Darryn Binder: Motor Loss Power, Ketinggalan Sekebon!

RiderTua.com – Darryn Binder finis paling buncit alias yang terakhir. Rider MotoGP asal Afrika Selatan itu pun mengungkapkan alasannya, dia mengatakan bahwa tiba-tiba kehilangan power karena sensor tak berfungsi. Rookie dari tim WithU Yamaha RNF MotoGP itu hanya finis ke-22 di Red Bull Grand Prix of The Americas. Karena gap yang cukup besar yakni mencapai +1:42.171 menit dari pemenang Enea Bastianini (istilah balap di kita ‘ketinggalan sekebon’).. Tapi setidaknya, pembalap berusia 24 tahun itu berhasil mencapai garis finis.. no crash.

Tiba-tiba Motor Darryn Binder Kehilangan Power Karena Sensor Tak Berfungsi

Darryn mengatakan, “Itu adalah balapan akhir pekan yang sangat sulit bagi saya, saya membuat beberapa kesalahan, banyak jatuh dan memiliki beberapa masalah. Saya tahu balapan akan sangat sulit dan panas, jadi saya ingin finis secepat mungkin. Sayangnya, saya memiliki momen besar di tikungan 4 ketika saya memasuki tikungan terlalu cepat. Kemudian saya bisa bertarung kembali dan mengatur catatan waktu yang baik. Sayangnya, cengkeramannya menurun dan saya bersaing melawan Remy dan Diggia.”

Rider adik Brad Binder (KTM) itu menjelaskan apa masalahnya. “Sayangnya kami mengalami masalah teknis dan saya kehilangan power karena sensor tidak berfungsi dengan baik. Saya masuk ke pit, tetapi ketika saya sampai disana dan di tim memeriksanya, saya perhatikan bahwa motornya bekerja kembali,” tegas rekan setim Andrea Dovizioso itu.

Darryn menambahkan, “Saya kemudian berbicara singkat kepada tim saya, memberi tahu mereka bahwa tampaknya masalahnya sudah hilang dan kemudian saya berhasil menyelesaikan balapan.”

Hasil race MotoGP Amerika 2022
Hasil race MotoGP Amerika 2022

“Saya dapat memperoleh banyak pengalaman dan sejauh ini merupakan trek paling menantang yang pernah saya lakoni. Pada akhirnya saya senang telah mencapai tujuan. Itu bisa membuat saya lebih kuat untuk balapan berikutnya. Saya mampu membuat kemajuan yang baik dan saya yakin bahwa saya akan segera mengejar ketinggalan poin dengan pembalap lain.”

Bagaimana Binder melihat progresnya setelah naik kelas dari Moto3 ke kelas MotoGP? Dia menjawab, “Setelah beberapa balapan pertama, ekspektasi meningkat. Setelah dua balapan yang kuat di Qatar dan Mandalika, saya mengharapkan diri saya akan terus seperti ini. Tapi saya mulai mengalami masalah. Dan Argentina adalah balapan akhir pekan yang tak biasa karena hanya dilakukan dalam 2 hari, hanya Sabtu dan Minggu dan dengan tingkat cengkeraman yang sangat menantang dalam balapan. Sesuatu yang sama sekali berbeda.”

“Saya percaya pada diri sendiri dan saya yakin kami dapat membuat kemajuan dari situasi apa pun. Setelah kami kembali ke trek normal di Eropa yakni di Jerez, di mana saya pertama kali dengan motor MotoGP, maka kami harus bisa mengambil langkah lain,” pungkas pembalap Yamaha itu.

Related Articles

1 COMMENT

Leave a Reply to Anonymous Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page