Cerita Polisi Bobok dan Rider Alay…


Ditempat tinggal RT jalan kampung yang dulu masih tanah sekarang sudah diaspal(rencana di paving)… jalan jadi gak berdebu dimusim kemarau dan tidak lagi becek dimusim hujan…enak nih… namun bukan ketenangan yang di dapat justru kekhawatiran kini muncul…pasalnya kendaraan jadi lebih kencang dari sebelumnya… khawatir anak-anak kecil yang bermain atau nyeberang ditabrak saja…

Ada pro kontra untuk memasang Polisi bobok /poldur..dimana diharapkan bisa mengurangi laju kendaraan…namun bagi orang yang jalannya sewajarnya akan merasa kena imbas dari pengendara lain yang gak tahu aturan tadi… rata-rata sih anak  ABG yang suka ngebut…

Karena menurut mereka jalan dibuat kan buat kenyamanan… dari yang dulunya berdebu dan becek jadi mulus dan kering kalau dipasang polisi tidur jadi jendal-jendul gak nyaman lagi to…???

Tentang iklan-iklan ini

Tentang heru kuncahyono

KeepBrotherhood & Peace
Tulisan ini dipublikasikan di diskusi, Inspirasi dan tag , . Tandai permalink.

53 Balasan ke Cerita Polisi Bobok dan Rider Alay…

  1. t163r3v0 berkata:

    3 besar

  2. Pram berkata:

    Enakan yg jendul pak RT

  3. fitready berkata:

    kalo yg bawah jendul nya uwenak pasti :-P

  4. emasyayang berkata:

    Ayu tenaan… Yok tidur yok…

  5. ukin berkata:

    kalo emg dtmpt pnduduk padat n byk aktifitas orng pd nyebrang maka itu wajib pa rete..kaya ditempat saya, biker pun jd maklum..
    #cikarang banyak kontrakan..

  6. gundamz berkata:

    Bonusnya sotosopan ndak tu pak rt?

  7. munglulusanplaygroup berkata:

    Terlalu njendol kurang bagus pak, anak-anak bisa kesandung, rider bisa njempalik bin mlumah ngatang-ngatang ha ha
    Dibuat tinggi 10cm lebar 50cm kemiringan 30derajat enak pak dijamin yang lewat cukup nyaman, penduduk sekitar aman, tapi yang namanya alay tetep nekat

  8. jin berkata:

    nomor cepuluh..
    tidur lagi..

  9. zoel berkata:

    Artikel ‘Strategi yg bisa menjadi Blunder’ koq hilang ya Pak RT… :eek:

  10. munglulusanplaygroup berkata:

    Dicor saja yang kebut2an kang
    Dikampung saya tidak ada yang kebut2an padahal tidak ada poldur lha tiap 50-60m ada portal (pribumi only) ha ha

  11. idadzzz berkata:

    percis kayak di kampung ane. . .
    Di paving udah rapih eh ada yang bikin tanggul. . .
    Padahal yang ngebut kenceng kenceng jarang banget. . .
    Yang bikin malah di gunjing orang sekampung. . .

  12. rusmanjay berkata:

    absen pagi pak rt

  13. Gondrong berkata:

    Ane mau koq tiap hari ditilang, kalo yg nilang briptu eka… :D <3

  14. mbahjo berkata:

    Low di jaga ma polisi yg diatas pasti jlane pda pelan

  15. fa74 berkata:

    klo yg make soul gt kayak bini ane c ya pasti ngerasa g enaknya.. haha. shocknya keras beud. ada yg tau shock yg lbh empuk buat soul gt? tlg share ya..

    • munglulusanplaygroup berkata:

      @fa7a
      Memang keras karakternya ditambah profil ban yang tipis tapi membuat tajam pengendaliannya cuma repot di jalan rusak
      Ati-ati poldur kadang nyangkut pernah ngalami ha ha

  16. Nofgi berkata:

    Boleh aja dipsangin polisi tidur, asal yang bagus dan tertata rapi donk.
    Ane sering tu kesel liat polisi tidur di beberapa desa, bentunya gak bagus banget. Uda gitu terlalu banyak lagi. Malah menurut ane bikin gak nyaman.
    Sebaiknya ya bikin polisi tidur yg bentuknya pas dan nyaman buat dilewati. Gak ketinggian dan gk terlalu rendah. Sekalian dikasih garis-garis berwarna terang, biar mudah terlihat oleh orang.

    http://nofgipiston.wordpress.com/2012/12/29/apa-pendapat-kalian-tentang-fairing-vixion-yang-satu-ini/

  17. akang berkata:

    di daerah aq bukan polisi tidur… Tp polisi gendut… Krn besar2…

  18. uyy berkata:

    ngeriii…bonuse :D

  19. gununganyar berkata:

    daerah mana tu pak rt?

  20. ariefbladeriska berkata:

    jgn gede” n jgn tinggi”,,,,

  21. dimasarif96 berkata:

    jendul jendul yg di foto paling bawah sih enak pak erte :mrgreen:

  22. klingon z1 berkata:

    biasa nya poldur lebih d takuti daripada polisi berseragam :lol: #ini ciyus loh :D

  23. son berkata:

    Klo polisi ug diatas memang enak klo pas tidur

  24. kampret berkata:

    di tempat tinggalku bukan hanya alay ABG tapi alay dah tua pakai knalpot free flow bikin gaduh lingkungan. biasa alay yamahal tua yang gak bisa beli motor gede. klo liat kasiman

