Vario 125 bisa pakai premium… tapi untuk performa maksimal pakai pertamax…Pak!!!

Begitu pesan singkat yang RT dapatkan dari mekanik MPM surabaya (main dealer Honda Jatim)… dan sekaligus meyakinkan bahwa vario 125 PGM FI masih bisa nenggak BBM “rakyat” walaupun untuk lebih jossnya memang pakai pertamax…

Dalam acara launching Vario 125 kemarinpun RT sempat dapat penjelasan dari yang empunya mesin vario ini langsung…dan ada debat dengan salah satu media… “khan kompresinya tinggi pak…?? ” … yah kompressi tinggi bukan salah satu faktor yang menentukan jenis BBM …
Bensin dengan oktan yang tinggi semakin lambat terbakarnya,karena titik bakar semakin tinggi (premium oktan 88..pertamax oktan 92) ..dan juga semakin lambat penguapannya… Kalau BBM tidak terbakar dengan sempurna, akan mengakibatkan kerak pada ruang bakar atau pada klep dan piranti ruang bakar lainnya dan dampaknya ini dalam jangka panjang….
Rasio kompresi  7:1 sampai 9 :1 —-> BBM oktan 88 (premium).
Rasio kompresi 9:1 sampai 10:1 —-> BBM oktan 92 (pertamax)
Rasio kompresi 10:1 sampai 11:1 —-> BBM ber-oktan 95 (pertama plus)

Kasus Vario yang rasio kompresinya 11: 1 bagaimana dong..?? kan harusnya pertamax plus kan..??? … karena ada pernyataan dari Honda bahwa pakai premiun tidak masalah artinya pengapiannya sudah dimodifikasi… sesuai “kemampuan” konsumen kita… yang nge-fans sama premium :mrgreen:

BBM dengan oktan yang semakin tinggi maka…:

  • Lambat terbakar
  • Titik bakarnya tinggi
  • Tidak mudah menguap
  • Semakin mahal :mrgreen: seliter Rp 10,500 …!!!
About these ads

Tentang heru kuncahyono

KeepBrotherhood & Peace
Tulisan ini dipublikasikan di HONDA dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

75 Balasan ke Vario 125 bisa pakai premium… tapi untuk performa maksimal pakai pertamax…Pak!!!

  1. Novian Agung berkata:

    kalau ingin lebih lambat terbakar, kenapa tidak campur air saja? :lol:

  2. Aa Ikhwan berkata:

    ajiiib..pertamax..

  3. Dide berkata:

    Hhmm kan biar laku mbah ngibul dikit nggak apa2 hahaha piss :D

  4. rusmanjay berkata:

    kompresi tinggi

  5. sinbe berkata:

    Buat ng4l4y kudu pertamax dong?
    #byuh… :mrgreen:

  6. aldinasyah berkata:

    hhhmmmm …. kok bisa gitu yak … penjelasan lebih lengkapnya ada ga pak RT …. kenapa boleh pake ‘premium’ ????

  7. Dismas berkata:

    Takutnya mesinnya ngorok kalo diisi Premium, hehehe :lol:
    nitip posting serupa :arrow: http://dizmaz.wordpress.com/2012/04/07/tanya-rasio-kompresi-vario-techno-125-110-1-apa-masih-bisa-minum-premium/

  8. munglulusanplaygroup berkata:

    “bola-bali tak kandani yo dik yo …. kompresi 11:1 kui pertamax plus yo dik yo”
    “sebenarnya” tidak masalah pakai premium
    yang menjadi masalah adalah ada yang mempermasalahkan, bukankah begitu kung?

  9. Risma berkata:

    Saya dah mogok 2 kali & harus ke bengkel klo pake premium, truz langsung ganti pertamax dan lancar terus sampe sekarang !

