[Diskusi]: Konsumen..Kasta..Kelas..Ekonomi… dan Tanggung Jawab Produsen…

Recall produk motor... Hak atau Kewajiban.......???

Berangkat dari perbezaan  kala kita baca bagaimana respon kala mendapat komplain konsumen, produsen roda 4 bila dibandingkan dengan roda 2 akan sangatlah menarik…maka jadilah sebuah tulisan dengan tema diskusi terbuka ini… semoga tidak melebar kemana-mana dan “membidik” salah satu pabrikan…karena gak ada niat membicarakan brand tertentu…secara ‘global TV’ saja :mrgreen:

funny-african-motorcycle

Harga

Harga termurah mobil yang “pantas” adalah 150 juta ke atas.. konsumen untuk kelas ini adalah menengah keatas yang mapan…dan kalau bisa dibilang golongan mampu dan berada…
Masih ingat waktu dulu saat masih sekolah bila hujan turun kala di jalan … RT  hanya bisa naik motor dan selalu “mbatin” alangkan bejo dan enakknya ya bila naik & punya mobil…hujan gak perlu neduh dan tidak basah…dari situ sudah bisa RT bayangkan ..status dan “derajat” yang akan membedakannya… nelongso :mrgreen:

triumph-speed-triple-r moge

Kasta & Kelas

Bisa jadi antara konsumen roda dua dan mobil setelah tumplek dijalan akan otomatis menunjukkan kelas mereka masing-masing… walau tidak semua berfikiran begitu, kalau kita mau jujur hal itu sudah menjadi “hukum alam” dimana tingkatan pemilik kendaraan akan mengikuti jenis kendaraanya…
Jangankan itu antara rider (sesama pemilik motor)saja sudah mengklasifikasi secara otomatis kok kalau sudah beda jenis,merk dan harga…iya apa nggak..???

“motorku mahal minggir kau…!!! ”  :mrgreen:

California Pushes For New Highway Law

Tingkat Ekonomi dan cara berfikir..

Bukan berarti RT bilang konsumen roda dua selalu nurut dan pasrah..namun kenyataan dilapangan biasanya, masalah apapun yang keluar dari “wong cilik” biasanya..biasanya lo yaa tidak di gubris..ora direken sama ‘juragan’ dan penguasa…. lain bila yang komplain orang penting apalagi `ber-jabat & ber-pangkat`… tentu akan bikin ‘keder’ bapak petugas(entah petugas apapun di negeri ini… dari tingkat terendah sampai tertinggi..)  contoh kasus saja…

-coba kita beli motor harga 12 juta-an… trus komplain… bisa jadi akan dijawab ” wong motor murah kok mintanya yang sempurna” (bercanda)… 🙂
-lain bila yang komplain itu beli moge harga 120 juta… pasti akan dijawab ” maaf bapak, atas ketidaknyamananya..nanti akan segera kami tindak lanjuti, dan akan kami kirimkan teknisi ke rumah bapak”…. (tentu saja itu hanya rekaan dan candaan lo ya jangan di ambil hati…) 😆

Recall

Recall adalah sesuatu yang menakutkan buat produsen..resiko nama mereka rusak dimata konsumen dan lain lain… namun biasanya produsen mobil lebih ‘care’ akan keluhan konsumen karena mungkin beberapa alasan diatas…karena kalau hal ini gak diperhatikan RT yakin kedepan konsumen akan semakin pintar dan isue-isue yang terjadi pada produk yang dibeli akan menentukan seberapa besar kepercayaan mereka dan kelangsungan mereka dalam membeli produk itu…
Bahkan ada produsen yang menyikapinya dengan penyelesaian secara diam-diam,tertutup atau bahkan menggunakan istilah lain… padahal diluar negeri istilah recall adalah hal biasa… atau justru produsen tau konsumen Indonesia belum siap dengan istilah recall…

Apakah didunia otomotif juga berlaku adanya ungkapan “jurang si kaya dan si miskin..? “…. weeew… nelangsa..  😥

