Tes Motor Lama= Motor Dijamin Bagus…?

Tergerak dari sebuah komentar bro Samson yang memberikan komentarnya bahwa  motor yang masih dalam uji coba itu kalau lebih lama akan terhindar dari masalah di kemudian hari … apa begono..?

Memang ada benarnya juga sih…semakin lama diuji semakin diketahui kelemahannya… walau sebetulnya setiap produk itu tidak direncanakan setahun jadi…. gak mungkin membuat motor all new dalam satu tahun!!!… Persoalannya bukan pada: lama dan tidaknya…tapi kriteria apa yang sudah dicapai dalam pegetesan itu….dan tentunya semua pabrikan yang sudah berpengalaman melakukan itu…karena parameter sebagai motor yang layak pakai tentunya melalui uji yang ketat…imho

Selain itu kapan sebuah produk dimulai risetnya sudah pasti selain orang dalam pabrikan tentu tidak akan pernah tahu…Contoh saja All New Ninja 250 R… siapa dan kapan yang tahu kalau produk itu dites…??? kapan mulainya proyek itu…???..tau-tau brojol aja…jadi amat sulit kita mengatakan sebuah produk itu lama tidaknya diuji.. IMHO…

Any Questions?

Tentang iklan-iklan ini

Tentang ridertua

KeepBrotherhood & Peace
Tulisan ini dipublikasikan di diskusi, Inspirasi dan tag , , . Tandai permalink.

59 Balasan ke Tes Motor Lama= Motor Dijamin Bagus…?

  1. REC*303 berkata:

    Kalau begitu berarti konsumen yang dijadikan tester, seperti Minerva yang launching Megelli 250r gen1 yang gak pake acara test

  2. whitesmilee berkata:

    beda pabrikan beda style yang jelas bener juga ada pribahasa gini “diam itu emas”

  3. KenunK berkata:

    Mosok mw ngetest produk baru hrs bilang2??
    Emang klw ngtestnya diem2 masalah bwt loh?? :D

  4. Vanz76 berkata:

    Diam-diam menghanyutkan..

    Tau-tau ndlosor…xixixixi

  5. ariefbladeriska berkata:

    kan gak smua pabrikan montor punya lahan tu test,,,contoh yamaha ngetes di jalan raya krn gak ada sirkuit pribadi,,,,,,

  6. joeloe berkata:

    lah tu tralis dr dulu test mulu kgk brojol2. ampe bosen dgrnya,
    masak kalah ama new vixi baru riset udh trspyshot.

  7. vario125 berkata:

    kalo memang roda dua itu diperuntukkan di jalan raya pada umumnya, menurut saya sebaiknya di test di kondisi yang sebenarnya yang stop and go. lagian negara Indonesia itu kan banyak dataran tinggi dan rendah jadi jika pengetesan dilakukan di ‘sirkuit’, hal itu tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya. jika dikaitkan dengan pengurangan2 sensor utk motor injeksi. kalo sensor lengkap sih gak masalah seharusnya di test di sirkuit. apalagi jika dikaitkan dengan BBM favorit Indonesia

    • until berkata:

      sirkuit internal pabrikan mksd nya karkter nya ada smua dsna,, bukan sirkuit balanapn..
      sirkuit pabrikn bisa aja ada jalan batu2an atau lobang dan naik atau turun,,,
      jgn disamakan dengan jalan balapan..
      suzuki aja yg terkenal handal sperti merek jepang lainnya jarang kok ngetes kyk ymka..
      skrng ymha ingin nambah berita di blog aja makanya test2 gitu,, maknya yg photo juga ya org ymha sendiri bro..

      • vario125 berkata:

        maaf saya sendiri blm tau seperti apa sirkuit internal pabrikan. memang bisa aja sih sirkuit internal pabrikan ada lubang maupun batu-batuan, cuma saya pribadi rada kurang yakin aja dengan kondisi tersebut. sedangkan kondisi naik turun, komentar saya cenderung pada kondisi pegunungan dan pantai bukan hanya naik dan turun dijalanan.

        suzuki memang terkenal handal. lha nex injeksi aja sensornya cukup banyak. lha pabrikan berlogo sayap tuh banyak keluhan dengan matic terbarunya, termasuk saya. emang ngetesnya kayak apa sih..?? padahal saya sebelum beli, lihat2 di internet katanya cukup nyaman untuk turing sampe sekian ribu km sampe Bali. lha ternyata…??