  10. Redribbon Army berkata:

    lha ini ganjalannya…. model sip… esp mantap… fitur yahudd…. cuman koq wajib pertamax plus… hahahhaa…. dilema tingkat tinggi

  11. Yanu berkata:

    Kalau bagi saya sih gak ada masalah tuh, mau pertamax atau pertamax plus, jadi kalau pun harga premium nanti naik, ya enjoy aja… hehehehe

  12. Alfido berkata:

    menggelitik mesin..hihihi

  13. Cube2: Sauerbraten berkata:

    Ada benernya kalo di atas ada yg koment ‘biar motornya laku makanya boleh diisi premium’. Sebenarnya di sini kita ngomongin logikanya aja. Kompresi setinggi itu diksh minum premium? Kalo mekaniknya yg bilang boleh mah ya wajar2 aja, toh kalo rusak motornya motor situ, bukan punya dia, yg keluar duit buat dandanin kalo terjadi apa2 yo situ, bukan si mekanik :mrgreen:
    Itulah anehnya org kita, terlalu maksain, dlm hal ini ada 2 hal: maksain pake premium pdhl udah tau mesinnya kompresi tinggi dan maksain beli motor tsb pdhl sendirinya gak rela bayar BBM oktan tinggi. Kalo seandainya org2 AHM bilang jgn diisi premium… akibatnya bisa ente2 tebak sendiri. Nah… mungkin gak petinggi2 AHM bakal ngomong jujur apa adanya????????????

    • yanu berkata:

      setubuh… eh.. setuju mas bro,, seharusnya sebelum beli motor ya dipikirkan dulu baik buruknya, ya kau memang kompresinya tinggi dan harus diberi minum pertamaxxx agar performansinya maksimal, kenapa juga dipaksain dikasih premium…??? kalu memang ga mampu beli pertamaxxx, ya jangan memaksakan beli motor yang berkompresi tinggi dong, kan masih banyak pilihan lain untuk dijadikan alternatif..

    • Joko berkata:

      Selain kompresi, apakah logikamu sudah memperhitungkan sistem pendinginan, timing pengapian, bentuk ruang bakar, beban dan putaran mesin? Kamu sendiri yg maksa, kenapa motor yg secara teknis masih bisa minum premium dipaksa minum pertamax?

      • Yanu berkata:

        Secara teknis oke, kita bisa kasih minum premium, tapi menurut informasi resminya kan, disarankan untuk bahan bakar yang direkomendasikan oleh AHM sendiri adalah bahan bakar tanpa timbal, Ya pertamax keatas kan? kalau dilihat dari sisi teknisnya, Mesin vartech 125 sudah mempergunakan electronic fuel injection dan catalyc converters, jadi dianjurkan mengkonsumsi pertamax (untuk menghindari efek knocking di mesin), selain itu untuk penggunaan bahan bakar pertamax (atau yang beroktan tinggi) dapat mengurangi Emisi Gas CO juga … So kalau saya sih pasti pilih pertamax… Go Green… :)

      • Joko berkata:

        @ yanu
        Coba baca buku petunjuknya, nggak ada kewajiban isi premium di situ, yg penting tanpa timbal, krn timbal bisa melemahkan catcon, dan premium sekarang SUDAH tanpa timbal. Coba saja dilihat ujung knalpotnya, jaman dulu putih krn timbal, sekarang nggak.

        Sedangkan injeksi nggak ada hubungan dgn oktan, yg penting bersih. Premium harusnya juga bersih, jadi ketika banyak mobil injeksi yg jebol krn premium kotor, kemungkinan besar masalahnya justru kotor krn unsur politis.

        Hindari efek knocking kalau memang terasa ada gejala knocking, Anda sudah merasakan itu di vario 125?

        Mengurangi gas co ya dgn injeksi dan catcon itu, yg penting bersih dan tanpa timbal.

        Tapi kalau motivasinya mau menyumbang pertamina, nggak mau dianggap pakai bensin miskin dll, keputusan Anda sudah tepat.

      • yanu berkata:

        “Hindari efek knocking
        kalau memang terasa ada
        gejala knocking, Anda
        sudah merasakan itu di
        vario 125?” yah mas kalau nunggu vario125 saya sampai knocking dulu terus baru percaya efek premium itu kurang baik untuk mesin yang sudah memakai sitem injeksi sih, nanti dulu deh.. coba di vario mas dulu deh (atau jgn2 masih belum punya lagi…) ya intinya lebih baik merawat dari pada memperbaiki.!!!

