Kekuatan RC212V di power motor , transmisinya, atau Casey Stonernya..???

Melihat kegesitan RC212V kala akhir balap seri penutup Valencia semakin jelas kekuatan RC212V… selama ini memang Stoner selalu ngacir terus didepan..meninggalkan rival2nya setiap race..dan kemarin terbukti bahwa senjata “magic clutch” saat keluar tikungan begitu dahsyat (imho)..bisa mengejar hingga detik-detik terakhir… saya yakin kedua rider gass polll saat keluar tikungan… yang membedakan cuman ketika keluar tikungan RC212V bisa melesat lebih cepat… Dramatis,fantastis,eksotis,bombastis….. :mrgreen:

Apakah karena transmisinya yang sudah terbukti cukup digdaya memangkas waktu perlap… dimana kecepatan perpindahan gearnya begitu smooth dan cepat…apalagi saat keluar tikungan..?

Ataukah power Honda engine yang memang ganas… dan pilih tanding untuk musim ini…??

Atau memang faktor ridernya Casey Stoner….?? 🙄

Comments Via Facebook

comments

Kei Car ABC Yang "Kecil-Kecil Cabe Rawit" Asal Jepang

Kei Car ABC Yang “Kecil-Kecil Cabe Rawit” Asal Jepang

Kei Car ABC Yang Kecil Kecil Cabe Rawit Asal Jepang – Istilah kei car masih terdengar asing bagi masyarakat Indonesia. Tetapi di Jepang, istilah ini merujuk pada arti ‘mobil kecil’ (Kei-jidosha). Dan ternyata penjualan kei [ Baca Lagi...]

120 Comments

    • Lah kan hujan dab. Trio repsol main aman supaya gak dlosor. Track kering ben spies di tebas di trek lurus sama dovi, gak lihat race ya ? Bahkan waktu perebutan 2 & 3 spies harus sampai late braking beberapa kali buat ngimbangin honda

      • sebelum gerimis Spies sering leih cepet koq tiap lap.. Ga nonton ya… kan sering data waktu ketiganya ditampilin.. Spies, pedrosa ama Dovi…
        Cuman spies sering melebar.. hehe denger aja komentatornya… Belum terlalu rapi kayak Hohe…

      • Ah spies cepat karena sering late braking aja. Lihat race dong, gue kasihan sama spies track lurus ketinggalan begitu tikungan harus late braking sampai gerimis datang. Hahaha

      • Tetep aja Laptime nya lebih cepet makanya dari awal dah manuver kiri kanan mulu dibelakang dovi ama Pedrosa. Belum gerimis lagi.. Terbukti kan .. menang fight tuh spies lawan Dovi n Pedrosa… Jadi bukan cuman gerimis aja… Mental dia dapet….

  1. menurut ane sich…50-50. kalo ridernya ga nekat…ga menang juga (contoh:dovi sm dani). kalo rider nekat tp motor lemot…ga menang juga……xixixiii……(ga pake contoh ah…).

  2. RC212V kencang?
    Itu jelas, tidak ada yang membantah.
    Tapi apakah tahun 2011 RC212V memang benar-benar di atas M1 untuk memenangkan race?
    Ini yang patut dipertanyakan.

    Kita berandai-andai saja.
    Hilangkan Stoner dari kejuaraan MotoGP 2011, maka Lorenzo akan menjadi juara dunia walaupun absen dari 3 seri terakhir.
    Seandainya Rossi tetap di Yamaha dan Stoner tetap di Ducati, duo M1 dipastikan tetap langganan podium seperti musim 2008 – 2010.

