Nyawaku Buat Anakku…..!!!


Maut selalu mengintai di Jalan…

Di Suatu Waktu RT terlibat dalam perbincangan dengan seorang Driver,  karyawan salah satu C.V sebuah kontraktor maintenance pemancar sinyal GSM.. dimana dia sering berpindah lokasi pekerjaannya dengan mobilitas tinggi.. kalau mengemudikan mobil (pick up)jangan ditanya…tidak ada kata takut dalam kamusnya…dia juga seorang pemeluk agama yang taat… dan satu hal yang mencengangkan adalah prinsip dia akan sebuah kecelakaan yang akan merenggut bahkan nyawanya sendiri…!!


Malam hari, jarak pandang semakin terbatas..lebih extra waspada…

“Nasib itu sudah diatur suatu saat entah kapan manusia akan dipanggil ,dan dengan cara apapun” buka-nya memulai pembicaraan… lalu bagaimana dengan anak-anak kita jika kita mati ..? tanya RT..apa jawab dia… “mereka itu urusan dan tanggung jawab yang hidup”  weleh… mosok segitunya…??? artinya kalau kita mati memang logikanya, kita tidak bisa apa-apa… wong nyawa sudah lepas dari badan… memang kalau kita meninggal anak-anak kita adalah tanggung jawab yang kita tinggalkan(istri,mertua,ortu kita) namun apakah kita tidak bisa mencegah ajal itu datang saat di jalan…? lagi-lagi tidak bisa…!!!

Memang akan sulit & debatable jika kita mencari sebab sebuah kematian hanya dari ‘kecerobohan’ kita dijalan..kadang yang ngebutpun sampai tua masih awet hidup 😀 … yang pelan-pelan dan hati-hati diseruduk tronton… tapi memang upaya menghindari,atau mencegah bahaya adalah upaya yang terbaik & masuk akal untuk “jauh” dari maut itu di jalan… (masih perlu diperdebatkan.. 🙂 ? )

Kadang RT terenyuh,melihat beberapa anak yatim yang tumbuh besar tanpa orang tuanya,memang mereka bisa hidup dan melanjutkan hidup-nya, cuman alangkah indahnya jika mereka tumbuh besar dengan kedua orang tuanya yang masih lengkap… nyawaku memang buat anakku… !!!

Berhati-hatilah dijalan..anak istri mengharapkan kita selamat sampai dirumah…bagaimana dengan saya yang jomblo pakkk…?? hehehehe… orangtua dirumah juga kepikiran pastinya..

Semoga kita termasuk orang yang selalu dilindungi di Jalan oleh-Nya…Amien…

Comments Via Facebook

comments

29 Comments

  1. Amiin..
    Bolehlah kita naik motor, kerja, banting tulang semangat.. Tapi inget juga anak istri, kita harus sampe rumah pun selamat..

    Alhmdlh sampe rumah habis dines, baca artikel pa rt jadi tambah sayang anak istri ni..haha

    nambain pak rt..buat bikers semua..
    ‘Semahal apapun perangkat safety, ntah helm, protector, gloves dll, kita pasti sanggup beli. Lah kalo misal anggota badan rusak,hilang ato nyawa melayang?? Ga bakal kita bisa beli. Rawat bae bae daaah 😀 ‘

  2. ikut komen pak rt, “kalau mengemudikan mobil (pick up)jangan ditanya…tidak ada kata takut dalam kamusnya…” dari kalimat ini ada kesan si driver suka ngebut dan MUNGKIN juga ugal-ugalan. dengan kondisi jalan di sekitar kita yang makin rame+padat, jelas itu sangat membahayakan nyawa sendiri dan NYAWA ORANG LAIN, menurut saya itu bukan perilaku seorang pemeluk agama yang taat. orang taat beragama pasti juga taat dengan aturan yang disepakati untuk kebaikan bersama, dalam hal ini peraturan lalu lintas (batas kecepatan, perilaku berkendara, dll.) saya seorang komuter yang juga punya anak+istri, kita mesti pintar2 jaga diri untuk bisa selama mungkin bertanggung jawab atas mereka. takdir kuasa Allah, tapi kita bisa berusaha. wallahu ‘alam

  3. Dicegah bisa
    Tinggal nego dengan malaikat maut
    Wani piro ?
    Atau belajar rawa rontek, awake protol ijik urip

    *jas kiding pak RT yang penting hati-hati, dunia punya peraturan sendiri, pilih mati nandang ala opo mati lumrah dunia yang menilai

  4. Oke banget buat tulisannya pak RT diatas dan setuju sekali, memang sikap berhati-hati terkadang sering dipersulit karena nafsu, Namun sikap berhati-hati tersebut lebih besar manfaat dan nilai yang ada di dalamnya dari sekedar mematuhi perintah. Namun jika tertanam dari dalam hati hal tersebut dapat menjadi penolong kita diwaktu-waktu yang tidak disangka-sangka. Agak dalem ya…:-) http://orderdesign.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*