Advertisements
March 28, 2017

Dani Pedrosa : Balapan Assen ibarat seperti bermain lotere…. dan Mimpi Buruk…!!!

Hasil yang mengecewakan dialami oleh Dani Pedrosa di Grand Prix Assen Belanda pekan lalu. Dimana sejak mengikuti sesi latihan ia tak pernah mendapatkan catatan waktu yang bagus, bahkan saat kualifikasi ia harus start diluar sepuluh besar yakni diposisi 15 sementara di balapan penampilannya lebih buruk lagi karena gagal melanjutkan balapan setelah terjatuh di lap pertama di sesi balapan yang kedua. Walapun disesi balapan pertama ia berhasil merensek posisi depan diposisi ke lima. Namun hasil akhirnya ia berhasil berada diurutan ke 12 dalam sesi yang pertama.

Valentino Rossi assen

Hasil buruk yang dialami Dani Pedrosa tentu saja sulit dilupakan. Sebab apa yang terjadi diluar harapannya. Mungkin sirkuit Assen menjadi kenangan buruknya saat ini padahal sebelumnya ia mempunyai catatan bagus disirkuit kincir angin ini. Menurut data statistik ia pernah lima kali masuk podium selama mengarungi MotoGP.

“ Balapan seperti di Assen ibarat seperti bermain lotere. Pada awalnya, kami melakukan strategi dengan menggunakan ban lembut dan saya merasa punya potensi yang bagus. Tapi, ketika lintasan mulai mengering, saya justru melambat. Ini balapan yang sulit. Kami akan mencoba menemukan solusi terbaik pada balapan berikutnya ”

Advertisements

Comments Via Facebook

comments

1 Comment on Dani Pedrosa : Balapan Assen ibarat seperti bermain lotere…. dan Mimpi Buruk…!!!

  1. Direktur Repsol Honda, Livio Suppo mengklarifikasi bahwa tudingan para pembalap mengenai anak emas itu tidaklah benar. Livio Suppo menyampaikan hal itu diwawancara setelah seri Assen selesai.

    Ya, tudingan Pedrosa saat itu adalah Honda lebih mengutamakan Marquez. Setiap ada masukan, pasti Marquez lah yang dianggap benar daripada pembalap lain. Juga, perkembangan dari Motor RC213V adalah mesin yang ditentukan Marquez.

    Namun, hal itu secara mentah-mentah dibantah oleh Livio Suppo. Livio menganggap semua rider di Honda itu sama, tidak ada yang dibeda-bedakan.

    “Tidak ada “anak emas” di Honda. Semua pebalap, termasuk Cal, meminta kami mengurangi power mesin. Honda menciptakan mesin dengan mengikuti masukan yang diberikan seluruh pebalap Honda. Kami melakukan uji coba di Jerez untuk membandingkan mesin.” ucap Suppo

    Hanya saja memang mesin Honda lebih bekerja baik di Marquez, namun tidak ada hal lain dibelakang itu.

    Meskipun begitu, hal seperti ini memang sudah wajar selalu disebut-sebut oleh pembalap. Karena dari sebuah tim, tidak menutup kemungkinan pasti ada rider yang lebih kuat dibandingkan yang lainnya.

    “Namun wajar-wajar saja bila pebalap lain seperti Dani merasa ragu, karena mesin kami ternyata cocok dengan gaya balap Marc. Meski begitu, saya rasa mesin kami bekerja dengan baik untuk semua pebalap. Honda berusaha meningkatkan performa motor untuk semua pebalap, tak hanya Marc,

Leave a Reply

Translate »
%d bloggers like this: