso pada 2022.

Sangat mungkin bahwa kesepakatan Morbidelli dengan Yamaha tidak menentukan tim mana yang akan dia bela pada 2023. Di KTM, detail ini juga tidak ditentukan untuk Binder dan Oliveira.

Dulu, banyak hal bisa terjadi. Pada 2019, Lorenzo dan Zarco mengakhiri kontrak mereka dengan Repsol-Honda dan Red Bull KTM lebih awal. Dan pada musim panas 2021, Vinales dan Yamaha berpisah 1,5 tahun sebelum kontrak berakhir.

Bisa dibayangkan bahwa pembalap seperti Dovizioso yang berusia 36 tahun tidak akan lagi mendapatkan kontrak pada tahun 2023. Juga harus ada tempat untuk pembalap baru seperti Toprak Razgatlioglu dan bintang Moto2 baru Celestino Vietti, yang berasal dari VR46 Riders Academy seperti Morbidelli, Bagnaia dan Marini.

“Honda tertarik padaku?” ujar Fabio sambil tersenyum di Las Termas.

“Kalau begitu aku harus memikirkannya dengan hati-hati. Masa depan saya masih belum jelas. Ini adalah keputusan yang akan memakan waktu. Tapi ketika Honda datang, kita harus memikirkannya,” pungkas El Diablo.

Related Articles

1 COMMENT

Leave a Reply to Anonymous Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page