September 28, 2016

Mono shock belum cocok buat di Indonesia…kah?


Kuda beban itulah realita dijalanan adanya… diluar idealisme akan estetika sebuah motor yang secara tampilan lebih cantik… motor pada kenyataannya adalah sarana buat kerja “rodi” tiap harinya… bagaimana tidak kalau bisa motor itu bonceng dan muat sebanyak-banyaknya…

Secara fungsi memang double shock lebih tangguh untuk mengangkut beban lebih… memang soal kenyamanan dan tampilan mono shock lebih baik… sama seperti per daun pada mobil lah… per daun lebih tangguh untuk kendaraan beban dan buat keluarga besar…

Memang untuk negara-negara di asia fungsi motor sebagian besar memiliki kegunaan lebih sebagai penunjang kehidupan,berdagang atau bahkan buat fungsi kerja secara langsung(ojek) dimana kadang penumpangnya juga berbadan semox… sehingga dikhawatirkan dengan beban berlebih shock tunggal tidak akan lebih tahan dari double shock…awampun seakan enggan untuk memilih motor dengan suspensi tunggal ini dengan alasan kurang kuat…

*Artikel ini terinspirasi dari perbincangan RT dengan seorang SATPAM yang lebih memilih megapro lama dibanding NMP cuman gara-gara monoshock nya 🙂

About these ads

Comments Via Facebook

comments

38 Comments on Mono shock belum cocok buat di Indonesia…kah?

  1. Kayanya begitu adanya mbah…
    Wong matic aja banyak yg pengen double sock dgn harapan daya angkut lebih banyak 🙂

  2. terutama dipegunungan atau pedesaan dobel sok masih jadi pilihan
    ..jalan rusak naik turun sedangkan mau angkut2 hasil pertanian dll pake mobil berat diongkos..
    *mengamati aja di seputaran dieng megapro lama juga masih favorit, seken masih kenceng harganya

  3. Legacy SR-1 pada 13 Agustus 2012
    pada 4:37 am
    terutama dipegunungan atau pedesaan
    dobel sok masih jadi pilihan
    ..jalan rusak naik turun sedangkan mau
    angkut2 hasil pertanian dll pake mobil
    berat diongkos..
    *mengamati aja di seputaran dieng
    megapro lama juga masih favorit,
    seken masih kenceng harganya

    ——————————————

    tp klo cm untuk medan yg ekstrim (terlepas soal angkut beban) monoshok juga siipp koq om, contohnya motor cross nggak ada yg double….

  4. nah,kalo pendapat ane bukan cocok atau enggaknya di indonesia kang.
    karena pengapliasiannya tergantung pemakaian,kalau buat gotong2 padi yang beratnya ampe 3 kuintal an ya pilih yang dualshock.
    kalo ndak buat angkat berat dan cari yang nyaman buat nikung2 kaya abang guweh si valentino rossi ya pilih yang monoshock.

    salam Bikers,kapan konvoi ke blitar hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Translate »
%d bloggers like this: