Menikah Dengan Motormu…!

married me
pict from: www.fotothing.com

Boy(bukan nama sebenarnya) adalah seorang suami dari istri yang baru dinikahinya 2 tahun lalu..belum dikarunia putra… kehidupan rumah tangga perkawinannya baik-baik saja 2 tahun terakhir semenjak nikah hingga sekarang tanpa selisih yang berarti..walau ada cuma salah paham remeh…
Cerita ini berawal ketika sebuah pabrikan melaunching sebuah produk baru motor sport yang fenomenal dan jadi perbincangan hangat di berbagai media baik tulis koran dan media elektronik ..si boy pun mengutarakan maksudnya untuk memiliki motor itu kepada sang istri, sesuai dengan usia dan jiwa mudanya dengan tingkat ekonomi yang terbilang cukup dan belum punya anak maka untuk menebus motor seharga diatas 60 juta bukan masalah buat pasangan ini…
Namun masalah yang sebenarnya sedang membayangi pasangan ini awal keretakan hubungan harmonis mereka dimulai …pertama saat diantarnya unit motor baru itu oleh dealer kerumah…si Boy terlihat semangat sekali… ceria, bahkan sampai jadwal makan jadi tak teratur..sang istri hanya bisa geleng kepala melihat tingkah suaminya… beberapa bulan sang istri masih sabar dan berusaha memahami perubahan sikap suaminya dan berfikir “asal suamiku senang..aku turut gembira…”
Menginjak tahun pertama suaminya ternyata “selingkuh” dengan motor baru dengan CC yang lebih besar… tentunya motor lama dilego dulu untuk nambah yang baru…uang yang ditebus lumayan besar dan untuk kali ini tanpa izin dan pertimbangan sang istri..dengan perkiraan  pasti istrinya setuju..wong selama ini suaminya modif, touring kemana aja gak dilarang dan terlihat secara “wajah luar” gembira….rupanya sang suami gak sadar bahwa istrinya menuntut sesuatu yang hilang saat dulu pertama kali dia berniat meminangnya entah karena takut atau gak tega akan melukai hati suaminya…aku butuh PERHATIAN…!!

Ilustrasi diatas adalah fiksi semata dan bisa terjadi pada diri kita, bahkan untuk kelas motor sejuta umat …. Jangan sampai istri kita bilang ‘menikah dengan motormu saja’…

Comments Via Facebook

comments

11 Comments

  1. Kalau saya pasti boleh tapi yang pakai nyonyah, saya pakai yang lama ha ha
    mending ra tuku wae

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*