Jullie anne san jose
Recall aku dihatimu…………
*Semoga hal ini tidak terjadi di negeri kita tercinta ini………
*Berharap para “penjual” motor manisnya tidak hanya saat jual barangnya saja..setelah rusak dibikin ruwet… (harapan lo ya bukan menuduh.. ntar ada yang tersungging)

Comments Via Facebook

comments

65 Comments

  1. Banyak sekali motor yang di jual di negara kita dan kini
    beredar di jalanan mengalami permasalahan bukan karena
    pengguna tapi karena kualitas pabrikan yang tidak terjaga.
    Recall untuk motor yang banyak mengalami permasalah yang
    sama teramat langka. Recall dianggap sebagai AIB. Tindakan
    Recall di negara kita di anggap suatu yang memalukan.

    Kekurangan dari motor yang di jual harus di tutup rapat-rapat.
    Bila kekurangan itu di ungkapkan oleh seorang blogger maka
    tugas dari sales motor dunia maya untuk membungkamnya.

    Kritik masih tabu agaknya, padahal dengan kritikan yang diberikan
    oleh seorang blogger terhadap sebuah motor itu merupakan saran
    yang membangun agar perusahaan motor dapat memperbaiki dan
    menjaga kualitas suatu produknya, jangan sampai uang yang
    dikeluarkan konsumen motor Indonesia menjadi sia-sia.

    http://yudhadepp.blogspot.com/2013/03/verza-vs-cb150r-verza-lebih-favorit.html?m=1

  2. lapor pa erte!
    MAAF OOT!!

    saesuk hv 125 fi arep diinepke neng diler.
    arep di cek keseluruhan.
    mosok masalah motor wiwit mbrojol durung kelar sampe saiki!
    motor ngempos ne mesin tesih adem.
    ne mesin panas lancarrrrrr,,,,,,

    Bagaimana dengan motor anda?!

    • Haloo..mas galau….. melu njawab yo….
      Spt pd waria125 sy yg perlu dilakukan adlh bw ke AHASS lalu ganti busi beatFI, reset ECM dan seting ECM dg HIDs. Seting altitude 1 otomatis rpm pd 1700. Trus pake rpm meter,rpm diturunkan menjadi 1500/1400. Klo waria sy pada 1500rpm (1400 kekecilan/malah mesin mati. Tp ada jg yg make 1400.tergantung motor). Jadinya klo pas kondisi dingin/pagi saat start pertama rpm tinggi (1700 ) trus 10 detik kemudian rpm turun sendiri. Buat jalan langsung wussss…………. Pernah nyoba rpm tetap pada 1700, start pagi rpm tinggi nggak turun2. buat jalan malah ndangdutan. Pemanasan musti 1-2 menit. Itu krn tidak adanya sensor IAT dan MAP. Jd yg ngatur bbm dan udara paten pake altitude. Atau klo mo nyetel rpm sendiri ( manual). Buka bagasi di bawah ada tutup ireng bunder dibuka, masukkan obeng lalu diputar kekanan ( rpm turun) kekiri(rpm naek). Kebalikan dr karbu. Putar setengah sudah turun banyak. Atau dikiro2 dw.
      Satu lagi, jangan taroh motor di tempat yg kelembaban udaranya tinggi, spt dekat km mandi atau didalam kulkas.
      Mugo2 ndang waras wariane…..heheheheheheeee………………

  3. Sejak pake supra th 92 yg cat gampang ngelupas dan body pada getar.. setelah pake 2th kujual.. pake merk sebelah ternyata lbh nyaman.

  4. absen aja mbah rt….bingung mau komen apaan…yg jelas bonusnya kurang maknyusssssssss,ga bisa ngingetin ke mantan…hahayyyyyy

  5. Ketika aku komplin suatu produk atas ketidak nyamanan motor, mereka cuma bilang (oh itu sudah karakteristis mesin ) enak men jawabnya tanpa rasa bersalah atau malu.

  6. makan direstoran dgn dipinggir jalan memang beda,kita menyadari cuma jangan keterlaluan tetap ada keramahan dari kesederhanaan,kalau makannya ditengah jalan?

