Sepeda motor teknologi Gyroscope… Kalau Jatoh Bisa berdiri sendiri busyettt…!!!

Apakah kedepan motor listrik akan jadi trend di negara-negara maju…?? tapi yang satu ini cukup canggih dengan memakai teknologi  gyroscope…!!

Lit Motors Inc.  salah satu perusahaan yang membuat motor dengan teknologi terkini ini yaitu gyroscopically-stabilized electric ..apa gyroscopic itu???.. simak di bagian akhir tulisan ini.. motor ini bisa berdiri tegak dengan sendirinya ,bahkan ketika jatuh saat kecelakaan wow……ajaib..

Harganya diperkirakan USD16,000 kalau sudah banyak diproduksi dan katanya akan diproduksi massal di 2014..Kalau yang sekarang masih mahal bisa-bisa USD23,000 dan baru bisa diterima unitnya di  2013. ..mau pesan..???  booking dulu dengan USD250 ke pabrikan Lit Motors Inc,  California, USA….

Gyroscope adalah roda berat yang berputar pada jari-jarinya. Sebuah giroskop mekanis terdiri dari sebuah roda yang diletakkan pada sebuah bingkai. Roda ini berada di sebuah batang besi yang disebut dengan poros roda. Ketika giroskop digerakkan, maka ia akan bergerak mengitari poros tersebut. Poros tersebut terhubung dengan lingkaran-lingkaran yang disebut gimbal. Gimbal tersebut juga terhubung dengan gimbal lainnya pada dasar lempengan. Jadi saat piringan itu berputar, unit giroskop itu akan tetap menjaga posisinya saat pertama kali dia diputar.

Giroskop paling awal diketahui dan dibuat oleh seseorang berkebangsaan Jerman bernama Johann bohnenberger pada 1817. Prinsip kerja ini kemudian tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia dan akhirnya menyita perhatian Léon Foucault. Pada 1852, Foucault menggunakan alat tersebut dalam eksperimen yang melibatkan perputaran bumi. Dialah yang kemudian memberikan nama modern pada mesin tersebut, yaitu giroskop. Nama ini diambil dari bahasa Yunani, yaitu “skopeein” yang artinya melihat dan “gyros” yang berarti lingkaran atau putaran. Pada tahun 1860, sebuah giroskop dengan mesin elektrik berhasil diciptakan dan disebut sebagai girokompas. Girokompas untuk kelautan dipatenkan pada 1904 oleh Hermann Anschütz-Kaempfe dari Jerman.
Sebuah perusahaan Amerika bernama Sperry kemudian mengembangkan alat ini dengan designnya sendiri. Giroskop keluaran Sperry ini pun dikembangkan sebagai penyeimbang (stabilizers) pesawat udara dan kapal laut. Selama Perang Dunia II, giroskop menjadi komponen utama untuk pesawat udara. Negara-negara di dunia kemudian menyadari betapa pentingnya temuan ini untuk kemiliteran. Mereka dengan segera memproduksi giroskop mereka sendiri. Pada 1917, sebuah perusahaan bernama Chandler menciptakan mainan giroskop dengan tali dan alasnya. Mainan itu terus diproduksi hingga hari ini… nah kali ini teknologi yang sama diaplikasikan pada kendaraan roda dua…biyuh gak bisa jatoh dong…

Source: luckyanto.wordpress.com

Comments Via Facebook

comments

38 Comments

  1. wahh ini yg kudu waib musti di aplikasin.. seeepp!! kagak takut hujan panas keceprotan air, kena debu.. wahh teknologiii yg sangattt diharapkan!!!

  2. pernah baca teknologi titik gravitasi.. jd dmana alat tersebut.. bisa menemukan titik pusat gravitasi.. jd ya gak bakal ambruk deh.. asal alat tersebut masih beroperasi… kalo berhenti berputar jelas.. hilang efeknya

    dan ternyata sudah di aplikasikan ke roda 1 atau dua.. seep!!!

  3. malah bahaya dong.. kalo ndlosor dalam kecepatan tinggi, tau-tau bisa berdiri kembali tapi arah sudah berbelok, bisa nabrak kiri-kanan..

  4. Mudah mudahan pendidikn di Indonesia semakin mampu maju supaya “para pemimpin” punya pikiran maju. Dengan demikian rakyatpun akan maju cara berfikirnya. Kalau pemimpin di Indonesia yang terkabar cuma korupsinya. Selamat tinggallah . . . .

  5. Sepertinya Motor yang digabungkan dengan technogy giroskop akan menjadi technology yang cerah dimasa depan untuk mengurangi kemacetan

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*