  14. beckhem berkata:

    ngoplos…..:p

  15. mbelgedes berkata:

    ada sensor detonasi macem cbr nggak???kalo ada mah aman pengapian bakal mundur dengan sendirinya….pada tau nggak sih MX ama piksen tu kompresinya tinggi juga tapi masih aman nenggak premium…karna pengapiannya mundur permanen…jadinya kompresi banci.

  16. GustinR berkata:

    Kalo saia orang awam taunya kalo motor udah dirakit di sini berarti bisa nenggak premium.

    • Joko berkata:

      Anda orang awam yg cerdas. Sungguh bodoh pabrikan yg tidak memperhitungkan penggunaan bbm sebelum memproduksi motor. Makanya pabrikan selalu menguji motornya dahulu.

  17. Joko berkata:

    Daftar kompresi dan kebutuhan bahan bakar belum mempertimbangkan sistem pendinginan mesin. Daftar itu cuma utk orang awam, yg mikir kompresi sbg satu2nya faktor. Kalau orang teknis, akan mengumpulkan data lebih banyak lagi. Tapi kalau mau gampang, tinggal diisi premium, dengarkan mesinnya, nglitik nggak, kalau nggak berarti aman minum premium.

  18. SuRyA berkata:

    kang taufik coba nya pake premium kemaren pas tes ride hehehehe

    http://www.dk8000.co.nr

  19. absoluterevo berkata:

    Hik hik vario gitu loh….! :mrgreen:

  20. zulfauzi berkata:

    PakRio vs BuRio

    mana yang paling kentjang ?
    :D

  21. yahonsuwakanja berkata:

    masih penasaran antara nggelitik dan ngorok di vario125

  22. Wantuvaiv berkata:

    sy mulai beli ampe skrg km uda 2000 lebih tetep pake premium..top speed lumayan lah 110km/jm..tarikan lumayan lah masih bisa ngasepin matic2 mcm xeon vartech110 hayate..heheh yg penting punya dulu baru bs ngrasain..

  23. Wantuvaiv berkata:

    Oyah..waktu dulu pertama reyen suara ngorok memang ada khususnya wkt uda jalan 1jam lebih suaranya memang lumayan mengganggu khan mesin ama knalpot uda senyap..tp setelah servis pertama suara “hampir” tidak ada..heheh lumayan lah..mgkn uda karakteristik si 125FI ini..

  24. pio berkata:

    harus di mengerti dulu yang namanya rasio kompresi dan juga tekanan kompresi :
    http://fatonikhotim.wordpress.com/2008/11/04/perbandingan-kompresi/

  25. Wantuvaiv berkata:

    Jd kesimpulan sy..ini matic yg lumayan lah..heheh buatan manusia mana ada yg perfect..

  26. mariodevan berkata:

    mekanik aneh kompressi 11 kok dipaksa minum premium, lebih besar mengarah faktor marketing sih didalamnya kalo si mekanik ngomong g boleh minum premium ntr g laku lagi varionya..lha pertamax aja skg da tembus 10ribu lebih wkwkwkwk

    pak RT ditunggu review konsumsi bahan bakarnya donk…bisa g lebih irit dari Mio J yg sudah ditest kemarin, tentu dng variable2 pak RT

  27. zzzz berkata:

    intinya ane udh make ni motor diisi pake premium dr pertama smpe skrg, gk ad tuh yg namanya knocking, tarikannya juga maih ttep wuzzz,
    lawan xeon, si xeon udh ngocok2 gas ane mah masih stengah gas

  28. Mboys... berkata:

    Edyan Yamaha fans boy club BC habis2an nie product yg super laris, maksa para pembaca supaya beli Mio J & Soul GT yg maaf pd mangkrak di dealer krn sepi pembeli, sdhlah, coba cek data komparasi motor2 yamaha dan honda, banyakan varian ymh yg mesti minum pertamax..kox pd ribut2 apa bener kalian lebih pinter dr teknisi YIMM dan AHM? kalo urusan BC mah bener ente lebih pinter.

