Antara Amal,Ketertiban Lalu Lintas dan Pengemis

Pulang Ke Kampung halaman ketika memasuki pintu masuk wilayah Madiun disambut dengan lampu merah ,Traffic lights pertama dan ketika melihat di samping lampunya pandangan mata saya tertuju kesebuah baleho kecil tentang perda kota Madiun tentang pengemis dilarang “beroperasi” di area situ…

Memang beramal tidak ada salahnya..membantu kaum miskin sah-sah saja tapi kalau dilihat kurang tertib apalagi di lampu merah akan kelihatan mengganggu dan beresiko terserempet atau celaka mungkin…apalagi pengamen.. mungkin dikota-kota besar sudah tertib kali yah…bagaimana di tempat bro sekalian…

Comments Via Facebook

comments

39 Comments

  1. memang seharusnya begitu. demi kelancaran lalu-lintas dan kenyamanan pengguna jalan.
    beramal di manapun, kapanpun pasti ada tempatnya selain ditempat yang membahayakan dan mengganggu kelancaran lalulintas.

  2. kalo ane tidak salah pada pelajaran PKN pak guru ngendiko bahwa menurut undang undang orang miskin/anak miskin dan kaum terlantar menjadi tanggungan negara…..artinya bukan tanggungan pemakai jalanan di perempatan……jadi monggo agan-agan yang mau beramal bisa disalurkan lewat mereka-mereka yang peduli pada kaun dhuafa…kelompok marjinal lan sakpanunngalanipin….he…he..he itu ane dapet dikelas lho gan…..

  3. di mojokerto juga buanyak. Riskan pak rt?antara kita kasihan, sama kepentingan pengguna jalan. Tapi yg paling ironi adalah ketika meminta2 di jadikan alasan untuk menjadi pekerjaan itu yg ngak boleh?

  4. “mungkin dikota-kota besar sudah tertib kali yah”
    ——————————————————————————————————————–
    jiah… di jakarta gak akan selesai ini Pak RT :mrgreen:

  5. bukan itu alasan pemerintah melarang memberi kepada pengemis, tapi pengemis yg ada kebanyakan kaya di desanya/kampungnya, atau punya juragan sendiri (aku pernah mensaksikan sendiri)

  6. Harusnya sesama umat islam harus saling memberi supaya gak ada orang yg minta2. Melihat mereka kadang kasihan, kadang juga ngeselin

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*