    Simak komen Pedrosa & Dovizioso mengenai impressi mereka atas RC212V versi 2011.
    Kompak mereka menyatakan tidak ada perbedaan signifikan dengan versi 2010 sejak paruh musim ke-2.
    Bahkan sampai saat-saat terakhir sesi winter tes, Pedrosa bingung menentukan chassis mana & base set-up mana yang akan dia pilih.
    Versi 2010 atau 2011, karena impressi-nya sangat mirip.
    Lebih lanjut, Dovizioso yang lebih to the point mengatakan faktor pembeda utama dengan musim lalu adalah masuknya Stoner.
    Lap time yang dicapai Stoner memaksa ketiga pembalap pabrikan Honda lainnya meningkatkan limitnya saat membawa RC212V.
    Secara mental psikologis, pencapaian Stoner meningkatkan rasa percaya rekan-rekannya akan kemampuan RC212V yang selama 3 tahun sebelumnya dipecundangi M1.
    Pedrosa, Dovizioso, & alm. Simoncelli jadi punya pattern baru soal limit kemampuan RC212V.
    Teknisi Honda juga jadi punya spirit baru dan tuntunan baru dalam melakukan setting motor tiap race.

    Lihat pencapaian Spies & alm. Simoncelli yang sama-sama di tahun ke-2 nya di MotoGP dan sama-sama memakai motor pabrikan.
    Prestasi Spies lebih mengkilap, baik dari sisi klasemen maupun pencapaian juara race.
    Sama saja dengan tahun 2010, dimana Spies mengungguli alm. Simoncelli saat mereka berdua masih di tim satelit.

    Paling gampang mengukur kemampuan RC212V yang sebenarnya adalah saat Pedrosa absen karena cidera.
    Hiroshi Aoyama yang memakai motor Pedrosa tidak bisa berbuat banyak.
    Prestasinya sama saja dengan saat memakai RC212V tanpa transmisi seamless.

    Di seri Valencia kemarin, trio Yamaha selain Ben Spies: Cal “rookie of the year” Crutchlow, Nakasuga, & Josh Hayes yang minim pengalaman bisa mengalahkan Hiroshi Aoyama & Toni Elias yang jauh lebih pengalaman.
    Saat kondisi sirkuit licin & cuaca tidak menentu, keseimbangan motor & power delivery yang yahud sangat memegang peranan.
    Nakasuga & Josh Hayes yang baru pertama kali turun dengan M1, bisa melibas Aoyama & Elias.
    Terutama Hayes yang harus mempelajari sirkuit, ban bridgestone, rem serat karbon, & karakter M1 sekaligus, toh bisa mengalahkan Aoyama & Elias.
    Any question?

    • mantaf komentarnya…
      Intinya..Stoner tanpa paket RC212V juga ngowozzz… Paket RC212V tanpa Stoner malah kurang jozzz :mrgreen:
      Stoner + RC212V= World Champion 2011
      Dovi + Dani + RC212V= diasepin Ben Spies + M1…(ada yg komplain cuaca gak yah :mrgreen: )

      • Jangan curang dong. Kita bayangkan M1 tanpa lorenzo dan pengembangan mantan mekanik honda ?? 1994 sampai 2004 terulang lagi dong !

    • Gimana kalau Pedrosa tidak jatuh?
      Gimana kalau Simocelli mainnya halus?
      Gimana kalau Aoyama lebih sering pegang spek pabrikan?
      Gimana kalau tidak gerimis? (tenaga besar malah susah dikendalikan)

      Tuh masih banyak pertanyaan.

      • Ga usah berandai2 dah..yang pasti2 aja.. Liat yg melintasi garis finish
        RC212V yg numero uno ( Stoner )
        RC212V yg numer buncit ( Aoyama )

        Kesimpulan ane… Skill Stoner ga dibagi2.. kejadian di Ducati ama Honda juga.. hehe.. ga ada yg bisa ngikutin Stoner.. Stoner tipe Lone ranger ga kayak Rossi…

  3. hhmmm… masuk akal jg analisanya masbro
    tp emg elias rider ga gape bawa motor sekelas 800cc
    mgkn bisa dilihat prestasi lcr dijoki randy de puniet 2010 silam,bagus kan prestasinya?
    trus aoyama emg sejak fp maupun qp kurang greget(fp1/14,fp2/15,fp3/10,qp/14) mgkn takut terbayang rekan setim dia yg tewas disepang lalu
    klo spies sm simoncelli smua orang jg tau kemampuan spies diatasnya,mgkn yg bisa membuat simoncelli podium di2011 ini karena dukungan spek pabrikan aja

  4. Kalau lihat Ben spies, saya malah teringat The Doctor sewaktu maen di Yamaha, Overtakenya gila-gilaan padahal mesinnya masih kalah dengan Honda.
    Yang membuat Yamaha NGacir itu karena sasisnya yang emang cocok untuk belokan maupun overtake extreme.
    Sedangkan kalau mesin Honda JAUHH LEBIH Baik dari Yamaha, cuma sasisnya aja yang kurang mendukung untuk belokan dan overtake extreme.