  29. yanu berkata:

    “Hindari efek knocking
    kalau memang terasa ada
    gejala knocking, Anda
    sudah merasakan itu di
    vario 125?”… yah mas kalau nunggu vario125 ane ampe knocking dulu sih ntar ntar dulu, coba aja dimotor mas dulu lah paksain pake premium tuh wantufaiv-nya sampe kerasa knocking (jangan2 masih belum punya lg), kalau ane sih punya prinsip lebih baik merawat daripada memperbaiki,,,,

  30. Ari berkata:

    Vario is the best
    bahan bakar urusan individu ae
    mau pertamax ya punya uang lbih
    mau premium ya g apa
    toh klu mau awet ya g usa dipakek x
    kan smua ada garansi nya
    honda one heart…..

  31. andromeda berkata:

    Untuk menentukan oktan BBM tidak hanya berdasarkan pada rasio kompresi saja, sepengahuan saya musti di bedakan mesin yang pake radiator dan non radiator, jadi jika mesin non radiator bisa nenggak premium di rasio kompresi 9,1:1 sampe 9,3:1, akan tetapi jika mesin motor pake radiator bisa sampe rasio kompresi 10,7:1 sampe 11:1, karena pendinginan lebih optimum, gitu mas….

  32. abiep berkata:

    Ya…Mobil Yg CC nya 1300 aja Masih Bisa isi Premium,,Knp Motor Yg CC nya Di Bawah 200 Ga Boleh Makan Premium Juga BOs…???

  33. Satya berkata:

    vartech 125 emang joosssss.. baru 2 minggu, tp sebelum memahami seluruh spesifikasinya, saya cekoki dg premium all hasil suara ngguk” antara 40 – 50 kmj terasa bgt+ nglitik , dan kecepatan max cm ±115 kmj gas udah mentok poll, saya akhirnya beralih pertamax dan hasilnya sangat signifikan
    suara ngguk” turun drastis sktr 80% + suara nglitik 70%, dg kecepatan max yg dpt saya capai ±124kmj gas sisa 8% lg sampai mentok,
    # ini menurut pengalaman pribadi saya dg vartech 125 non cbs
    namun saya masih binggung pula dg konsumsi bahan bakar yg tepat untuk vartech ini,
    karena dg kompresi 11:1 wajibnya kan nenggak pertamax plus…

    • Lukman berkata:

      HOAX

      Vartech 125i top speed 120 kmpk mentok oleh limiter, dan itu pun bisa dicapai saat stabdar 2, japan ditempat, tanpa penumpang,,, kalo real di jalan paling mentok 110 kmpj,,

      Dan soal ngelitik/knocking, vartech 125 pgmfi gk ada sama skali walau pakai premium oktan 88, hanya saja performa tidak maksimal, kalo pake pertamax 92 bahkan pertamax plus 95 performa maksmial, intinya walau vatech 125i kompresi 11:1 tp sdh anti knocking,,,,

  34. endar berkata:

    nek gajian gede yo pertamax+ nek gajian sedang yo pertamax nek gajian dikit yo premium,, masalahnya nek gag gajian….????? hahahhahahhahahhahahhaha

  35. wabbitlover berkata:

    Vario 110/125 kompresinya di atas 10 : 1 dan itu “seharusnya” pake Pertamax Plus (bbm oktan 95). Namun bisa pake Premium, asal dicampuri NORIVAL PLATINUM dengan dosis dua tetes utk setiap liter premium, DIJAMIN performa mesin jadi lebih nendang dibandingkan pake PERTAMAX !!!

  36. moses berkata:

    wah, ga isa pake premium…..
    busi bakal kena….
    memang Vario bukan motor rakyat….
    tidak bisa dikasi premium….

  37. Ping balik: Konsumsi Motor Premium Pertamax | X Power Penghemat BBM

  38. imam baihaqi berkata:

    skrg vario laku keras tp pertamax nya kok malah mungah terus regone

  39. Ping balik: perbandingan konsumsi bahan bakar premium dengan pertamax untuk suzuki ertiga | XPower Penghemat BBM

  40. Davit Prasetiyo berkata:

    yg punya vario jangan coba2x tegak premium,GAWAT 3000 Km kaya Onta tu motor,orang deler Ahas dan Penjual yg gua temui aja bilang Vario HARUS pake pertamak / pertamak Plus,banyak yg punya Vario mengeluh busi rusa,ngorok,gara gara tu minuman premium,Rawat tu Vario jaga bahan bakarnya,jangan asal Tungang (Kecuali pinjam Vario teman),tik kaya Onta Nyesel trus nyalahin HONDA nya,hohohoho,Sip Motor mahal memang ada resikonya, Kompresinya Aja dah tinggi Sekali :)

  41. oto apa berkata:

    di buku manualnya bisa pake bbm tanpa timbal dengn RON 88 ?

    tp beneran aman pake pertamax ? ga harus pertamax plus ?

