Kebijakan Satu Rumah Satu Motor..Motorsiawikah…??? sadissss………!!!

Loh salah gambar Pak RT….!!! tidak ….itu adalah sebuah ilustrasi dan kisah nyata dimana di China dua minggu yang lalu, tanggal 3 Juni 2012, seorang wanita yang hamil muda bernama Feng Jianmei(27) dipaksa untuk menggugurkan bayi yang sudah berusia 7 bulan ,setelah gagal membayar denda £4,000(Rp 58.742.024) , karena dia sudah mempunyai anak berusia 5 tahun dan itu melanggar kebijakan “Satu Anak  China”….

Kronologisnya begini…Para pejabat “Keluarga Berencana”China  menunggu sampai Feng sendirian dirumah disaat suaminya sedang bekerja. Mereka kemudian memukulinya dan menyeretnya ke dalam kendaraan, membawanya ke rumah sakit, dan memaksanya untuk menandatangani formulir persetujuan aborsi dengan cap ibu jari yang sudah dilumuri tinta dan menekan ke formulir aborsi tersebut.

Para pejabat itu kemudian memerintahkan dokter untuk menyuntikkan cairan kimia Lifannuo(semacam  Bakterisida adalah senyawa yang mengandung bahan aktif beracun yang bisa membunuh bakteri) ke dalam otak bayi yang belum lahir, yang akhirnya menyebabkan bayi itu meninggal.

“Saya bisa merasakan bayi melompat-lompat dalam diriku setiap saat, tapi kemudian dia pergi lagi,” kenang sang ibu.

“Mereka menutupi kepalanya dengan sarung bantal. Dia tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka menahan dia ” kata Deng Jiyuan sang suami.

Feng melahirkan bayi yang telah meninggal pada hari berikutnya, dimana mereka kemudian meletakkan di sampingnya di tempat tidur rumah sakit.

Feng kemudian menjalani pengobatan medis  di Ankang City, Zhenpin County, Zengjia Town, desa Yupin .

Tampaknya banyak yang menentang kebijakan aborsi paksa ini… sejumlah badan perjuangan hak azasi manusia dan hak perempuan,mengecam kejadian ini…

China dengan penduduk terbesar didunia 1,347,350,000 jiwa… 1,3 milyard…!!! mungkin belum menerapkan secara keseluruhan (hanya beberapa wilayah) tapi seakan tidak masuk akal kalau dengan sistim yang keras itu untuk menekan angka kelahiran..tapi bisa jadi aturan itu sedang berlangsung juga melihat hukum mati bagi koruptor juga “lolos” disana…

Kembali ke Roda dua….Bagaimana jika populasi motor sama membengkaknya dengan kasus tadi…dimana untuk memiliki motor kedua harus bayar denda 50juta 😀  dengan diterapkannya kebijakan SATU RUMAH SATU MOTOR….!!!..motorsiawikah…???

Sekarang di Indonesia sebenarnya juga sudah berlaku aturan, satu orang satu motor dengan pajak progresif sebagai “dendanya” 😆

News source: http://www.dailymail.co.uk

Comments Via Facebook

comments

43 Comments

  1. Saya pasti kena pajak progresif, yang beli 2 motor bekas saya tidak ada yang mau balik nama hadeeeh, untung 2 tahun lagi pindahan (karena diusir kebayakan utang he he)
    Kebijakan di China yang sangat sadizzz, ada baiknya dibiarkan hidup, ibunya dikirim ke sini, melahirkan di sini setelah si otong kaya raya baru pulang, China kan penganut warga negara berdasar keturunan
    Kebijakan hukum mati bagi koruptor kalau diterapkan di sini pasti saya kena juga (korupsi waktu buktinya komen di blog paling sensasional ini he he)

  2. wah klo aborsi bayi itu diapa2in tetep aja BIADAB, tidak manusiawi.
    tapi klo “aborsi motor”, tunggu dulu nih. fasilitas kayak alat transport masal sudah bagus belum (?) sudah layak belum (?) nah baru klo itu dah beres monggo itu mongstor2 dikebiri biar ga beranak pinak (walah kayak apa aja).
    memang sih seakan2 banyak nuntut, tapi klo kita disuruh berkorban (maksudnya, ga boleh beli motor lebih dari 1), ya boleh2 aja dong menuntut sesuatu sebagai pengganti dari sesuatu yang kita korbankan. ya nggak ya nggak 😀 inga’ inga’ tuing :mrgreen:

  3. memang benar ada kebijakan 1 anak di china (dulu 2), dan mereka rata menginginkan anak laki2, jika terdeteksi calon anak perempuan mereka biasanya menggugurkan.
    Bisa dibayangkan perbandingan laki/perempuan nantinya.

    1 rumah = 1motor boleh saja asalkan pemerintah menyiapkan tranportasi pengganti entah itu busway, angkotway,ojekway terserah yang penting ekonomis.

    kalau fasilitas umum belum ada dan fasilitas pribadi dilarang yaa sama saja nyari masalah baru.

  4. nanti akhirnya kaya jepang lagi, karen produksi bayi dikurangi, akhirnya usia produktip berkurang, kebanyakan yg tua.

    akhirnya dikeluarkan kebijakan, sipa yg mau lahirkan anak di kasih uang, karena anak muda jepang mulai males u/ punya anak, karena kebijakan sebelumnya

  5. harusnya 1 rumah maksimal 1 mobil.
    Penyebab kemacetan umumnya mobil (tapi tak diakui krn orang gedhean cuma mau bawa mobil).
    Soalnya dimensi mobil lebih besar dr motor, malah kadang penumpangnya pun tak ada.
    Lihat aja di lampu merah. Puluhan motor bs langsung amblas saat lampu ijo nyala. Kalo mobil paling cuma beberapa biji doang, sisanya terjebak lampu merah berikutnya, makin lama makin panjang antriannya.
    Tapi apa daya. Pengguna motor kebanyakan hanya rakyat biasa, jadi kalo dikambinghitamkan sbg penyebab kemacetan, mereka tdk bisa apa2.

  6. kalo mau ideal itu satu keluarga satu motor… soale satu rumah bisa ada beberapa keluarga…

    lah kalo udah berkeluarga n masih numpang di tempat orangtua, minimal bisa ada dua keluarga… 😀

  7. belum lagi soal pendapatan negara.
    Wong pendapatan negara dari pajak motor berlimpah spt skr aja sarana & prasarana transportasi amburadul, apalagi kalo pendapatan dr pajak motor sedikit.
    Pabrik juga akan membatasi produksi, otomatis akan ada pengurangan tenaga kerja, & meningkatkan jumlah pengangguran.
    Apa pemerintah udah siap menyiapkan lapangan kerja pengganti bg pekerja pabrik motor??

  8. pajak progressif bukan denda ahhh….
    pinter-pinternya pejabat aja mau ngeruk duit rakyat.
    buat nutup yang dikorupsi, dan nutup gaji pejabat.
    Noh kemaren KY baru ke Turki ama korea, studibanding masalah gaji. di sono katanya gaji hakim 10x lipat dari sini (ntar mau ngemis minta naik gaji)

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*