    Nah sekarang bayangkan kalau sasisnya Yamaha, mesinnya Honda? Rider macam Stoner, Rossi, atau Hohe BISA NGACIRRRR di DEPAN tanpa ada Halangan apapun (apa lagi alm. Simoncelli yg pakai dengan penyesuaian ukuran tubuhnya. Bisa lebih gila lagi)

  5. @58
    Pertanyaannya dibalik, Bagaimana kalau Yamaha tanpa Lorenzo, berarti Dovi juara, disusul pedrosa. Kesimpulannya RCV tetap di atas M1. Tentang nagasuga belum bisa dijadikan ukuran, bukankah di sepang ia urutan buncit?

  6. @nhd,
    Ente tidak menangkap esensinya.
    Tidak ada yang meragukan kencangnya RC212V.
    Yang jadi pertanyaan itu adalah, apakah paket versi 2011 benar-benar hebat dan berbeda dari tahun lalu?
    Untuk tahu jawabannya, lihatlah prestasi Lorenzo, Pedrosa, & Dovi.
    Karena posisi mereka sama antara 2010 – 2011.
    Dari tolak ukur itu, sangat kelihatan dimana inti sebenarnya yang membuat RC212V kelihatan begitu digjaya tahun ini.
    Dari ketiga parameter yang disajikan rider tua: power, transmisi atau casey stoner?
    Jelas Casey Stoner penyebabnya.
    Bukan berarti saya meragukan kehebatan RC212V, tapi bukan faktor perubahan mesin dan transmisi yang membuatnya digjaya dan bangkit dari bayang-bayang M1 selama ini. Tapi karena kehadiran dan kehebatan Stoner.
    Any question?

    • Pedrosa bagus, tapi stamina kurang. Sebenarnya ini bentuk kesombongan Honda, kalau motornya akan menang siapapun yg menungganginya. Tapi tahun kemarin hrc akhirnya tobat dan ambil Stoner. Dan memang Stoner yg cukup konsisten utk mengeluarkan peforma rcv212. Jadi semuanya tentu penting. Karena pakai motor lain Stoner juga kesulitan.

  7. @nhd lagi
    Siapa bilang di Sepang Nakasuga urutan buncit?
    Wong race-nya dibatalin kok.
    Yang urutan buncit itu hasi QP.
    Di Valencia pun Nakasuga uruan dua dari bawah.
    Satu tingkat di atas Hayes.
    Tapi saat race?
    Cuma butuh satu seri saja, Nakasuga mengangkangi Aoyama.
    Sesama Jepang tapi kalah jauh soal pengalaman dan pengenalan sirkuit Valencia.
    Any question?

    • aoyama kalah mental masbro
      lihat rekan setimnya dilindas sesama pembalap
      drtd koq bahasanya aoyama+elias kalah dr nakasuga
      sayang banget ya ini seri terakhir,coba klo ada seri kelanjutannya mgkn bisa dijadikan bahan lg

      • Klo pembalap lain kalah ato malah ndlosor selalu dikatakan kalah mental…. tapi klo rossi knapa nda ada yg mengatakan kalah mental ???

  8. kayanya ada yang kepanasan nih… Sampe ngeyel kaya gt. Hehehe… Santai aja Mas Bro hadapi kenyataan , kalah ya kalah.

  9. 58 pada, Paling gampang mengukur kemampuan
    RC212V yang sebenarnya adalah saat
    Pedrosa absen karena cidera.
    Hiroshi Aoyama yang memakai motor
    Pedrosa tidak bisa berbuat banyak.
    Prestasinya sama saja dengan saat memakai RC212V tanpa transmisi
    seamless. ————————————————- nakasuga yang memakai motor Loreoz juga tidak bisa berbuat banyak , Any Question ? –

  10. Pedrosa emang benar bahwa dari tahun 2006 lalu RCV secara performa jauh di atas m1 hanya pembalap ideal mereka ngak punya. ane yakin kalau rosi dan lorenso pakai RCV dan dani yang pakai ymh ngak akan sekalipun dani podium 1.