  42. Lukmanul Hakim berkata:

    Begini bro bro semua :)

    Vario Techno 125 PGM-FI dalam Manual Book memang disebutkan setidaknya BBM RON 88 Tanpa Timbal.

    Catatan: Sejak 2005 Seluruh BBM, khususnya jenis Bensin (Premium, Pertamax, Pertamax Plus) sudah TANPA TIMBAL (Sebenarnya masih ada Timbal tapi persentasinya sangat kecil), setau saya dulu Premium yg masih pake Timbal RON nya 97 CMIIW, pas timbal diharamkan untuk digunakan, maka jadi 88 RONnya (Mirisnya, pemerintah sebenarnya sering Import Premium RON 90 bahkan 92 dari luar negri yg masih belum ada racikan ala Pertamina, nah Pertamina pesan ke exportir agar RON nya didowngrade jadi 88 pake zat adiftif naftan kalo gk salah, padahal dengan mendowngrade RON juga malah perlu biaya mahal juga), jujur gw ngakak sama pemerintah indonesia, untuk rakyat dan negri sendiri loh, kenapa gak RON 92 aja untuk Premium, walau gak perl zat adiftif ala Pertamax Series, kan Pertamina ada Pertamax Plus RON 95 dan Pertamax Racing RON 100, lah kenapa dengan idiotnya mendowngrade Premium 92 jadi 88 cuma karna gak mau rugi Pertamax gak laku, Indonesia ketinggalan selalu, bahkan dari Malaysia yg sdah lama pake Bensin RON 92 sebagai bensin paling low end.

    Back to Topic!

    Walau di Manual Book disebutkan pake RON 88, tapi ingat !!, itu cuma batas AMAN PALING RENDAH, artinya Vartech bisa pake RON 88 tapi itu tidak direkomendasikan alias cuma status “AMAN” saja. Tapi kompresi gak bisa bohong bro,,, kompresi 11:1 itu minimal RON 90-92 dah, udh gw test dan gw rasakan sendiri, gk usah pake Pertamax Plus RON 95 juga gk masalah, yg penting Pertamax 92 sudah cukup.

    Banyak yg bilang pengapian Vartech dimundrin dari pabrik, asli gw ngakak, ngapain maksa bikin produk berkompresi tinggi kalo gitu, harusnya PGM-FI PAKE KNOCK SENSOR kalo mau aman.

    gw gk percaya dengan klaim tersebut karena gw merasakan dengan jelas denger suara knocking pada vartech gw kalo pake Premium, bukan cuma knocking, bahkan mesin jadi brisik, getaran nya jadi kuat bahkan tebeng nya aja bunyi getar kayak vibration di hp. Tapi setelah gw isi Pertamax, problem solved,

    Malahan gw gk isi full Pertamax 92 loh, cuma 2 Liter Pertamax 92 dan sisanya sekitar 3,5 Liter isinya Premium, apalagi gw isi full pertamax !!!

    gw gk bisa merasa aman kalo gw sendiri denger suara knocking, hahaha,,, gejala-gejala abnormal terasa kalo pake Premium, naik tanjakan malah ngos-ngosan.

    Tau gak sebenarnya kompresi 11:1 itu menrut penelitian idealnya pake RON 100 keatas, tapi info versi pertamina mengatakan kompresi 11:1 harus pake Pertamax Plus, tapi ironisnya di SPBU ditempat gw gk ada Pertamax Plus, adanya kalengan yg 10 LT, emangnya gw mau balapan !!, hahaha,,, padahal ditempat gw banyak banget SPBU.

    Premium kalo gk disubsidi, harganya lebih mahal dari Pertamax !!

