Kecelakaan di jalan boleh tuntut pemerintah…

wah zig zag.... ๐Ÿ™‚

Sering kita jumpai kalau selama/sesudah musim hujan ini jalan-jalan pada “tumbuh jerawat” & “koreng”…. mulai bermunculan, jalan jadi berbahaya sekali bagi pengguna jalan terutama biker… wuih tetanggaku aja ada yang langsung meninggal ditempat setelah terjatuh dari motor setelah melewati lubang di jalan aspal yang “cukup dalam”….. miris sekali rasanya bila kita melihat akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan jalan tersebut… lalu tanggung jawab siapakah ini sebenarnya

โ€Jika pengguna jalan celaka akibat jalan rusak, mereka bisa menuntut pemerintah. Dalam hal ini, polisi akan menentukan apa yang menjadi penyebab kecelakaan dan siapa yang harus bertanggung jawab. Jika memang kecelakaan terjadi karena ada lubang di jalan, padahal pengguna jalan sudah tertib, Kementerian Pekerjaan Umum bisa dituntut”
begitu kira2 isi dari Undang-Undang (UU) Lalu Lintas Angkutan Jalan terbaru, UU Nomor 22 Tahun 2009, yang diberlakukan Juni 2010. UU itu menggantikan UU No 14/1992 dan mulai disosialisasikan di sejumlah kota di Indonesia.

Awas lobang bro...

Dalam aturan baru tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum harus menyediakan jalan yang layak pakai. Jika ada jalan yang rusak, harus segera diperbaiki. Bila perbaikan jalan belum terlaksana, harus memberi rambu-rambu peringatan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan

mungkin ada dari brother sekalian yang belum pernah mengetahui monggo, yang sudah mengerti tetep hati2……. FYI…

Keep Safety riding bro……..

Comments Via Facebook

comments

31 Comments

    • weleh2 itu khan aturannya bro… pelaksanaanya ntah belum tau atau gak boleh tau kikikikiki… tapi kalau kita berusaha pasti bisa kayaknya… moga2 aja itu benar adanya… amin… (loh kok malah berdo’a :mrgreen: )

  1. pernah nonton kick andy masalah ini.. tp bukan jalan raya, tapi tepi jembatan dan trotoar.. ngeri pak bro.. d sby anak kecil kejeblos jalan d tepinya jembatan.. trus kakak adik lagi jalan kakaknya kejeblos trotoar… amblas katut aliran air..
    di sini nyawa harganya murah…

  2. Kamu yang sudah tua, apa kabarmu
    Katanya baru sembuh, katanya sakit
    Jantung, ginjal, dan encok, sedikit sarap
    Hati-hati Pak Tua istirahatlah
    Diluar banyak angin

    Kamu yang murah senyum, memegang perut
    Badanmu s’makin tambun memandang langit
    Hari menjelang magrib, Pak Tua ngantuk
    Istri manis menunggu, istirahatlah
    Diluar banyak angin
    Pak Tua sudahlah
    Engkau sudah terlihat lelah

    Pak Tua sudahlah
    Kami mampu untuk bekerja
    Pak Tuaa

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*