  11. 58 pada, ciri2 ga menerima kekalahan, Fans Alay yg selalu mengagung2kan Brandnya. seolah2 merk itu yg paling Bagus, dan ga mau menerima kekalahan. sadar Mas Bro, skr bukan jamannya Yamaki . peace Deh…..

  12. @dendy & joko,
    Jiahhh…ada lagi yang masih ngeyel.
    Yang diangkat dari artikel ini kan sudah jelas.
    Rider tua angkat pertanyaan: yang menjadi kekuatan RC212V tahun ini apakah power motor, transmisi, atau casey stoner?

    Ngukurnya gampang saja.
    Katakanlah Honda berhasil mengembangkan mesin RC212V berbeda jauh lebih baik dari versi 2010.
    Itupun juga belum cukup.
    Tolak ukurnya: pencapaian Lorenzo masih saja lebih baik daripada Pedrosa & Dovi.
    Sebelum Pedrosa jatuh ditabrak Simoncelli pun, Lorenzo masih lebih baik dari Pedrosa.
    Timbul bantahan, artinya kemampuan Lorenzo lebih baik dari Pedrosa & Dovi.
    Oke, mari kita lihat perbandingan lain.
    Pencapaian Spies lebih baik dari Simoncelli, walaupun setelah alm. mainnya lebih halus.
    Ini malah lebih apple to apple.
    Sama-sama rookie tahun 2010, sama-sama tinggi & nekat.
    Masih ragu?
    Lihat prestasi tim satelitnya!
    Any question?

    Faktor transmisi.
    Temuan baru transmisi seamless memang gimmick marketing dan perang urat syaraf yang ampuh.
    Tapi benarkah begitu signifikan pengaruhnya?
    Lihat pencapaian Aoyama tahun ini saat menggunakan RC212V tanpa transmisi seamless dan saat menggunakan transmisi seamless. Hasilnya? Sama saja.

    Dari situ bisa disimpulkan, pengembangan mesin dan transmisi oleh Honda memang dahsyat.
    Tapi belum cukup untuk mengalahkan paket Yamaha M1 tahun ini.
    Beruntung HRC punya kartu truf pada diri Stoner yang membawa perbedaan hasil yang sangat signifikan.
    Sederhana to kesimpulannya?
    Any question?

    Saya bukan fanatik buta dan menafikan kemampuan RC212V.
    RC212V sangat cepat dan kuat akselerasinya. Tidak ada yang meragukannya.
    Seperti komen saya di atas:
    Bukan berarti saya meragukan kehebatan RC212V, tapi bukan faktor perubahan mesin dan transmisi yang membuatnya digjaya dan bangkit dari bayang-bayang M1 selama ini. Tapi karena kehadiran dan kehebatan Stoner.
    Any question?
    Meragukan kemampuan Stoner?
    Lihat “nasib” Rossi tahun ini… dan bandingkan dengan pencapaian Stoner selama di Ducati.

    Lalu apa benar Stoner begitu hebat?
    Saya punya pandangan sendiri mengenai hal ini..

    • td bahasannya nakasuga,sekarang back to topic
      seandaianya saudara bisa membayangkan tdk adanya rossi + burgess datang,apa m1 sekompetitif sekarang?

      • Nakasuga buat jawaban dari NHD bos, bukan bahasan utama.
        Dalam bahasan utama, nakasuga sebagai pelengkap data perbandingan M1 vs RC212V.
        Lihat baik-baik komen di atas.

        Masih saja ngotot M1 bertaji hanya karena hadirnya Rossi + Burgess???
        Tahun ini kemana saja duet itu???
        Tahun ini M1 ditinggal duet kondang itu tetap saja kompetitif dan menjadi pesaing kuat paket stoner + RC212V.