  7. aku komplain ama bonusnya pak RT..masa bloger kelas wahid begini bonusnya kurang maknyuss…hehehehehe… piss men…

  8. Mirip kaya kasus ninja 250fi yng fairing’a meleleh itu donk pak rt dmna klo ngga diungkapin dblog/media internet itu kasus bener2 merugikan konsumen..

  9. Banyak konsumen R2 yg nrimo atau gakk τa̐ü kalo barang yg dibelinya banyak minusnya, dan hanya sedikit yg mauu kritis,
    Sekalinya kritis yg berbalik ℓɑ̤̥̈̊ƍΐ dengan mental produsen, yg basa kasarnya,
    1, you get what you paid, 🙁
    2, Let it die by the time 🙁

  10. Seprtinya perbedaan pelayana beda bnget pak erte. Waktu mobil ane ada masalah cepet bget tuh beres ngerespon, padahal hanya servis keliling yang ane datengin. Eh giliran motor ane yang bermasalah ane bawa diberes malah mekaniknya ngomong udah dari sononya tuh, padahal punya temen2 ane gk ada masalah seperti yg ane alami

  11. biasanya semakin mahal tunggangan rasionalitas konsumen menjadi semakin kecil pengaruhnya pak RT, sisi emosional yang semakin kuat. mbah indobiker pernah nulis artikel tentang rasionalitas dan emosi serta beberapa faktor lain dari tipe konsumen r2 khususnya

  12. konsumen r4 lebih mapan, dan membeli mobil bukan karena fanatik brand tertentu, tapi karena kebutuhan, karena harga mobil baru saat ini di atas 120 juta’an.

    beda dengan konsumen r2 yang bebas memilih brand kesukaannya, so harga motor baru saat ini mulai 12 juta’an.

    misalnya:

    “mr. x punya duit cuma 150 juta, sebenarnya mr. x ini fanatik maria mercedes benz yang gak bikin mobil murah, bisa saja beliau membeli mobil mercy second tahun tua, tapi kalau dipaksakan yang ada dia akan kerepotan pelihara mercy tua tsb…., nahh karena uang pas2an dan mementingkan keluarga besarnya, maka si mr. x ini cuma bisa beli mobil baru mini mpv sekelas avanza, xenia dan ertiga….!”

    “lain lagi dengan bro nn, karena masih bajingan aka bujangan…., dia punya uang 150 juta dan bro nn ini sebagai bikers yang fanatik brand tertentu (dengan uang 150 juta) pastinya bisa bebas memilih type / jenis motor, secara motor2 jepang (honda, yamaha, suzuki dan kawasaki) yang diproduksi disini harganya belasan sampai puluhan juta rupiah saja….!”

    (rata2 konsumen r4 kelas menengah lebih melihat situasi kondisinya, dan tidak terlalu memaksakan membeli mobil brand fanatiknya…., kalau konsumen r2 kelas menengah kebawah lebih melihat brand dari pada situasi kondisinya, coz kredit motor baru sangat gampang, dua-tiga bulan kredit macet…., tariiiikk maang).

    melihat kasus tsb, bisa di tarik kesimpulan…., “perang” marketing r4 lebih sehat dari perangnya marketing r2, dalam aksi nge-bc dan ngibulin konsumen !

    *buat yang kredit motor belasan juta, berdoa dan terima aja apa adanya…., mudah2an motor barunya tidak bermasalah….

  13. relatif mas ( sorry aku panggil mas ya, soale aku lahir 1969)
    Pengalaman komplain cat pajero sport langsung ditanggapi—> puas
    Pengalaman komplain ordometer shogun 125 mentok, diganti gratis —>puas
    pengalaman komplain sparepart twincam 1600 cc–> gak ada kejelasan ( jengkel)
    pengalaman order spare part motor Y—>. malah dijual sama konsumen lain ( dongkol)
    Keluh kesah lampu redup hsx 125 —> jawabnya muter-muter ( mbuh lah…)
    Silakan dibuat kesimpulan sendiri….

