Categories: MotoGP

Honda Semakin Menakutkan Dengan Marquez – Lorenzo !


RiderTua MotoGP – Saat ini  Marquez terlihat bagai ‘One Man Show’ di Repsol Honda, bertarung sendirian dengan menyisakan Dani Pedrosa dalam masalahnya. Tentunya fungsi rekan setim adalah sebagai Sparing Partner (mitra bertanding). Rekan dalam memotivasi atau memacu prestasi. Tidak terlalu salah jika Honda comot Lorenzo dari Ducati di saat Juara dunia itu bingung mencari tim setelah bertualang dari Yamaha. Walau banyak pihak khawatir adanya konflik internal. Namun kenapa Honda semakin menakutkan dengan Marquez – Lorenzo ?

Adalah Ken Kawauchi (Suzuki) yang mengalami sendiri bagaimana kedua pembalap mereka ( Andrea Iannone dan Alex Rins) berkembang, Seperti dilansir paddock-gp.com (23/07/18). Alex Rins tahun lalu, sebagai seorang rookie tidak bisa mengikuti gelaran MotoGP musim pertamanya karena cedera yang dideritanya. Namun di musim ini dia mampu menyelesaikan dengan cara yang baik. Target yang ditugaskan tim adalah berada di 6 besar saat balapan.

Gaya balap Iannone tidak cocok di Suzuki

Kemudian ada Andrea Iannone yang lebih bagus dari tahun lalu. Kini dia mampu menjejak dua kali podiun di Amerika dan Spanyol. Kenapa Iannone bisa meningkatkan performanya?. Menurut analisa Ken Kawauchi gaya balap Andrea dan karakteristik GSX-RR tidak cocok bahkan sangat tidak cocok. Tetapi Andrea memiliki kecepatan, dia sangat cepat, dan dia telah bekerja untuk menjadi lebih nyaman di motornya, itulah sebabnya dia mampu mencapai hasil yang baik.

Pentingnya dua pembalap dengan karakter beda

Ternyata dengan memiliki dua pembalap dengan gaya berbeda justru menguntungkan tim. Iannone adalah pembalap yang liar. Dari sudut pandang teknis untuk tim MotoGP, bahwa dua pembalap yang bertentangan gayanya satu sama lain akan mampu saling memotivasi untuk meningkatkan performa sepeda motor. Dan menurut Kawauchi ini sangat-sangat penting.

Fakta di Suzuki adalah misalnya musim lalu, ketika Alex Rins tidak turun karena cedera dan Andrea sendirian mengembangkan GSX-RR, dia tidak bisa mendapatkan hasil yang bagus. Tahun ini, dengan dua pembalap dalam kondisi yang baik, mereka bersaing bersama dalam beberapa balapan untuk tujuan yang sama dan untuk tim, ini adalah situasi yang ideal. Dan hasilnya kedua pembalap Suzuki bisa mencapai podium keduannya ( Rins di Argentina dan Belanda).

Kasus Lorenzo dan Marquez

Sekarang kita beralih ke Honda. Jika Lorenzo ke Honda maka ibarat dia akan ‘mengejar’ dan memburu Marc dengan spek motor yang sama kencangnya..sama kuatnya.. Secara ego keduanya akan menunjukkan siapa yang tercepat dan terhebat. Buah dari persaingan kedua monster itu adalah sangat menakutkan bagi rival-rivalnya bukan..?

This post was last modified on 24 Juli 2018 10:00

ridertua

Leave a Comment

Recent Posts

Citroen C3 Aircross akan Dikirim ke Konsumen Bulan Depan

RiderTua.com - Citroen kini menghadirkan varian baru lainnya dari C3 di Indonesia, yaitu Aircross. Layaknya C5 Aircross yang sebelumnya dirilis,…

25 April 2024

Marco Bezzecchi : Kami Belum Mencetak Satu Poin Pun di Sprint Race

RiderTua.com - Dari 3 sprint pertama musim 2024, duo rider VR46 Marco Bezzecchi dan Fabio di Giannantonio belum mencetak satu…

25 April 2024

Mengenai Citroen e-C3 yang Mendapat Nol Bintang Dari Global NCAP

RiderTua.com -Citroen memang sudah dikenal dengan line-up mobilnya yang berkualitas, tapi dengan harga yang cukup terjangkau. Bahkan ini juga berlaku…

25 April 2024

Jadwal MotoGP Jerez 2024

RiderTua.com - Jadwal MotoGP Jerez 2024.. Usai melakukan lawatan ke Amerika Serikat, balapan MotoGP kembali ke tanah Eropa. 'Gran Premio…

25 April 2024

Bermesin 2 Silinder Harganya Rp 60 Jutaan, Suzuki Rilis GSX-250R Model Baru

RiderTua.com - Suzuki GSX-250R, motor sport touring yang hanya dijual di 2 negara saja yakni Jepang dan China untuk saat…

24 April 2024

Daihatsu Lanjutkan Produksi Rocky-Raize di Jepang

RiderTua.com - Sebelumnya Daihatsu diketahui melakukan manipulasi tes tabrak terhadap sejumlah mobilnya yang dijual di Jepang. Akibatnya beberapa model seperti…

24 April 2024