        Baca lagi history M1 boss.
        Sebelum Rossi hadir pun, base design M1 2004 sudah dibuat oleh Masao Furusawa.
        Tapi Furusawa butuh pembalap hebat untuk mendukung rancangannya agar mendapat dukungan top manajemen Yamaha pusat.
        Pemicu semangat rekan-rekannya dan sebagai feedback terpercaya atas arah pengembangan selanjutnya.
        Kalau pembalap sekelas Barros (pembalap utama yang dimiliki Yamaha di tahun 2003) yang dimintai pendapat, bisa dibayangkan keraguan dari top manajemen Yamaha untuk menggelontorkan dana merombak total design M1 yang sudah salah total dari awal, hasil rancangan Ichiro Yoda.
        Makanya Yoda di depak dan terdampar di Kawasaki.

        Tidak ada ceritanya Rossi & Burgess datang ke Yamaha membawa gambar disain cikal bakal M1 2004 + hitung-hitungan njelimet lainnya.
        Itukan hanya halusinasi para fansboy saja.
        Gak percaya?
        Baca saja otobiografi Rossi & hasil wawancara Furusawa tahun lalu ketika beliau pensiun.

      • Jangan ukur lorenzo dong, ukur juga dovi ke 3 klasemen, pedrosa ke 4 klasemen. 1,3,4 honda semua. Lagipula apa lorenzo masih kompetitif kalo pedrosa gak cidera dan jatuh di le mans ?
        PIKIR !
        Dan furusawa pun mengakui bahwa rossi lah dalang pembentukan M1 sekarang, dimana waktu itu furusawa bingung karena performa M1 terlalu over, pas di kasih inline takut lemot. Adanya Rossi yang bisa bikin pas.

    • “Dari situ bisa disimpulkan, pengembangan mesin dan transmisi oleh Honda memang dahsyat.
      Tapi belum cukup untuk mengalahkan paket Yamaha M1 tahun ini.”

      Nah, disinilah bedanya. Sebenarnya rcv212 sudah lebih kompetitif sejak lama, hanya saja hrc tidak punya pembalap yg mampu mengeluarkan potensinya dengan sempurna. Cuma Stoner yang bisa, Pedrosa juga bisa tapi kadang2. M1 sudah mengalahkan rcv? Aku rasa nggak, yg terjadi adalah paket m1 + Rossi & Lorenzo yg selama ini mengalahkan rcv + Pedrosa. Buktinya sewaktu kualifikasi, pedrosa selalu bagus, ini petunjuk bahwa memang motornya bagus, tapi sewaktu balapan kalah, ini lebih ke faktor pembalap.

  13. prestasi aoyama biasa2 sj,ga ada yg istimewa,tp msh mending sblm sepang kemarin drpd seri penutup valencia
    klo masalah motor coba bandingkan dgn rdp dilcr 2010 silam,lumayan bersaing kan?

  14. kita tidak bisa memungkiri kedahsyatan Honda RCV212V di atas m1 dan lainya.. begitu juga stoner yang bisa memaksimalkan kemampuan dari Honda RCV212V!!! paduan yang sangat klop!! seandainya stoner berada di yamaha stoner belum tentu juara karena motornya lemot! sebetulnya dari tahun kemaren Honda satu langkah sudah lebih baik dari pada yamaha! bahkan lorinso sendiri yang bilang begitu di setiap trek lurus yamaha pasti KO di asepin terus tapi sayang pedrosa sering jatuh dan cidera alhasil lorinsopun jadi juara kebetulan tahun 2010!ya bisa di katakan hookie lah!! sementara kita lihat sendiri dani pedrosa tidak konsisten sering gagal dan tidak bisa memaksimalkan kinerja motor Honda padahal bobot dani sangat di untungkan untuk lebih cepat di lintasan dari rekan setimnya(stoner dan dovi),atau mungkin mental dani berkurang akibat seringnya jatuh?? 😆 di sini dani terlihat tidak begitu ngotot dengan dovi.. saya yakin seandainya pedrosa tidak terjadi insiden pedrosa pasti di peringkat 2 klasemen pembalap dan ke 3 lorinso .. mengapa demikian ?? sejak awal-awal seri kita melihat dominasi Honda 1,2,3dan4 dan yang bisa menguntit stoner adalah pedrosa,, tapi sayang pedrosa bersenggolan dengan alm.simon.. wal hasil lorinso mengambil alih kesempatan ini dan lorinso di untungkan lagi!!