  25. Imouto berkata:

    tinggal sikap mayoritas warganya saja bagaimana. klo memang warganya peduli banget, meskipun itu jalan mulus lus lus, yakin ga bakal ada alayers yang pecicilan disitu (klo ga pengen dilempar panci ama orang sekampung). tapi klo warganya cuek beibeh ya …… embuh wes. :D
    intinya tinggal sikap warganya saja gimana. klo pada cuek ya polisi beton yang lagi tiduran merupakan sarana paling ampuh buat menekan kebut2an (klo masih nekad, ya bisa terbang toh ya :D )

    • Redribbon Army berkata:

      walah.. idem mas imouto.. di RT saya jalannya ya sengaja di buat alus lus lus… ada yang ngebut gaya alay ya gampang… tinggal datengin ortunya … disemprot ama petinggi se RT… kalo ga kenal siapa orangnya… 1. teriakin woooeeyyy pelan… 2. lempar panci beneran…. :mrgreen:

  26. bysonAlbino berkata:

    yang ngebut ditilang aja pak rt.. kan pak rt..jadi kudu ngatur warganya…

  27. brigade jalan raya berkata:

    Harus pasang poldur. Hanya jangan yang standard. Sebatang balok kecil sudah cukup. Kayak di kampung saya. Itu sudah lumayan dan ampuh bikin orang ngebut :)

  28. bedul berkata:

    Pak RT, kasih penyuluhan ajah ke warga situ.. pokonya ada yang ngebut, kepala benjut, heheheh..

    jujur aja Pak RT, rider sekarang tuh pada blagu, baru bisa ngerem sama nge-gas udah merasa jago.. padahal di jalan raya ada etika juga, ane naek motor dari sekitar taun 96an, blajar di jalan kecil pake GL-100, trus di jalan komplek pake tiger, (curhat dikit), nah pas udah bisa ga sruntulan kaya rider skara, kalo lampu merah ya brenti, ga nrobos.. klo ada yang nyebrang ya kasih penyebarang duluan.. dulu ane jarang baget pake klakson, kalo sekarang, wiiihhhhh.. sering ane klason tuh motor sruntulan, sering baget ane mo brantem sama rider laen, gara2 gayanya sok jagoan, hehehehe

    kalo sekarang amit2 Pak RT……..!!!
    -Pissss-

  29. eko_wong_mojokerto berkata:

    supaya ga bisa di buat kenceng2an sama alayers bikin aja poldur setinggi 3meter pak RT,haahahahahahahahaha

  30. Wilicandra berkata:

    Keberadaan polisi tidur juga dijamin UU Nomor 22 Tahun 2009 di atas. Pada Pasal 25 ayat (1) soal perlengkapan jalan huruf e perihal alat pengendali dan pengaman pengguna jalan. Dikatakan selanjutnya pada Pasal 27 ayat (2) bahwa ketentuan mengenai pemasangan perlengkapan jalan pada jalan lingkungan tertentu diatur dengan peraturan daerah.

    Singkatnya, pembuatan polisi tidur sebagai alat pengendali dan pengaman pengguna jalan tidak sembarang orang bebas melakukannya. Harus melalui ijin dari pihak berwenang. Aturan larangan tersebut termaktub pada Pasal 28 ayat (1), “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan”. Ayat (2), “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1)”.

    Ketentuan pidana bagi yang melanggar Pasal 28 ayat (1) dan (2) diancam hukuman pidana sebagaimana diterangkan dengan rinci pada Pasal 274 ayat (1) dan (2). Dan Pasal 275 ayat (1) dan (2) UU Nomor 22 Tahun 2009.

    Adapun mengenai polisi tidur ini, pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan dikatakan sebagai alat pembatas kecepatan. Pasal 3 ayat (1), alat pembatas kecepatan adalah kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatan kendaraannya.

    Ayat (2), Kelengkapan tambahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dapat berupa peninggian sebagian badan jalan yang melintang terhadap sumbu jalan dengan lebar, tinggi dan kelandaian tertentu. Adapun lokasi dan dan penempatan alat pembatas kecepatan disesuaikan dengan hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas.

    Pada Kepmen itu ada klausul bahwa penyelenggaraan alat pengendali dan pengaman pemakai jalan dapat dilakukan oleh warga masyarakat. Dimana penentuan lokasi dan penempatannya mendapat persetujuan pejabat instansi berwenang dan memenuhi persyaratan teknis sebagaimana diatur Kepmen Perhubungan.

    Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 1994 Tentang Alat Pengendali Pemakai Jalan.
    1. Bentuk penampang melintang menyerupai trapesium dan bagian menonjol diatas badan jalan maksimum 12 cm dan penampang kedua sisinya mempunyai kelandaian 15 %.
    2. Dengan lebar mendatar bagian atas proporsional dengan bagian menonjol diatas badan jalan dan minimum 15 cm. Ditempatkan pada jalan dilingkungan pemukiman, jalan lokal III C dan jalan-jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi.
    3. Penempatannya didahului dengan dengan pemberian tanda dan pemasangan rambu lalu lintas.
    4. Diberi tanda berupa garis serong dari cat berwarna putih.

  31. Novian Agung berkata:

    Serba salah ya? Tapi lebih pilih ada polisi tidurnya deh daripada jalan rusak, asal…
    – jarak antar poldur jangan terlalu dekat, minimal 100m
    – tinggi poldur maksimal 5cm, bila perlu cukup cat warna putih saja

  32. ageng berkata:

    saya bertanya-tanya, kenapa harus ada gambar polwan disitu :|

  33. ms berkata:

    Pasang rambu dulu kecepatan max 20 km/j karna lebih murah dan manusiawi, jika masih ngebut meski sudah diperingati yaa terpaksa pasang poldur.
    jika targetnya tetap nyaman di kecepatan 20 km/j yaa pasang poldurnya yang landai sesuai aturan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s