Kenapa Mundurnya Valentino Rossi dari MotoGP, Mimpi Buruk Bagi Dorna?

Masa pensiun Valentino Rossi sudah semakin dekat sekarang dia sudah berumur 38 tahun walau masih mampu melawan pembalap muda saat ini namun secara nalar saja dia memang harus memikirkan pekerjaan yang lebih ringan, bisnisnya lebih menjanjikan daripada gajinya saat ini, walau semua bukan semata dihitung dari meteri saja dan walaupun gelombang tuntutan dari penggemar agar Rossi masih terus membalap masih mengalir tiada henti, namun Rossi tetaplah manusia dan masa untuk undur diri semakin dekat kemungkinan akhir tahun depan atau 2018 adalah musim terakhir dia, sedih memang mendengar dan membayangkan rencana nya saja, kontrak dengan Yamaha berakhir tahun depan, walau kabar baiknya ada kemungkinan dia akan membalap dua tahun lagi, atau dua tahun tapi dengan opsi satu plus satu kontrak dan sewaktu waktu bisa berhenti.

Namun bagaimanapun juga MotoGP tidak bisa melakukan apa- apa jika waktunya sudah tiba bagi Valentino Rossi seperti halnya MotoGP kehilangan Agostini, Nieto, Doohan dan Schwantz, namun legenda yang disebutkan tadi beda dengan era Rossi saat ini, dimana para pendahulu Valentino Rossi itu jauh dari dunia bisnis, sosial dan hiburan seperti yang terjadi di MotoGP saat ini, jika Valentino Rossi ‘hilang’ maka dia lebih berharga dibanding para legenda MotoGP sebelum dia, kenapa bisa begitu? Valentino Rossi dibesarkan oleh media abad ke-21 dia telah menjadi orang yang dikenal di seluruh dunia dan image kekuatan secara ekonomi jauh lebih besar bahkan dibandingkan seorang Giacomo Agostini di penghujung karirnya dulu.
Seperti dilansir Repubblica.it( 02/08/17), Valentino Rossi menggerakkan bisnis lebih dari 300 juta euro dan diperkirakan berkat pamor Valentino Rossi ini akan menghasilkan separuh pendapatan MotoGP. Sebuah kekuatan besar yang Dorna-MotoGP belum menemukan cara untuk menangani masalah ini jika dia pensiun. Menemukan rider berkarisma layaknya Valentino Rossi, yang saat ini masih mampu juara dengan kondisi yang sangat sulit di usianya.

Salah satu kandidat pewaris yang pantas sejatinya adalah seorang Marco Simoncelli dia cepat, bersih, bagus dan ada beberapa bumbu gesekan serta kontroversi dengan orang-orang Spanyol. Secara ringkas Marco Simoncelli adalah karakter yang sempurna untuk menggantikan Valentino Rossi, tapi sayangnya dia telah pergi untuk selamanya. Mungkin setelahnya ada Marc Marquez dengan kecepatan, dan gaya duelnya serta sangat mengidolakan Valentino saat kecil, dan sepertinya cerita legenda itu hampir sempurna sebelum hancur pada musim 2015 yang dikenal dengan Sepang Clash, membuat panas semua Fans dan penolakan pewarisan tahta itu ke pembalap muda Spanyol itu.
Jika Valentino Rossi berhenti maka sponsor dan merchandise akan berkurang atau bahkan hilang, dialah yang menarik ribuan penggemar setiap tahun dan menyedot perhatian jutaan penggemar di depan TV. Jika dia dengan daya tariknya yang besar pergi, pasti akan menyebabkan penyusutan pecinta MotoGP dan semua yang berkaitan dengan MotoGP. Dorna hanya bisa berharap bahwa di tahun-tahun ini ‘copy’ dari Valentino Rossi akan muncul sebelum yang asli meninggalkan dunia balap MotoGP.

Comments Via Facebook

comments

3 Comments

  1. Ya ya ya… Dorna bangkrut, eurosport bangkrut, sirkuit tutup semua sekalian
    Rossi pensiun = motogp bubar ga ada lagi balapan. Klo Rossi nanti jadi tim satelit tim pabrikan pasti kalah

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*