      • icaqnpritha berkata:

        apa di sirkuit itu ada kemacetannya jg bro…?

      • until berkata:

        wahh kok ngeliatnya dari sensor sihh???
        setau saya mesin pcx atau vario 125 itu sama blas.. gk ada beda
        nah apa mungkin produk premium di buat seadanya…
        jgn lupa mesin vario 125 itu adalah mesin dr thailan punya.
        so, klo gk ada msalah dsna, ya di sini jg gk ada msalah,, ini menurut saya,

        jgn samakan dengan ymha yg mesin nya bukan mesin global..

        pengetesan di jalan raya sperti ymha hanya utk nambah daya serang marketing..

      • vario125 berkata:

        ini kan motor injeksi bro. sangat tergantung dari sensor kan. apa bro udah coba bandingkan secara spek antara vario 125 dengan click 125..??

      • arick berkata:

        @until
        mesin sama tapi sensor ada beberapa yang dihilangkan bro
        yang paling lengkap sensornya itu supra x125 injeksi versi awal
        ini injeksi bro dimana semua diatur sama otak elektronik
        jadi saat mesin yang dirancang dengan (misalkan) 10 sensor untuk memantau kinerja mesin bukankah dengan mencopot 3 sensor maka kinerja mesin ada yang terlewat oleh sistem
        mesin vario 125 adalah mesin PCX yang dirancang dengan sensor lengkap. saat didowngrade untuk vario wtf dengan beberapa sensor dihilangkan tentu saja menurut gw akan mempengaruhi kinerja mesin

      • until berkata:

        iya untuk menekan cost mungkin mengurangi jumlah sensor.. tp honda meyakinkan konsumennya dengan garansi injeksi 5thun setau saya,,
        dan bukan cm honda yg mengurangi jumlah sensor tp pabrikan laen jg bro..
        jd jgn menekan satu produk aja ( vario red)..

        apakah soult gt dan mio j senesor nya banyak??

      • vario125 berkata:

        @bro until
        secara spek, vario 125 berbeda dengan click 125. berarti untuk mengurangi cost, bukan hanya mengurangi jumlah sensor tapi juga pada bagian mesin (gak tau bagian mananya. gak ngerti mesin soalnya). buat saya pribadi gak masalah pengurangan ini itu asal jangan membahayakan penggunanya (rider/biker). kalo sampe pengurangan ini itu hingga menimbulkan bahaya bagi penggunanya, koplak itu namanya. maka lebih baik tes dijalan sebenarnya agar jika terjadi suatu masalah bisa diminimalisir, bukan dianggap angin lalu…

        jangan anggap sama spek antara thailand sama AHM. ntar (katanya), teralis menggunakan mesin CBR dikira sama persis dengan mesin CBR beneran

      • arick berkata:

        @until
        lha anda sendiri yang memakai contoh kasus vario wtf jadi saya menggunakan pembahasan motor itu sebagai dasar pembahasan saya :)
        memang pabrikan lain juga pada lepas sensor. tapi banyak juga yang sama2 aneh contoh honda dan yamaha ngelepas lean angle sensor mereka di produk terbaru
        menurut saya ini keputusan tolol yang berpengaruh terhadap keselamatan konsumen.

        well soal jumlah2an sensor saya sih ga tau soalnya saya ga periksa sampe segitunya, kalau anda udah periksa semuanya mungkin bisa membantu memaparkan jumlah dan tipe sensor mio J vs vario wtf :mrgreen:

      • until berkata:

        vario 125cc
        ——–
        komen anda ini muncul setelah kasus vario 125 cc bro…
        dan itu baru satu dan jgn lngsung di cap bhwa produk tsb membahyakn org laen..
        ——
        thailan sama aja dengan indo bro
        yg membedakannya cm timing pengapiannya diundur spy ramah terhadap bensin premium ( gk mua org indo bs pertamaxx)
        tp dengen cara tersebut tenaga jd berkurang dibanding thailan..

        itu aja bro..

        nah klo membhayakan pengandara, mana ada pabrikan mau ngelakuin itu, mreka harus jaga image lah bro..

        inget kasus nissan juke…. apakah dengan kecelakaan tersebut, maka smua nissan juke produk gagal??

        vixion jg hasil downgrade drr r15 india spy ramah bensin premium..

        komen saya utk avario 125 mas brop aric, krn belia membhasa jumlah sensor..