      • bukan banyak masalah, selaku konsumen wajar jika membeli produk selalu minta yang perfect (prinsip jual beli : pembeli minta sesempurna mungkin, penjual berusaha meng-aspirasi keluhan konsumen) dari harga yang sekedar ribuan sampai ratusan juta
        Karena prinsip dasar dari multi seller adalah menarik konsumen sebanyak mungkin, memanage konsumen dengan baik, menjaga relationship antar penjual dan konsumen
        Jika penjual tidak bisa memanage konsumen, hanya tinggal itung hari saja, hanya tinggal konsumen yang fanatik saja yang ada

  14. sorry oot pak rt.

    to korlantas mabes polri:

    saya rasa istilah penggolongan jenis kendaraan yang tertulis di register bpkb / stnk harus berubah sesuai perkembangan teknologi dan jenis2 kendaraan baru..

    misalnya:

    saat ini jenis kendaraan yang tertera di stnk itu adalah jenis mobil penumpang / minibus, jeep, sedan dsb…., lucunya “jeep” ini bukan jenis mobil, tapi merek mobil, karena salah kaprah, maka mobil2 suv disebut mobil jeep….
    yang aneh lagi, mosok honda jazz ane pada stnk ditulis jenis mopen / minibus….
    😀
    terus ada kasus daihatsu taruna csx ditulis pada stnk jenis jeep, dan ada lagi malah daihatsu taruna csx yang lainnya pada stnk ditulis jenis minibus, weleh2….
    😀
    jangan aja mitsubishi pajero sport yang jelas2 suv ditulis jenis minibus !

    kedepan dalam hal ini korps lalulintas mabes polri, harus mengklasifikasikan jenis2 kendaraan sesuai perkembangan jaman, seperti jenis suv dan mpv juga dipakai dalam istilah klasifikasi jenis mobil pada bpkb / stnk….

    • @ qwerty
      memang perlu revisi!
      contohnya KTP yang lama, masa status bujang ditulis TIDAK KAWIN,,,,
      wkwkwkw,,,,,

      • ya tuh staus Kawin ngak kawin membingungkan tambah lagi stusnya telat kawin, kepingin kawin, baru kawin, dan ngak ada yang ngawinin membingungkan kan?

    • istilah suv, citycar, cuv dikenal akhir-akhir ini saja, dulu klo personal passanger yang ada hanya sedan, minibus, jeep. Tidak sesimple yang dibayangkan merubah status yang tertulis ( contoh: merubah logo pertamina dari patrayasa menjadi huruf P saja butuh uang dalan hitungan trilyun), karena merubah satus harus menyeluruh dari hulu sampai hilir. ngerti son…..
      Makanya beli pajero sport biar tahu jenis kendaraan apa tuh si-pajero sport

  15. betol itu mbah klo mobil baru trus mogok di jalan, tinggal telp dealer langsung dikirim service car. klo motor baru mogok, ya mesti dorong sendiri sampai ke dealer….. beda tho

  16. OKelah klo beg beg begituh….
    Saatnya konsumen R2 kompak….
    Motor anyar uelek buakkk#@?….
    Apa kaya konsumen India…..?
    Semua tergantung duit Dan waktu anda…

  17. Kaya mana pabrikan r2 mau ngerecall, orang dulu aja pas ada recall suatu produk, salah satu pabrikan kompetitor langsung bkin issue yg katanya itu produk hanya sebuah produk gagal ampe sales”nya trun kejalan buat nyebarin itu issue.. Ane gak nyebut merk ya pasti tau dahh itu siapa 😆 😆

  18. ono rupo ono rego, ono rego ono rupo,…..target CS 0% complain,….jika barang yang dijual produk gagal otomatis brand itu akan jatuh dengan sendirinya karena pelanggan sekere-kerenya tapi bisa beli alias punya uang tetap dianggap raja….ibarat obat efek samping atau alergi hanya terjadi pada beberapa orang aja, 3 dari 10 orang yang mengalaminya (alias apes)… harga sesuai kondisi dan materinya(disesuaikan) value…bukannya produksi kendaraan jepang hanya sampai 5 tahun saja max penggunaannya!! faktor lain ( penggunaan, perawatan juga pengaruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*