Mobil Nasional Kerja Sama Dengan Proton Malaysia….Bangga Atau Nelangsa….???

Mobil Nasional Kerja Sama Dengan Proton Malaysia....Sebuah Kemunduran

Pabrikan roda 4 Malaysia, Proton sudah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Adiperkasa Citra Lestari yaitu perusahaan otomotif  Indonesia… disaksikan oleh Presiden Indonesia Jokowi….
Apakah langkah Ini sebuah kemajuan..??? emboh lah… tapi pastinya ketika kebijakan itu diambil bapak-bapak yang berkecimpung didalamnya pasti orang-orang pinter…emboh pinter opo…. 😀

Proton-Suprima

Siapakah  Proton itu..?

PROTON adalah kependekan dari  Perusahaan Otomobil Nasional Sdn. Bhd. berdiri tahun 1983 prakarsa dari PM  Mahathir Mohammad…. adalah produsen mobil  pertama di Malaysia…pada awal merintis  Proton mengadopsi  teknologi dari pabrikan Jepang, Mitsubishi…dan kini  Malaysia berhasil mengembangkan teknologinya sendiri….

Jepang (Mitsubishi) ⇒ Malaysia (Proton) ⇒ Indonesia (Mobnas)

Dari situ saja bisa dilihat bahwa kenapa Indonesia tidak mengadopsi teknologi langsung dari Jepang…berapa pabrikan Jepang yang “mengakar” di tanah Air?…seolah kita ini tak berdaya bernegosiasi dalam alih teknologi…dengan kata lain…

“Teknologi itu diambil dari Jepang dengan perantara Malaysia…betapa lemahnya kita…”


Nasib Esemka tinggal cerita…”sudah lupa tuh”

Masih ingat idealisme “Walikota ” Saat itu… seakan ada angin segar Esemka akan jadi kebanggaan kita…entah itu teknologi mobil KW mana atau hanya sekedar sebuah sinetron belaka…kita dibuat “sudah lupa tuh”…

Seakan esemka sepah dibuang… bagaimana nasibnya….?

 


 

Bagaimana kalau Mobnas di anak emaskan…?

Bila ada indikasi mobnas di”anak emas”kan seperti saat dulu mobil timor dapat hak istimewa berupa pembebasan pajak barang mewah… maka tidak akan lama lagi produsen mobil besar Jepang, Amrik dan Eropa akan protes dan hak istimewa itu akan dihapus oleh Badan Perdagangan Dunia (WTO)…..

Bagaimana bro jika Mobnas itu berhasilpun atas kolaborasi Malaysia -Indonesia…apakah kita harus bangga…. !!!

Kalau saya jadi Warga Malaysia akan Bangga dengan Proton….kalau saya jadi warga Indonesia, dengan Mobnas   akan nelangsa…

 

Walau bentuk perjanjian itu bukan dalam bentuk Joint Venture…dan belum mengikat kedua belah pihak…namun bila kedepan hal itu terealisasi ya begitulah jadinya…

Comments Via Facebook

comments

37 Comments

  1. yg penting negara ini tidak di jual,yg penting tidak di korupsi.. isin titik ora popo…lw bisa esemka dan mobnas di jadikan satu,tpi lw bikin mobil jangan yg hargax 1M.. lw hargax segitu nanti rakyat yg gk mampu cuman ngowos tok… Oke

  2. Ya jelas ngapain sama malaysia, pasti jadi pro dan kontra . . Ini politik aja pemerintah utk pengalihan situation, yang ujung2nya guatot(jiaahh kayak pengamat sepak bola)

  3. Terserah mereka lah pak RT…saya dah punya mobil 3 kok, hehehe…blum ada rencana nambah, klaupun ada saya bakal tetap ambil jepang/eropa skalian…saya ogah repot dgn tetek bengek yg lain (service/sparepart)

  4. kenapa ngak kerja sama sama tesla untuk riset mobil atau motor listrik, kita belum ketinggalan untuk riset mobil listrik, negara majupun masih tahap riset. kalau mobil bensin kita.udah ketinggalan jauh dari negara jepun, kita baru mulai mereka udah masuk ke hybrid, next baru listrik, lah kapan kita jadi pelopornya…?