      • vario125 berkata:

        @bro until
        wah masak cuma 1 kasus vario 125..?? udah cek beneran belum spek vario 125 sama click 125..?? masak cuma beda pengapian doang..??

        udah coba juga cek situs welovehonda blm..?? banyak yang ngeluh vario 125 tuh.

        memang sih seharusnya pabrikan gak boleh membahayakan penggunanya, lha tuh vario 125 tenaga hilang pas akselerasi (ngempos) apa gak membahayakan penggunanya..?? bisa bayangin gak kalo misalnya pas mo nyalip kendaraan didepannya tapi ternyata tenaga tiba2 hilang kemudian beberapa saat setelah itu tau2 loncat sendiri kendaraannya (tenaganya baru muncul). BBM gak usah ditanya deh, saya sendiri dulunya lebih sering pakai ron 95 tapi gak ngefek blazzzz. pas tanya ahass katanya itu sudah ciri khas vario 125. koplak kan…. akhirnya ganti ron 88 aja dah

        seperti post saya di atas, pengurangan terhadap ini itu tidak masalah buat saya pribadi tapi jangan sampai membahayakan pengguna. emang waktu AHM ngetes vario 125 di sirkuit kayak apa sih..?? masak gak ada tenaga yang hilang waktu akselerasi..??

        emang vixion punya kelemahan seperti apa hingga membahayakan pengguna..?? ingat bro, masalah ini sudah muncul sejak motor baru keluar dari dealer. bukan setelah dapat sekian KM

        emang nissan juke punya kekurangan apa pada penggunanya. jangan mencontohkan pada saat terjadi kecelakaan ya

        yah semoga saja kedepannya semua pabrikan lebih peduli terhadap produk buatannya. amin…… :D

      • kenthoet berkata:

        @ bro Until
        sensor mio j ==> throtle position sensor (TPS) , intake air preasure sensor (IPS) , intake temperatur sensor (ITS) , sensor suhu mesin (coolant sensor) , idle speed sensor (ISC) , speed sensor (sensor kecepatan), O2 sensor .. CMIIW :D

    • arick berkata:

      @until
      baru satu gimana? sebelumnya udha ada artikel khusus bahkan. kakak saya punya 1 vario wtf ini kok. kemarin saya bilang agak ngorok saya ditanyain nomer rangka segala disini. begitu saya siap kasi taunya ilang orangnya atau ganti nickname saya ga tau :mrgreen:
      bukan BC tapi emang saudara sendiri punya nyoba naikin pun udah sering kok :mrgreen:

      saya tidak mencap vario wtf membahayakan, catat, tapi saya katakan salah satu keputusan bodoh duo maut H dan Y adalah copot lean angle sensor. saya udah pernah liat orang pake matic jatuh pelan trus karena mesin motor ga mati dia langsung angkat taunya pas bangunin ga sengaja tangannya betot gas n malah loncat motornya ngenain pengendara di depannya. kalo pake lean angle sensor udha pasti mati motornya pas jatuh. safety bukan?

      masalah nissan juke, mereka langsung recall bukan? itu untuk kasus di luar negeri. kalo kasus di dalam negeri saya liat itu murni kecelakaan
      jaga image? indonesia beda bro ama luar.tanggapan kalo di luar negeri recall diumumin = bagus. kalo disini recall diumumin = produk jelek. makanya disini banyak yang silent recall buat jaga image di indonesia. di mobil banyak tuh :mrgreen:

      vixion downgrade..so…saya sih ga terlalu peduli soal itu :mrgreen:
      toh saya udah pernah make produk H, Y, S, KY :mrgreen:

    • until berkata:

      bro vario 125
      td anda menyatakan klo spek yg dikurangin adalah sensor2 nya..
      ok saya terima..
      tp perlu diketahui ( garansi pgmfi tetap 5thn)

      nah,, skrng saya bnadingkan dengan [produk tetangga mio j atau soul.. sensor jg dihilangin bukan?? apakah itu produk gagal??

      trus mana donk yg didowngrade sperti yg anda bilang??
      we love hobnda hanya msalah ngorok bro..
      dmna udh diklarifikasi klo ngorokm gk ngaruh ke ferpormance,,
      yg dikeluhkan di koran itu ada tenaga tiba2 hilang..

      nah udh banyak kah yg sperti itu?
      boleh minta link nya dr we love honda??

  8. yudha depp berkata:

    All New Ninja 250 R… siapa dan kapan yang tahu kalau produk itu dites…??? kapan mulainya proyek itu…???.
    ****
    Kalau buat ninja injeksi tes udah lama banget, kan udah duluan
    di eropa dan amerika sana, yang berubah hanya bentuknya doang
    kan kalau di Indonesia, untuk mesin enggak ada berubah sama
    sekali.
    tapi kalau motor yang benar-benar baru sebaiknya kita konsumen
    nahan untuk beli dulu, biar enggak kecewa kalau memang edisi
    pertama ada kekurangan.

    http://yudhadepp.blogspot.com/2012/09/motor-baru-jangan-langsung-beli.html?m=1

  9. frontdiskbrake berkata:

    disinyalir ini jawaban dari ahm soal trobel di vario 125, lewat blog yang punya var 125 juga.

    *lempar truk lpg*
    Kabooorrrr……………………………..

  10. arick berkata:

    test di jalan menurut gw perlu kok. biar dapet kondisi sebenaranya
    memang lah pabrikan punya sirkuit test sendiri tapi tetap saja ga bisa mencerminkan keadaan sebenarnya.
    di sirkuit ga ada macet total, di sirkuit ketinggiannya ga bisa berubah2. biarpun di sirkuit ada tipe2 jalanan yang dibuat tetep aja ga bisa dapet feel seperti jalanan asli di saat anyak motor lain lalu lalang
    pabrikan mobil aja selain melakukan pengetesan di sirkuit juga ngadain pengetesan di jalan raya kok
    tapi mereka tetep ditutupin selotip atau dicat aneh2 biar modelnya ga ketahuan publik dulu :mrgreen:

  11. orderdesign berkata:

    Banyak hal yang diperhitungkan untuk lulus uji ya. yang pasti motor yang punya pabrik di Indonesia dan uji coba disini akan lebih menguntungkan dong ya…
    Kan motor jadi dapat menyesuaikan diri dengan baik situasi dan kondisi di Indonesia. yang pasti handal dalam hal “jalanan macet, tanjakan, jalan berlubang iklim panas dan hujan” Sepertinya motor Trial cocok nihh…Seharusnya motor yang bisa awet tapi harga terjangkau :-) http://orderdesign.wordpress.com

  12. beckhem berkata:

    tamabahin judulnya lagi kang, ……….tes motor lama = motor dijamin bagus,terus gw harus bilang wow gitu?
    wkwkwkwk………..guyon :p

  13. roy berkata:

    kok sales2 sebelah blm pd nongol eah… :mad:

  14. kepala HANSIP berkata:

    kalo dikompare ama ninja 250FI, apa tuh motor di produksi dimari? secara desain aja pada kaget dan terpesona saat launching motornya. karena desain mirip kelas diatasnya (zx10), baru kemudian zx6 tersorot kamera, kemudian ninja 300FI.

    Secara logika aja ya, tes lebih lama, maka input juga semakin banyak, apalagi ditest puluhan ribu km di kondisi nyata jalan raya.

    Tapi kalo costdown terlalu extreme kayak ******** biarpun di test puluhan tahun ya tetep aja kek gt. Apalagi cuma simulasi di sirkuit. Kejar murah, kualitas disunat. Bagaimanapun pepatah ada harga ada rupa tetap berlaku. Jadi jangan keburu seneng dengan harga murah.