    Apa pun akan jelas kalo kita buktikan sendiri, bukan KATANYA atau cuma baca di blog-blog, kenyataan yg gw temui malah ilfeel sama Premium.

    Bangga rasanya bro di SPBU antrean panjang banget dipenuhi motor-motor ngantri Premium bersubsidi, dari bebek jadul sampai motor sport yg mahal dan besar, ada juga Xeon RC loh, haha, tapi gw cuma pake Vario Techno 125 doang, satu-satunya yg ngisi Pertamax di SPBU itu, gw malah sempet-sempetnya pake standar tengah, sambil ngobrol sama petugasnya tentang masalah Pertamax Plus kok gk ada diseantero SPBU di kota gw, dan gw liat mereka liatin gw, mereka yg pake motor sport mahal terlihat malu-malu, hahaha,,, gw bangga karena premium yg mereka pake ya subsidinya dari Pertamax yg gw beli, gw beli Vartech bukan karna gw ikut-ikutan, tapi karena gw hunting serius, compare serius antara beberapa pilihan, termasuk Xeon RC, bukan gw gk mampu beli moge atau motor sport, atau mobil, tapi gw beli motor sesuai kebutuhan gw yg cuma PP kampus – rumah doang, dan style berkendara gw bukan gaya alay yg suka bikin jalan kacau.

    Kesimpulannya:

    Vario Technoi 125 PGM-FI diklaim AMAN pakai Premium (88) oleh ATPM, karena mereka takut kalo dagangan mereka gk laku karena minum nya mahal. Toh kalo orang beli, lalu rusak, mereka kan jual spare part, ada bengkel resmi, perawatan jadi berkala untuk cek rang bakar, piston dan klep, makanya di buku service ada keterangan cek kle, ya itu tadi mereka tau kalo kebanyakan customer pasti pake Premium, jadinya Klep dan sekalian piston dan silinder dicek dan dibersihkan.

    Ingat, cuma diklaim saja, aslinya ya tidak aman mengingat terjadi knocking pas pake Premium, bagi user yg gaya bawa motornya santai, gk suka ngebut di RPM tinggi, rajin service, relatif masih aman pake Premium. Tapi bagi yg suka akselerasi, ngebut, alay, malas service, ya udah tinggal nunggu waktu aja piston, klep, silinder jadi rusak.

    Intinya, minimal pake Pertamax 92, gk perlu maksain pake Pertamax Plus deh, gk tersedia ini kok, kalo ada mah isi aja lebih baik.

    Kalo gk mampu full tank, ya isi 50:50 aja, 50% Premium dan 50% Pertamax 92, setidaknya mengurangi bahaya, lebih nyaman dipake, dan lebih bersih, walau cuma stengah-stengah (direkomendasikan pas lagi labil ekonomi aja, bagusnya sih Pertamax 100%)

    Mahal?

    Relatif !, bahkan perbandingan Premium sama Pertamax dalam hal keiritan itu kalo Premium 2 Liter, Pertamax cukup 1 Liter (Relatif juga, ada yg Premium 1 Liter, Pertamax cuma stengah liter), hitung aja, jatohnya sama aja padahal, emang Pertamax mahal di awal, kalo Premium mahal diakhir (jangka panjang).

  43. Topyk Krist berkata:

    Barusan 24 DES 13′, Jupiter Z 110 06′ gw, ku coba sama vario 125 FI , dngan jarak 20 KM, Udah gas mentok semua hasil SERI, Top speed tembus 120 km/jam…

  44. satumatahari berkata:

    Kadang lucu. Ada orang yg milih motor irit diejek sama orang yg milih motor kenceng. Padahal orang yang milih motor irit bukan buat kebut-kebutan pakai bahan bakarnya pertamax (non subsidi) selain bantu pemerintah ga pake bbm bersubsidi juga ga suka pemborosan. Lah yg ngejek demen motor yg katanya lebih kenceng pakainya premium. Udah dibantu pemerintah disubsidi malah pemakaian nya ga bijak alias boros.

    • asooy berkata:

      Yoi mas bro, setujuuh!… Mau keren, kok pake premium?!?! Kalo gak mampu pake pertamax, Ya naek angkot aja!!! Jadi gak bikin macet!!! Salam crot…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s