MotoGP 2022: Para Rival Kembali ‘Kejang’ dengan Inovasi Baru Ducati?

RiderTua.com – Sambut MotoGP 2022: Para Rival kembali ‘kejang’ dengan inovasi baru Ducati… Setiap tahun insinyur jenius Ducati, Gigi Dall’Igna mengejutkan lawan dengan fitur teknis baru yang inovatif. Tahun ini, pria asal Italia itu kembali membuat kehebohan kalau yang sebelumnya bagian belakang (RRHD) kini dengan ‘perangkat pengatur ketinggian depan baru’ (FRHD),  di tes Sepang. BTW, hampir 3 tahun setelah protes keras yang dilayangkan oleh Honda, Suzuki, KTM dan Aprilia terhadap spoiler roda belakang kontroversial Ducati di GP Qatar 2019, kembali ada perselisihan di MSMA (Asosiasi Pabrikan Olahraga Motor) karena trik teknis yang dibuat oleh desainer Ducati Gigi Dall’Igna.

Karena pada tes IRTA MotoGP yang digelar 5-6 Februari di Sirkuit Sepang menjadi jelas bahwa Ducati sedang bereksperimen dengan ‘Front Ride Height Adjuster’ baru atau ‘Front Ride Height Device’ (FRHD) pada Desmosedici GP22, setidaknya di tim pabrikan Lenovo dengan Pecco Bagnaia dan Jack Miller, yang kini juga termasuk garpu yang bisa diturunkan saat berkendara menggunakan saklar yang dioperasikan secara manual. Untuk diketahui, Ducati telah menggunakan ‘Rear Ride Height Adjuster’ selama 2 tahun, dan sejak itu terus dicontek oleh semua pabrikan lain.

Para Rival Kembali ‘Kejang’ dengan Inovasi Baru Ducati

Selama bertahun-tahun, Gigi Dall’Igna terkenal cerdik dan selalu selangkah lebih maju dari kompetisi dalam hal menemukan celah dalam peraturan. Dia menemukan winglet, kemudian ‘holeshot device’ (launch device), yang serupa dengan yang ada di motorcross dan mengunci garpu di awal hingga tikungan pertama untuk menghindari wheelie berlebihan.

Kemudian dilanjutkan dengan penutup roda aerodinamis, seperti yang digunakan pada sepeda balap time trial yang digunakan dalam lomba balap sepeda profesional, dan spoiler roda belakang yang kemudian dikenal sebagai ‘sendok’. Pabrikan lain yang menentang, melihatnya sebagai bantuan aerodinamis ilegal. Tetapi Dall’Igna menanggapinya hanya dengan senyuman, dan menunjukkan bahwa spoiler di bagian bawah di depan roda belakang digunakan untuk mendinginkan ban belakang.

Usai GP Qatar 2019, 4 pabrikan lawan memprotes posisi pertama yang diraih Dovizioso dan posisi ke-6 Petrucci. Namun protes mereka ditolak, baik saat protes di Race Direction pada malam balapan dan kemudian selama sidang banding dengan komite juri FIM.

Sekarang semua pabrikan lain setuju bahwa ‘Front Ride Height Device’ (FRHD) legal karena suspensi tidak dioperasikan secara elektronik di bagian depan, tetapi secara mekanis.

“Tentu saja, saya tidak tahu persis bagaimana FRHD dilakukan di Ducati. Tetapi dalam peraturan saat ini dimungkinkan untuk membangun ‘Front Ride Height Device’ yang legal. Jadi saya berasumsi bagian Ducati itu legal,” kata Sebastian Risse selaku direktur teknis tim KTM MotoGP dalam sebuah wawancara.

Sejauh ini, tidak ada rencana protes terhadap pabrikan asal Italia itu. Tetapi perangkat baru tersebut sempat bikin ‘kepala panas’ dan banyak dibicarakan. Setelah beberapa pembalap dari tim satelit Ducati lebih cepat dari pembalap pabrikan Bagnaia dan Miller, muncul pertanyaan apakah Ducati juga akan tampil di Mandalika (11-13 Februari) dengan perangkat baru ini?

Sekarang Danny Aldridge selaku Direktur Teknis di balap MotoGP dan Corrado Cecchinelli selaku Kepala Teknologi di Dorna, perlu beberapa klarifikasi tentang masa depan. Karena semua pihak yang terlibat, terus-menerus berbicara tentang pengurangan anggaran, yang juga menjadi isu panas bagi Dorna yang telah memiliki hak komersial MotoGP sejak 1992.

Oleh karena itu, diskusi saat ini sedang berlangsung di semua tingkatan. Masalah ini juga akan dibahas di Komisi Grand Prix (terdiri dari ofisial dari Dorna, FIM, IRTA dan MSMA) pada saat GP Qatar pada 6 Maret.

Sejauh ini belum ada solusi yang terlihat. Karena tidak ada yang bisa menghentikan Ducati untuk tetap berpegang pada FRHD. Faktanya, beberapa anggota MSMA yang menentang Gigi Dall’Igna telah ‘mengeras’ sejak protes di GP Qatar 2019. Tapi Dall’Igna yang jenius terus menemukan celah dalam peraturan teknologi dan dengan cerdik mengeksploitasinya demi Ducati.

Ducati memenangkan 7 balapan pada 2021 dan mengamankan 24 podium. Apakah pada 2022 akhirnya Ducati mampu merebut gelar juara dunia pembalap MotoGP kedua setelah Casey Stoner pada 2007?

Pada tahun 2020 dan 2021, Ducati berjaya di Kejuaraan Dunia konstruktor dan pada tahun 2021 juga di Kejuaraan Dunia tim.

“Memang benar perangkat untuk belakang dan depan legal menurut peraturan hari ini. Tapi kami tidak ingin menambah kecepatan atau anggaran,” jelas CEO Dorna Carmelo Ezpeleta usai tes Sepang.

Related Articles

1 COMMENT

Leave a Reply to Anonymous Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page