  15. buahahahahahaha….
    apik…apik…apikkk…pbnj mode on…
    masih ada yg nggak trima faktor Stoner yah….
    nggak ada Stoner HRC nggak kebagian juara 800cc…?
    bayangkan …bayangkan boleh kan…..bayangkan kalau M1 ada sponsornya…
    bayangkan kalau Yamaha punya 4 spec.pabrikan….
    bayangkan kalau Suzuki punya 4 speck barikan…
    masih mau ngomong adil…….

    hahahahaha…fb..fb…

    • Bayangkan kalau Lorenzo pakai rcv! Semua faktor penting, Stoner + ducati masih kurang, Pedrosa + honda masih kurang, Stoner + honda baru joss. Balap kok disamakan dgn tawuran, masih ngitung jumlah. Bukankah Simoncelli yg bikin Pedrosa cidera, juga menggagalkan repsol podium 1, 2 dan 3 di Sepang? Sendirian kalau finish paling dulu tetep saja menang. 10 orang kalau dibelakang tetep saja kalah.

  16. Yang jelas di seri penutup M1 dikalahkan RCV dengan cara yang menyakitkan, seakan seperti sengaja dipermainkan dan dipermalukan oleh Stoner walau mungkin tidak. Coba lihat ekspresi tim yamaha, kata Kang Udien, “Stoner uaseem”. Xixixixi. Yang lebih sakit lagi mungkin para FB yang sudah menyiapkan komentar BC-nya pada trio repsol tetapi harus menelannya kembali.

  17. Kayanya untuk kasus yg sekarang faktor pembalap sangat dominan…, soalnya koq motornya sama, tim sama tapi daped ama dovi juga bisa ketinggalan jauh amat yah sm stoner…

  18. Stoner emang hebat taun ini,,,, tanpa Stoner mungkin HRC agak susah buat juara dunia,,
    sedikit setuju ama komen2 yang ada di atas, sebenernya RCV udah hebat dari awal, cuma butuh right man buat nunggangi saja,, butuh orang yang bener2 bisa bikin RCV yang hebat ini ngacir,,Stonerlah orangnya,, Ga semua rider bisa dapetin hasil yang sama meskipun motornya sama, diracik orang yang sama dengan performa yang sama,
    mungkin analoginya agak ngawur, tapi buat perandaian saja, 2 koki hebat, disodorin resep yang sama, dengan cara masak yang sama, bahan yang sama, hasilnya saja berbeda kok,,,
    Seperti rossi saat ini,dianggep sebagae pembalap GP paling hebat, namun sepertinya dia bukan orang yang tepat buat jinakin Ducati 2011,,

  19. Muantep ketiganya… + dukungan FBnya…. 😀

    Pedrosa selama ini diuntungkan dgn tunggangan yg luarbiasa, RCV selama ini kurang diuntungkan dengan penunggang yg biasa saja. 🙂
    Stoner+RCV.+jeng Adriana=Juara Dunia. 😀
    Lorenzo+M1, msh kurang ampuh menghadang CS+RCV.
    Spies+M1+Gerimis……(+nekad) =2nd podium…

    untung gerimis….. kalo kering, bisa repsol semua tuh podium. (itu yg Ane tangkep dr race kemarin…)
    To FBY (specially 58+Yahon) turut berduka cita… 🙁

    • Kalo kering ya seru tuh perebutan tempat kedua… Belum gerimis aja Spies, Dovi ama Pedrosa udah saling susul menyusul… Spies suka ngelebar trus ngejar lagi..xixixi
      Tapi pas gerimis yaa bye bye dah .. Ga fight lagi

  20. Saya rasa berkat transmisi baru & stoner. Kalo power kayaknya gak deh, soalnya masih kalah sama suzuki & ducati. Ducati aja bisa digeber lebih dari 20000 rpm berkat sistem klep desmodromic.
    Kalo top speed sih urusannya gear ratio

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*