Perubahan Rambu Lalu lintas Standart ASEAN….

rambu lalulintas asean

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 13 tahun 2014 tentang rambu lalu lintas baru, Dishub dan LLAJ Jawa Timur akan secepatnya mengganti seluruh rambu lalu lintas yang ada…apa saja sih bedanya dan kenapa kok diganti …?

rambu lalu lintas dilarang berhenti old

“Permenhub ini sekaligus untuk menyesuaikan karena kita menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean sehingga rambu lalu lintas memang harus sesuai dengan standar ASEAN,” ( Gatot Subroto, Kepala Seksi Akreditasi Sarana Prasarana Dishub dan LLAJ Jawa Timur)

Perbedaannya apa saja:

  • Mayoritas nantinya akan berbentuk lingkaran
  • Bentuk persegi empat juga masih tetap ada
  • Warna  akan bermacam-macam tergantung jenis larangannya.
  • Untuk larangan parkir, dan larangan berhenti misalnya, dalam rambu yang baru akan memiliki warna dasar putih, dengan garis tepi merah, dan warna lambang dan huruf atau angka adalah hitam, jika ada tambahan kata-kata, maka akan berwarna merah.
  • Batas minimum kecepatan, akan memiliki warna dasar biru, dengan garis tepi putih, dengan warna lambang putih dan huruf putih dengan warna kata-kata adalah putih.
  • Ada empat ukuran, yaitu Ukuran kecil dengan diameter 450 milimeter persegi, Ukuran sedang dengan 600 milimeter persegi, Ukuran besar dengan 750 milimeter persegi, dan Ukuran sangat besar dengan 900 milimeter persegi.

dilarang merokok

 

Peraturan ini sebetulnya sudah mulai ditetapkan sejak 14 april lalu… . saat ini .masih dalam tahap sosialisasi sehingga pergantian rambu juga akan dilakukan secara bertahap.

Jawa Timur,  di ruas jalan provinsi saat ini  terdapat 6.829 buah rambu lalin dimana tidak bisa semuanya langsung  diganti karena harus menyesuaikan anggaran yang ada. Biasanya tiap tahun hanya mendapatkan anggaran untuk pergantian 200an rambu-rambu…untuk area Kabupaten atau kota  maka pergantian rambu sepenuhnya diserahkan ke Dishub kabupaten/kota setempat…

Sumber: Suarasurabaya.net

penyeberang jalan

Comments Via Facebook

comments

11 Comments

    • jadi kalau kita riding di malaysia rambunya sama ….tapi kemungkinan kita akan touring ke negara2 asean ada? sampek tuwek ga ada.. 🙂
      *gak tau apa hubungannya dengan investor… kan pemerintah lagi gencar cari investor dari negeri tetangga tuh… kalau mereka familiar dengan rambu2 nya saja kali aja tertarik untuk ber-invest… xixixixi…

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*