Spesifikasi P200ns sebuah terobosan ..???

Sebuah efisiensi yang luar biasa…tapi tunggu dulu ada dua pengertian Efisiensi nih… yang pertama efisiensi bahan bakar yang kedua efisiensi biaya produksi….

DTS-i Vs FI… siapa yang lebih baik?

Sebuah media memberitakan sebagai berikut : The extra spark plug is used for better combustion efficiency (not for ‘looking different’) and controlling emissions without using expensive technology like Fuel injection… yang perlu saya garis bawahi disini membandingkan antara  teknologi 3 busi dengan Fuel Injeksi harus hati-hati… sedikit membingungkan bila kurang cermat… jelas beda cara kerja keduanya tapi mempunyai prisip sama yaitu efisiensi… 3 busi bisa diartikan sebagai pembakaran lebih sempurna untuk beberapa tingkat kecepatan dengan pengapian yang sempurna dan untuk yang FI adalah “takaran” yang sempurna untuk beberapa tingkatan kecepatan… (IMHO) jadi jelas beda walaupun tujuan akhirnya sama… apakah teknik 3 busi hanya isapan jempol belaka??? memang ini masih sebatas Klaim dari pabrikan tapi cukup signifikan dalam membuat efisien …dimana telah terjadi efisiensi  sebagai berikut;
Pulsar 220 mileage=38kmpl <—> new 200 NS mileage= 54kmpl…
namun tenaga yang didapat relatif sama untuk cc lebih kecil 200cc..!!
Pulsar 220 power=   21.04 PS@ 8500rpm <—>new 200 NS =23.52PS @ 9500 rpm

Kesimpulan: kedua teknologi ini dari sisi user akan menguntungkan jika (1)harga motor  lebih murah (2)dari pemakaian BBM pun lebih bersahabat dikantong…dari sisi produsen teknologi FI bisa jadi lebih mahal karena desain mesin akan dirombak untuk pindah dari versi karbu…nah disini dengan karbu plus triple plug lebih efisien biaya produksinya…

Fungsionalitas Catalytic Converter (Cat Con)dipertanyakan..???

Desain unik Exhaust P200ns ini memang lain Cat Con yang simple dan nyempil dibawah kolong…. memang bukan hal yang baru karena dari jaman kakek saya 🙂  sudah ada yang mengaplikasikannya yaitu Vespa :mrgreen: dari segi tampilan seolah memang simple.. seperti motor dengan undertail muffler… tapi ini semata mata untuk menyiasati tampilan (biar gak ganggu tampilan monoshock 🙂 ) atau untuk performa…ataukah untuk efisiensi pemakaian silincer(irit bahan) ..???

Kesimpulan: dari sisi user tampilan motor akan ringkas bila pakai knalpot model “simple” ,walau secara psikologis agak riskan untuk daerah banjir… dari segi performa pasti ada risetnya dan yang paling utama adalah  bahan untuk membuat knalpot jelas lebih irit  toooo…? pabrikan gak keluar biaya lagi buat membangun silincer aka knalpot… 🙂

Memang produsen harus melakukan terobosan yang menguntungkan kedua belah pihak… dan jenis teknologi baru tidak harus yang tampak… dari peningkatan kualitas bahan… yang lebih tahan lama,kuat tapi murah dst.. juga patut kita apresiasi… dengan cara apa?? yah kita beli produknya kalau memang bagus… 😀

 

 

Comments Via Facebook

comments

26 Comments

  1. lha sejak kapan 2 busi patentnya TVS?kok g nemu motor tvs yg 2 busi? seinget saya dulu pernah sengketa 2busi di TVS Flame shngga perkarakan bajaj..akhirnya tvs flame balik lagi 1 busi tapi pake variable timing valve cmiiw. diiklan2 juga bilangnya DTS-i udah paten milik bajaj.
    link pliss

  2. buat bengkel umum saat ini, ecu 3 busi dan ecu injeksi saya kira sama statusnya, butuh perangkat antarmuka untuk mengaksesnya.

    3 busi bener2 di luar pikiran saya, dilihat dari tenaga yang dihasilkan bener2 revolusioner

  3. iya yah, baru inget klw knalpot kolng ini ud ad dri dulu, di vespa,.
    pdahal d rumah punya 2 vespa lawas,. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*