    pemikiran yg aneh

    • Emangnya ada apa dengan proton?
      Menurut saya ga masalah kok kalau sebatas kerjasama untuk mengembangkan mobnas. Malah saya bilang Esemka tidak bisa dibilang 100% mobnas, karena mengambil basis dr mobil foday. Justru yg bisa dibilang mobnas itu Maleo karya pak b.j. habibie, walaupun tidak terlalu kedengaran di publik. Dengan adanya kerjasama, mempercepat alih teknologi, drpd memulai dr bawah, membuang banyak waktu dan biaya, belum lg resiko gagal yg besar. Seperti dulu kia sama mazda, sekarang mereka bisa mempengaruhi otomotif dunia.
      Kalau alasannya cuma karena negara / politik, menurut saya tidak usah dicampur aduk. Misalnya, apabila korea masih sentimen dengan tetangganya jepang dan ga mau kerjasama dengan mereka soal pengembangan mobil, menurut saya mereka gak bakal maju seperti sekarang. Itu baru sektor otomotif, belum lagi sektor elektronik dll. Jangan dicampur adukkanlah masalah politik / hubungan. Lihat saja korea utara, mereka kehidupannya cenderung stagnan.

  5. jan ne ki menurutku ojo gawe mobil disek, indon ki pantese gawe rel sepur dobel disek, ojo mobile disek… dalane wes sumpek, buang bensin tok ae, lha lapo kok dobel, yo ben iso budhal mulih ra sah enten2an… lha sepur kuwi mau digawe seng penak, apik, aman, koyo neng jepang kae lho, metu omah, numpak sepeda nang stasiun, tekan stasiun mudun numpak sepeda maneh nang kantor, sepeda ne diselangi pemerintah, lek seng mblusak mblusuk kantore yo ditumpak ne trem, lha kawasan perkotaan kudu di atur pisan, neng kawasa perumahan ojo bukak kantor, omah yo gae omah, kantor yo ndek kawasan perkantoran, sing industri yo dewe maneh… koyo jaman londo kae, lha neng mediun ki jane yo ono lho bekase trem neng dalan kutai kae lho… trus angkutan umum kui di murah ke… ono bensin khusus gae trayek plat kuning, yo iso dijatah ben dino ne, lak wes ketok mulyo to… lha piye pendapatan pajak yo wes akeh, masyarakat yo wes melek pajak, garek ngature ki duwite arep digawe mbenakno opo dishek, kan pemerintah saiki wes garek mikir kui thok, ra sah mikir perang maneh… monggo…

  6. dari semua komen kok gak ada yg tau critanya yaa…
    itu sebenarnya tukar guling pembelian panser anoa 6×6 ke malaysia dan sebaliknya malaysia minta syarat kita juga beli proton dari mereka dan kita menyanggupi asal kita mendapatkan t.o.t ( transfer of technology ) produksi proton diindonesia tapi direbranding sebagai mobnas. sama sama bersejarah itu * pertama kali kita menjual panser anoa 6×6 ke luar negeri (malay) dan pertama kali proton diekspor ke luar negeri (indo).
    dan sama juga ada pro kontra disini dan malaysia juga, desas desusnya di forum malay mereka galau dengan kelanjutan proyek panser pars 8×8 dan malah membeli panser anoa dari indonesia meskipun mereka juga meminta namanya diganti dengan rimau dan untuk kasus proton mereka inginnya kita membeli utuh saja tanpa adanya t.o.t mobnas dengan alasan kwatir malaysia yg akan dikadalin oleh indonesia atas kesepakatan ini.
    jadi sama sama nyesek disini dan disana.

  7. Ini memang presiden penuh pencitraan sorry to say, sudah bnyk bgt yg dilanggar dr kampanyr dulu. Dan perusahaan otomotif itu milik hendropriyono timses nya dulu….saatnya bagi2 yo pak. Dan konon kbrnya alamat perusahaan itu ternyta hanya sebuah kantor notaris…..boneka oh boneka bukan boneka dr india tp boneka dr surakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*