Penuh Konflik, Barcelona Diambang Kehancuran?

Penuh konflik, Barcelona diambang kehancuran?
Penuh konflik, Barcelona diambang kehancuran?

RiderTua.com – Penuh konflik, Barcelona diambang kehancuran?… Sang bintang Lionel Messi terus membuat komentar pedas yang diungkapkannya secara terbuka mengenai dewan. Sementara itu mosi tidak percaya dan sejumlah kontroversi seputar Presiden Josep Maria Bartomeu juga mengemuka. Barca benar-benar mengalami babak sejarah yang bergejolak di semua lini.

Penuh Konflik, Barcelona Diambang Kehancuran?

Dilansir dari Marca, yang menjadi sumber ketidakstabilan Barcelona adalah keinginan La Pulga untuk meninggalkan Camp Nou musim panas ini. Dia mengirimkan surat melalui faks untuk memberitahu klub tentang keinginannya itu.

Meskipun pada akhirnya Messi mengurungkan niatnya tersebut, namun hubungannya dengan dewan terutama dengan Bartomeu tetap saja tak harmonis. Selain menolak memfasilitasi kepergiannya, bintang 33 tahun itu dibuat semakin kesal dan jengkel karena mereka mendepak Luis Suarez. 

Baru-baru ini, melalui Instagramnya Messi menulis, “Tidak ada yang mengejutkan saya lagi [mengacu pada kebijakan klub mengenai Luis Suarez].” Pemain asal Argentina itu mengucapkan selamat tinggal kepada sabahatnya Suarez. Selain itu dia juga mengungkapkan, jika pemain dengan nomor punggung 9 itu tak pantas diperlakukan seperti itu oleh klub.

Penuh konflik, Barcelona diambang kehancuran?

Pemilihan Presiden, Mosi Tidak Percaya dan Barcagate

Kritik Messi tersebut telah membantu memicu mosi tidak percaya. Ada 20.687 tanda tangan yang mendukung mosi untuk melengserkan Bartomeu dari jabatannya. Namun menurut COPE, beberapa anggota dewan klub curiga ada lebih dari 5.000 tanda tangan palsu, dan proses verifikasi akan dimulai pada 29 September esok.

Namun gonjang-ganjing di Barcelona ini didahului kasus Barcagate. Klub diduga telah menyewa jasa perusahaan i3Ventures, untuk mendiskreditkan pemain mereka sendiri, yaitu Messi dan Gerard Pique serta pemain lain di media sosial. Dimana pemain-pemain ini diketahui tidak sejalan dengan Bartomeu.

Tak hanya itu, Bartomeu juga diindikasikan menggunakan jasa perusahaan itu untuk mengangkat citra dirinya menjelang pemilihan Presiden. Di balik itu semua, mantan wakil presiden Emili Rousaud mengundurkan diri dari posisinya dan menuntut penyelidikan atas kasus tersebut.

Konflik di Barcelona tak hanya itu saja, mereka juga harus bersiap menghadapi gugatan dari mantan pelatih Quique Setien dan 3 staf pelatihnya. Dimana mereka baru menerima surat pemberitahuan resmi pemecatan, satu bulan sejak Barcelona memecat mereka pada 17 Agustus lalu. Setien dan stafnya juga belum menerima pesangon yang menjadi hak mereka.

Be the first to comment

Leave a Reply