  15. laskarjawa berkata:

    lha sipicson kl test muter2. bertahun tahun tetep aja comstir cepet oblak kok ga kedeteksi?..dan juga megaprot juga tanki cepet bocor juga ga kedeteksi. menurut aku setiap motor baik H atau Y Sama2 punya kelebihan dan kekurangan. pilih aja sesuai selera dan kantong kita. ga usah nencaci merk lain. .SALAM DAMAI SELALU

  16. jokowi berkata:

    SMAKIN LAMA TU MOTOR TERPRODUKSI MAKA AKN SMAKIN BYK PEMBAHARUANNYA..SMUA MERK BAHKAN JUPI MX EDITION AWAL PRODUKSI HMM RADIATORNYA KECAMPUR OLI, VIXI PRODUKSI AWAL PUMP INJEKTOR TDK BEKERJA. VARIO PRODUKSI AWAL PIN ANCHORNYA PATAH, VEGA ZR PRODUKSI AWAL BLOK SILINDER REMBES, VARIO 125 OVERHEAT, DLL
    bagaimana dgn konsumen yg udh bli pertama yoo kasian. makanya minimal bli motor stlh ganti striping kedua. tapi punya keuntungan ngaya pertamaxxx.. bagaimana reaksi pabrikan hmmm ada yg merecall scra terbuka, ada yg diam2, ada yg tdk tau dan gnti spare part. org bli motor harus beresiko membenerinnya, menservise, dll. kesempurnaan motor itu tdk ada. tapi menuju kesempurnaan itu yg dicari.

  17. juniperxt berkata:

    Ada yang tes motor sambil nyebar brosur(maksute promosi)

  18. Siapa ya??? berkata:

    Teralis sekarang lagi endurance mas…udah 50.000 lebih…kalo mau spysot suruh noh orang subang jeprat jepret…

  19. Nofgi berkata:

    Lebih lama kayaknya lebih mantab, tapi kalau kelamaan ya konsumen bisa bosen nunggu brojolnya … IMHO

    http://nofgipiston.wordpress.com/2012/09/24/pengalaman-memakai-pertamax-dan-premium-di-vixion-ane/

  20. gogo berkata:

    nah krn prosesnya yg ribet n butuh wktu,tenaga, pikiran dsb. sbg pengguna disunnahkan utk menghormati sang enjiner n tester dg cara menjaga mtor ttp standart.

  21. rendy most wanted berkata:

    kalau ngetes motor lama diragukan jaminan bagus apalagi kalau ngetesnya cepet yg tau-taunya brojol.
    Setidaknya juga ngetes motor lama pengetesan jadi maksimal
    jangan disamakan pengetesan motor premium sama dengan motor massal .Disini peranan harga salah satu menentukan motor bagus karena ada harga ada rupa .
    Lha mobil atau motor premium aja gag dijamin motor bagus apalagi motor massal dengan harga murah meriah, kualitas ???

    boleh murah asal jangan murahan !

    • frontdiskbrake berkata:

      jaman sekarang, kalo murah berarti murahan pak..
      Sampeyan analisa sendiri, sekarang semua barang dan jasa relatif lebih mahal dari kemarin kemarin.
      Padahal untuk produksi motor dibutuhkan barang dan jasa sebagai sarana dan prasarana produksi.
      Mosok cost product naik, harga jual malah turun? Apa pabriknya ingin bangkrut?
      Agar harga bisa ditekan, maka cara yang paling gampang adalah dg menurunkan kualitas produk.
      Dan kalau kualitas turun, sotomatis konsumen pemakai akan cepat mengeluh, karna umur ekonomisnya jadi lebih cepat habis.

  22. jokowo berkata:

    tetap aja jujur ane kesengsem desain ninja 250 baik yg injeksi maupun yg lama,, benar2 beraura ninja, liat aja lampu depannya mirip mata ninja… sangar, trus skrang yg injeksi bodynya makin seksi abis.. masalah mesin atau power sampeyan mau ngebut sampe dimana? toh ujung2nya samimawon… mendingan nikmati aja desainnya baru mesin kemudian..
    klo mau mesin doang tuh contoh aja motor drag semuanya trondol kayak tengkorak cuma rangka dan mesin doang, apa mau seperti itu kita kendarai motor di jalan umum?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s